....teman tumbuh....
  • Home
  • Book
  • Blog
  • Parenting
  • Personal
  • Relationship
  • Women Empowerment
  • Beauty
  • Travel


Jogja kalau bicara tempat wisata memang tidak ada habisnya. Di masa pandemi begini, orang-orang mulai mencari hidden place untuk berlibur ataupun sekadar berkunjung melepas penat. Nah, di Kaliurang banyak sekali tempat-tempat tersembunyi yang ciamik dan belum terjamah publik. 

Salah satunya adalah Ledok Sambi, sebuah lokasi wisata yang berada di Desa Wisata Sambi, Pakem, Kaliurang. Suasana di Ledok Sambi itu syahdu sekali, gimana tidak, kamu duduk berbincang-bincang sembari menikmati makanan di pinggir sungai, dengan angin sepoi-sepoi dan hawa sejuk khas Kaliurang. 

Ledok Sambi juga ramah anak, aliran sungai yang  tidak terlalu deras dan banyak berbatuannya membuat anak-anak bebas bermain air dan naik ban menyusuri sungai. Banyak ibu-ibu yang senang hati melepas anak mereka bermain di sungai sambil mewanti-wanti agar anaknya tetap hati-hati. 

Pertama kali masuk, kalian akan menemukan tempat parkir dan akan turun ke bawah untuk menemukan sungai. Di atas, sebelum menuruni anak tangga, banyak ibu-ibu yang berjualan makanan, dan di pinggir sungai juga ada warung. 

Anak tangganya lumayan banyak, tetapi begitu sampai di bawah kalian capeknya akan terbayar dengan pemandangan dan suasana yang nyaman dan tenang. Disambut dengan hamparan rumput, anak sungai yang mengalir di sepanjang lokasi, tenda-tenda dan jembatan. 



Berawal dari sebuah warung.

Ledok Sambi bermula dari sebuah warung kecil yang dikelola oleh penyedia jasa outbond. Ledok Sambi dahulu sering dipakai untuk kegiatan outbond sejak tahun 2004. Lokasinya pun sudah dipindahkan, mulanya berada di atas lembah dan dipindahkan ke bawah lembah yang ada aliran sungainya. 

Sekarang Ledok Sambi juga ada warungnya kok, jadi tidak perlu khawatir. Kalian bisa memesan ragam makanan dan minuman untuk dinikmati sembari berbincang, menikmati suasana dan melihat anak-anak bermain air. 

Menu yang tersedia beragam, ada pisang goreng, aneka sayur dan lauk, aneka nasi, ubi goreng, kentang goreng dan lainnya. Untuk minuman juga beragam, mulai dari aneka kopi, dan teh. Ada kopi Vietnam juga. Untuk kisaran harga makanan mulai Rp 4.000 sampai Rp 18.000. Sedangkan minuman berkisar Rp 5.000 sampai Rp 15.000



Arena flying Fox dan paint ball

Dikarenakan bekas tempat outbond, Ledok Sambi juga menyediakan arena flying fox dan paint ball. Kalian bisa terbang dengan flying fox membelah sungai dan melihat sungai dari ketinggian. Untuk bermain flying fox dikenakan biaya Rp 25.000 untuk per orangnya. Sedangkan paint ball dikenakan Rp 50.000 per orangnya. 

Ketika berkunjung ke sana, banyak anak-anak yang bermain flying fox, dan bermain paint ball. Ya kalau tidak berani atau takut ketinggian, bisa bermain di sungai juga, lo. Lebih hemat dan tidak kalah seru, airnya juga jernih khas pegunungan, mantap pooll. 

Menyediakan tenda camping

Selain sungai, Ledok Sambi juga menyediakan arena camping. Banyak tenda-tenda berjejer di sepanjang sungai. Terkadang tenda tersebut dipakai oleh pengunjung dan juga disewakan untuk camping. Untuk satu tenda berkisar 35.000 per orang dan untuk tenda yang memuat kapasitas banyak, maksimal 4 orang, berkisar 120.000 per malam.

Oh ya, camping tidak lengkap tanpa api unggun bukan? Nah, Ledok Sambi juga menyediakan perlengkapan api unggun. Kalian cukup membayar 100.000 per tenda, maka pihak Ledok Sambi akan memberikan perlengkapan lengkap api unggun. 


Bekerja sama dengan warga desa

Karena terletak di kawasan desa wisata, Ledok Sambi bekerja sama dengan warga desa untuk pengelolaan lokasi wisata dan penyediaan makanan. Ibu- ibu di desa Sambi memasak untuk dijual kembali di warung. Tradisi seperti ini sangat menguntungkan perekonomian warga desa, dan memang seharusnya kan menyejahterakan warga desa yang dekat dengan lokasi wisata. 


Ledok Sambi berada di Desa Sambi, Jalan Kaliurang, KM 19,  Pakem, Sleman. Sekitar 40 menit dari pusat kota Jogja. buka mulai pukul 08.00 WIB, sampai pukul 17.00 Wib. Saat ini tiket masuk ke Ledok Sambi masih seikhlasnya dan dengan parkir Rp 2.000. 

Gimana? Tertarik menikmati akhir pekan atau penghujung hari di Ledok Sambi? 





Saya lupa pernah melihat buku ini di mana, mungkin di laman akun instagram Mojok. Saya penasaran dong dengan buku yang ditulis kepala suku Mojok ini. Terlebih saya sudah membaca lima buku karya Mas Puthut. Ya semenjak saya membaca buku Isyarat Cinta yang Keras Kepala, saya jadi tertarik membaca buku-buku karya Mas Puthut. 

Buku bersampul merah muda ini di luar dugaan saya. Awalnya saya mengira buku ini akan berisi segala tips dan trik menjadi penulis. Ternyata oh ternyata buku ini justru berangkat dari rasa muak Mas Puthut dengan pertanyaan pertanyaan khas seminar buku. 

Pertanyaan seperti bagaimana proses menulis buku, idenya dapat dari mana, atau apakah buku ini cerita dari penulis langsung, dan sebagainya. Kalian yang sering ikut bedah buku atau launching buku dengan penulis pasti pernah terlintas ingin bertanya pertanyaan yang di atas. 


Pertanyaan tersebut mungkin tidak hanya terlintas dan terlontar saat seminar atau bedah buku, juga bergulat dalam kepala seorang calon penulis. Dari mana ide didapatkan, bagaimana memiliki tulisan yang khas, hingga pertanyaan konyol, bagaimana menjadi seorang penulis. 

Untuk segala pertanyaan, jawabannya adalah menulis. menulis. Menulis. Belajar. Menulis. Menulis. Membaca. Menulis. Menulis. Piknik. 

Oke, kembali ke buku. Isi buku ini saya artikan sebagai wejangan dari Mas Putut untuk siapa saja yang ingin menjadi penulis. Dalam menulis, ide adalah dasarnya dan kebanyakan penulis baru kesulitan dalam mencari ide, termasuk saya, hahaha. 

Well, dari buku Mas Puthut ini saya belajar bahwa ide bukanlah hal yang sulit bagi mereka yang peka. Yaps, peka, guys. Sebenarnya apa pun yang ada di sekeliling kita bisa dijadikan ide tulisan. Semuanya.


Baca juga :  [Review Buku] Milk and Honey By Rupy Kaur

 



Tergantung bagaimana kita membawakan tulisan tersebut. Ada atau tanpa pesan yang disampaikan, atau hanya sekadar berbagi cerita saja. Selain ide, ketahanan mental seorang penulis juga sangat amat perlu. Kritik dan saran adalah hal yang lumrah dalam sebuah karya. 

Penulis yang karyanya di kritik tak perlu bawa perasaan dan alih alih berhenti menulis. Ya jadikan saja kritik tersebut bahan untuk karya yang lebih baik. 

Buku bersampul merah muda ini benar-benar hadir untuk menemani proses menulis para penulis baru sepertiku. Apa kalian, sudah membaca buku ini?



Buku ini bercerita tentang petualangan Raib seorang remaja berusia 15 tahun dengan kedua temannya Seli dan Ali. Raib adalah remaja yang memiliki keunikan dan kekuatan dalam menghilangkan benda dan menjadikan tubuhnya tidak terlihat ketika ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. 

Keunikan dan kekuatan ini di rahasiakan Raib sampai pada akhirnya Ali mengetahui bahwa Raib bisa menghilang. 

Setelah rahasianya tersingkap, Raib mulai mengalami hal- hal yang tidak terduga. Hal- hal yang menyangkut rahasianya, kedua kucing yang ia terima sebagai kado ulang tahunnya yang ke 9, sampai pertemuannya dengan sosok tinggi berbaju hitam, Tamus.

Petualangan dimulai saat ada kejadian heboh yang menghancurkan sekolah. Kejadian yang banyak mengungkap rahasia masing-masing mereka yang selama ini mereka rahasiakan. Seperti Seli, yang ternyata bisa mengeluarkan aliran listrik dari tangannya.  

Baca juga : [Review Buku] Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih

Ali, Raib, dan Seli bersembunyi di aula sekolah dan bercerita banyak hal. Ali si jenius berpendapat bahwa bumi memiliki empat dimensi. Tidak hanya ada satu ada satu kehidupan di bumi, tetapi ada kehidupan lainnya yang berjalan bersama- sama. 

Hingga sosok Tamus datang kembali dengan pasukannya, dan petualangan mereka di mulai. Petualangan anggota klan bumi, bulan, dan matahari.


Membaca buku ini seperti ikut merasakan petualangan dan alurnya yang membuat penasaran. Tadinya aku kira ini cerita horor, karena pada bab di mana Raib sering di datangi oleh Tamus terkesan sangat mistis. Setelah meneruskan bacaan hingga bab setelahnya, barulah jelas ternyata ini bukan novel horor. 

Bagian yang menarik bagiku adalah di mana Raib dan Seli yang semulanya tidak dekat dengan Ali, mampu saling menerima kekurangan dan bekerja sama selama melewati petualangan. Salah satu pesan moral yang  disampaikan novel ini adalah ketika dalam kondisi terpaksa dan serba terdesak, di situlah kita akan menemukan kelebihan- kelebihan yang kita punya. 

Dibalik kondisi yang mendesak, ada potensi yang siap melejit. Selamat membaca dan menikmati petualangan bersama Raib Seli dan  Ali.

-----------------------------------------

Judul Buku    : Bumi
Jenis Buku     : Novel
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN              : 978- 602- 03- 0112- 9
Tahun Terbit  : 2014
Tebal              : 440 Halaman

Sebenarnya sudah lama sekali ingin membaca keseluruhan isi buku ini, selama ini cuma membaca beberapa halaman saja ketika berkunjung ke Gramedia. Nggak tahu juga kenapa rasanya belum ingin membelinya. 

Pada kesempatan berkunjung ke Rumah Berdikari, buku perempuan asal India ini turut terpajang di rak di antara buku-buku yang lain. 

Perlahan meraih buku ini dan mempersiapkan tempat duduk paling nyaman. karena hari itu adalah hari istirahatku, jadi aku ingin menikmati puisi Rupi Kaur dari buku pertamanya ini dengan khidmat. Iihirr, hahaha. 

Baca juga : Menuju Halal; Provokasi atau Edukasi

Perjalanan menjadi manusia

Milk and Honey berisi prosa-prosa indah tentang perjalanan menjadi manusia. mengapa? karena sepanjang menjadi manusia kurasa kita pernah melewati luka, cinta, kehancuran dan hari baru. Yaps, buku ini berisi empat bab tersebut. 

Siapa pun pernah mengalami luka. entah disebabkan oleh apa, entah karena cinta, pengkhianatan, di sia siakan, diragukan, bahkan dilecehkan. Luka- luka tersebut mengaga lebar dan harus disembuhkan. Proses penyembuhannya pun memakan waktu dan tenaga. Lihat saja ketika putus cinta, berapa lama kita bisa ikhlas melepasnya. 

Puisi- puisi Rupi Kaur sangat dalam dan menohok. Beberapa kali kumenepuk dada karena merasa sungguh tersentuh dan terperanjat. Puisi ini juga dilengkapi ilustrasi yang berani karya Rupi juga. Makanya buku ini diperuntukkan pada usia 17+. Selain lihai merajut kata, Rupi juga lihat melukis.


Luka

Terluka bagi siapa pun tetap tidak ada nyamannya. Luka tersebut terkadang berasal dari orang-orang terdekat kita, dari orang-orang yang kita sayang, dari mereka yang di pundaknya kita letakkan harapan, bahkan kehidupan. 

Rupi mengemas kejadian yang sering di alami perempuan dalam menerima luka menjadi puisi. Dari sini aku belajar begitu banyak di luar sana kejadian yang berpotensi membuat perempuan terluka. 

Bahkan dirinya sendiri juga bisa membuat luka, ya dengan menggantungkan harapan pada seseorang yang di sebutnya cinta. 

Dengan keegoisan untuk memiliki apa yang sebenarnya tidak sesuai dengan diri. memaksakan cinta harus di rayakan. ya, jadi lebih waspada ya, Girls.


Baca juga : Review Buku Bumi By Tere Liye


Cinta

Kemudian cinta. Bab kedua dari buku Milk and Honey adalah bab cinta. Bab ini di awali dengan puisi tentang perempuan.  Ibu. Tempat awal kehidupan bermula. Ibu adalah sumber terkuat dalam memberi cinta dan menjelaskan cinta kepada putrinya. 

Puisi pada bab ini menyuarakan cinta dengan ragam pergolakannya, yang diinginkan manusia dari cinta dan cinta itu sendiri. 

Sering kali kita merasa sakit dalam mencintai, padahal cinta tidaklah menyakitkan. Jika tersakiti, mungkin kita sedang menjalin cinta dengan orang yang salah. Terlalu banyak menuntut dan memanfaatkan lalu pergi meninggalkan. Pedih coyyyy. 

Cinta tak jarang juga membuat kita merasa hancur atau benar-benar hancur. Entah karena salah memilih pilihan, mencintai orang yang salah hingga bagaimana  memperlakukan seorang wanita atas nama cinta. 



Hancur

Kehancuran tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterima apalagi buru-buru bangkit darinya. Perlu menemukan diri sendiri untuk melakukan itu semua. Ya, pada akhirnya cinta bermuara di diri sendiri. Dengan mencintai dan menerima diri, kita bisa memberikan cinta ke luar diri. Kepada orang lain. 

Puisi pada buku yang sangat laris di dunia ini memberikan kesadaran, kekuatan, dan bisa memulihkan luka yang mungkin sedang dialami pembacanya. 

Setelah membaca buku ini aku jadi yakin untuk mempertahankan apa yang membuat diri ini berkembang dan melepaskan segala hal termasuk manusia yang membuat tersakiti dan menghambat.


 

Hari baru

Bab terakhir dari buku ini adalah hari baru. Setelah diajak mengingat dan merasakan kejadian di masa lalu, pembaca diajak untuk membuka lembaran hari baru. Pada bab ini aku merasakan kekuatan yang penuh ketika membacanya. 

Pasalnya Rupi menuliskan puisi yang mengisyaratkan harapan bagi siapa pun yang sudah berhasil merengkuh masa lalu dan membasuh lukanya. Pada akhirnya yang bisa menyembuhkan luka kita, adalah diri kita sendiri. 

Dengan mengakui, menyadari apa yang sudah kita lakukan di masa lalu dan mau memaafkan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki sisi tergelapnya dalam menjalani hidup, tak mengapa, kita manusia, sempurna karena ketidaksempurnaannya. 

Mungkin di antara kalian sudah ada yang membaca buku ini? Boleh dong berbagi di kolom komentar gimana pengalaman kalian. Menurutku, Rupi sangat jago ya menjadikan puisi dari fenomena sehari-hari, kejadian yang sangat dekat dengan kita. Puisi juga bisa menjadi healing dan rilis emosi, seperti buku ini. 



Setelah melewati banyak hal tidak terduga di 2020, awal tahun 2021 saya mempersiapkan diri untuk mencapai beberapa cita-cita yang tertunda. Mulai dari mengikuti kelas menulis, mengikuti persiapan pelatihan pengembangan diri, dan lagi-lagi menyelesaikan revisi tugas akhir yang sudah sangat ingin benar-benar saya akhiri. 

Januari menjadi penuh tantangan dan kegiatan, tidak jarang pusing dan lelah sendiri dibuatnya. Saya mulai mengalami burn out di satu minggu terakhir, merasa lelah dengan semua kegiatan dan rutinitas dan mulai sulit berbahagia. 

Akhirnya saya mengambil jeda selama satu hari untuk tidak memikirkan dan berurusan dengan semua kegiatan yang biasanya saya jalani. Gawai pun saya matikan, saya pergi ke Rumah Berdikari. 

Mungkin teman-teman yang tinggal di Jogja dan gemar membaca serta membeli buku, sudah tidak asing lagi dengan Rumah Berdikari. Sebuah toko buku yang juga menyediakan kafe dan perpustakaan. 

Rumah Berdikari juga memiliki toko buku online, @berdikaribook namanya user instagramnya.

 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh BERDIKARI BOOK (@berdikaribook)

 

Baca juga : [Review] Laluna Resort, Penginapan Unik Bergaya Interior Ala Gypsi


Tentu sudah sangat dikenal, karena Berdikari Book sendiri bisa dikatakan masuk ke jajaran toko buku online terbesar dan sukses di Indonesia. Rumah Berdikari berlokasi di Jalan Elang Jawa, dekat dengan stadion Maguwoharjo. 

Ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Rumah Berdikari, emm mungkin sudah ketiga atau keempat kalinya. Seperti biasa, saya selalu tersenyum tepat memasuki halaman rumah berdikari. Seolah di sambut riang oleh buku buku yang menunggu saya baca. 

Ya, kunjungan kali ini bukan untuk membeli buku, tetapi menikmati buku-buku yang tersedia di perpustakaan Rumah Berdikari. 

Saya mulai berjalan berkeliling perpustakaan, melihat dengan lekat setiap buku yang terpajang sambil sesekali bergumam jika saya menyentuh buku yang sudah saya baca. Setelah dua kali keliling, akhirnya saya meraih buku Rupi Kaur, Milk and Honey. 

Saya pun mulai menyiapkan tempat duduk yang nyaman dan mulai membuka buku tersebut dan menghayati setiap kata yang tertulis di dalamnya.

Menikmati buku Rupi Kaur membawa saya ke ingatan masa lalu dan beberapa kejadian yang pernah membuat saya meragukan diri saya sendiri. Melalui buku itu, saya perlahan diingatkan kembali tentang arti dari setiap kejadian yang sudah berlalu dalam hidup saya. 

Mungkin kalian juga sudah pernah ya, membaca buku Rupi Kaur, Milk and Honey ini.



Setelah membaca buku Rupi Kaur, saya beralih ke Madgeo, karya Agus Mulyadi. Madgeo berisi kumpulan tulisan dari rubrik Mojok tentang hewan dan nabati. Jadi, Mojok pernah membuat rubrik, ya sebagai selinganlah, tentang hewan dan tumbuhan. 

Rubrik tersebut diisi oleh tulisan tulisan Mas Agus, yang konon ketika mengenyam bangku SMA pernah bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. 

Isi buku tersebut seputar pengetahuan tentang hewan dan tumbuhan tetapi ditulis ala tulisan Mas Agus. Kalau kalian pernah membaca karya Mas Agus, tentu sudah terbayang kan bagaimana bentuk dari tulisan tersebut. Tetap membuat ngakak. 



Setelah membaca Madgeo, saya merasa haus dan membeli minuman yang saya lupa namanya apa, tapi isinya yakult, susu, dan potongan jeruk. Segar. Oh ya, namanya Good Vibes. 

Ditemani Good Vibes, saya kemudian membaca buku karya Puthut EA yang berjudul Buku Catatan Untuk Calon Penulis. Mulanya saya kira buku itu memuat tips menumbuhkan ide untuk tulisan, bagaimana memulai menulis sebuah buku, daaaann pertanyaan-pertanyaan khas pelatihan menulis lainnya. 

Ternyata tidak, teman-teman. Justru buku itu hadir karena penulisnya sudah bosan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Jadi buku ini lebih tepat disebut sebagai teman bagi siapa pun yang ingin menjadi penulis. 

Catatan-catatan yang di buat Kepala Suku Mojok dalam buku itu mengingatkan calon penulis tentang hal hal sederhana yang terjadi dalam hidup dengan sangat bisa dijadikan bahan tulisan, dan kata kata penguat lainnya. 


Tidak terasa saya sudah membaca tiga buku, dan saya tertarik dengan satu buku terbitan Mojok, yaitu Woe Man Relationship, karya Audian Laili. Buku ini membahas tentang perempuan dan hubungan yang dimilikinya. Sebagai manusia, tentu kita memiliki sebuah hubungan. 

Entah hubungan pertemanan, romansa, anak-orang tua dan hubungan lainnya. Dalam hubungan tersebut, posisi perempuan sering terkesan ribet. Bisa jadi hal tersebut dibentuk oleh budaya dan akhirnya menjadi pola pikir kita. 

Buku ini banyak membuka pikiran kuno, menjadi lebih cerah dan tidak menyulitkan kita sebagai perempuan. Misalnya, ketika memilih istri, laki laki memilih perempuan yang mau diajak makan di pinggir jalan. Itu adalah perempuan yang istri- able. 

Mau diajak susah. Saya sudah sangat sering mendengar narasi ini, apakah itu benar. Ya tentu tidak. Nah dibuku ini banyak dibahas pemikiran pemikiran asumsi tentang perempuan dan hubungannya. Sepertinya seru jika dibahas dalam tulisan tersendiri, hahaha. 



Setelah selesai membaca keempat buku tersebut, saya merasa agak tenang. Perlahan kekacauan dan kelelahan pikiran saya terobati. Maka menjelang magrib saya putuskan untuk pulang. 

Saya pulang dengan hati yang gembira, seperti baru mendapatkan penemuan hebat dunia, dengan hati yang buncah, saya menyusuri jalanan stadion, melewati lapangan yang tampaknya akan digelar pasar malam, dan akhirnya melaju hingga sampai rumah. 

Buku sejak dulu selalu menjadi tempat saya untuk membuang lelah yang paling terjangkau. Saya juga nggak tahu kenapa begitu. Biasanya sebagian orang kalau sedang kisruh tidak akan mendekati buku, kalau saya justru buku itu sendiri obatnya.

Entah bagaimana, buku yang saya baca saat saya sedang kisruh itu adalah bahasan yang sangat saya perlukan saat itu. Saya seperti mendapat nasihat langsung, atau pikiran baru yang meluruskan pikiran sesat saya sebelumnya. Itulah mengapa saya bisa menjadi sangat senang setelah mencari jawaban dari buku. 


Jadi, nggak papa kok lepas dari rutinitas biasanya barang sehari. Membuat jeda terkadang bisa membuat kita lebih waras dan siap dengan tantangan selanjutnya. Kalau kalian sedang burn out, kalian ngapain? Berbagi cerita ya. Heheh.


Selamat berakhir pekan dan selamat menjalani hari teman-teman pembaca blog sekalian. Tergantung kalian membaca tulisan ini kapan, hahahah. Akhir pekan ini saya habiskan dengan membaca buku redaktur Mojok yang tak lain adalah Mas Agus Mulyadi. Seperti yang kalian lihat di judul unggahan tulisan ini, bukunya berjudul Lambe Akrobat. 

Buku bersampul kuning ini terbagi dari dua bab yaitu keluarga hansip dan geng koplo. Bab pertama berisi 17 kisah, kisah tersebut menceritakan Mas Agus dengan Bapak dan keluarganya. Bab kedua berisi 16 cerita yang mengisahkan tentang Mas Agus dan teman-temannya.

Sesekali juga menceritakan tentang profesi Mas Agus sebelum menjadi redaktur Mojok. Seperti yang tertera di buku, beberapa nama disamarkan dan ternyata berdasarkan cerita nyata. 

Dalam buku ini Mas Agus banyak membahas tentang kehidupan yang dijalaninya, yang terkadang ironi namun tetap bermakna dan tentunya penuh canda. Tidak perlu waktu lama untuk menghabiskan buku Lambe Akrobat karena saya sangat menikmati setiap ceritanya. 

Banyak kenyataan-kenyataan hidup yang bisa dipelajari dari kisah yang ditulis lelaki asal Magelang ini. 

Sepertinya antara kelucuan dan pribadi Mas Agus sudah sangat akrab dan melekat kuat, sehingga apa yang terjadi dan tertulis, seironis apa pun tetap ada sisi humor yang tersangkut. Dari sekian banyak cerita rasanya hampir semua membuat saya tertawa keras nggak karuan.

Misalnya tentang Pesugihan Terlarang, saya rasanya pernah membaca kisah ini di unggahan sosial media Mas Agus, tapi yang saya tahu adalah mereka sedang berkumpul dan menceritakan hal mistis, saya tidak tahu akhir dari cerita itu seperti apa. 

Nah di buku Lambe Akrobat ini tercantum juga cerita tersebut, ternyata akhir dari cerita itu ya cukup menggelitik. 

Baca juga :  [Review Buku] Menari di Tengah Badai


Selanjutnya adalah cerita tentang Bapak Momong dan Sebuah Kesabaran. Saya cukup mengetahui bahwa momong anak kecil itu susah susah gampang. Menangisnya penuh isyarat dan tanda tanya dan tidak serta merta langsung bisa dibujuk supaya bisa diam dan tenang.
 
Tapi yang nggak habis pikir, Bapaknya Mas Agus yang sudah hilang kesabaran dalam menenangkan tangisan Mas Agus kecil akhirnya menyerah dan meletakkan Mas Agus kecil di tanah kebun depan rumah yang menyebabkan Mas Agus kecil menjadi pendiam dalam beberapa hari. 

Alhamdulillah sembuh setelah dibawa berobat ke orang pintar. Cerita ini membuat tawa saya pecah dan susah berhenti.


Dalam beberapa cerita yang sebenarnya lucu, saya mendadak terharu. Melihat Mas Agus begitu bisa menertawakan hari-hari sulitnya dan menjadikannya sebuah cerita. 

Ya dalam hidup banyak sekali tragedi-tragedi yang sebenarnya bisa ditertawakan sehingga tidak terlalu berat menjalaninya.  Lambe Akrobat sangat cocok untuk menjadi teman di akhir pekan. 

---------------------

Judul Buku : Lambe Akrobat

Penulis        : Agus Mulyadi

Penerbit      : Mojok



Belakangan ini saya lagi suka dengan tulisan-tulisannya redaktur Mojok yang tak lain dan tak bukan adalah Mas Agus Mulyadi. Mas Agus adalah seorang blogger dan penulis partikelir, begitu branding yang tertulis di akun media sosialnya. 

Semua tulisan Mas Agus yang ada di blog pribadinya, di kolom Mojok, facebook dan caption instagramnya juga saya baca. Alasannya sederhana, ya karena saya suka sekali dengan gaya tulisannya Mas Agus dan cukup menggambarkan tentang dirinya dan branding penulis partikelir.

Ditangan Mas Agus, peristiwa-peristiwa serius selalu bisa dipandang dari sisi konyolnya dan tidak susah apalagi sedih, bagi saya yang membaca tulisannya. Kalau sebagai yang menjalani kejadian, mungkin akan meringis juga, hahahah.

Baca juga : Gagal dan Arti Belajar



Akhirnya saya membeli buku Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih di Berdikari Book yang ada di Jalan Elang, Yogyakarta. Sekilas melihat judul buku ini, awalnya saya mengira akan berisi tips- tips memahami kekasih atau tips- tips supaya memiliki hubungan percintaan yang langgeng.

Namun ketika melihat ilustrasi gambarnya, tampaknya tidak mungkin buku ini berisi tips- tips tersebut. Ya gimana, seperti yang kalian lihat ilustrasinya adalah gambar Mas Agus yang sedang menghapus air mata kekasihnya, Mbak Kalis dengan taplak meja bermotif kotak-kotak seperti serbet.
 
Nampaknya dari ilustrasi ini dan khas tulisan Mas Agus, saya sudah punya gambaran lain tentang isi buku ini. Buku setebal 94 halaman ini bercerita tentang momen kekonyolan Mas Agus dan kekasihnya, Mbak Kalis. Mbak Kalis sendiri dalam pandangan saya adalah perempuan tegas, cerdas, dan bersahaja.

Membaca buku ini saya jadi melihat sisi lain dari Mbak Kalis yang sangat serasi dengan Mas Agus. Kisah-kisah cinta mereka yang dijalani dengan serius dan penuh humor itu memberikan tips secara tidak langsung pada saya perihal menjaga hubungan. Yaitu dengan memaklumi kekonyolan, hahaha. 


39 cerita dalam buku Sebuah Seni Memahami Kekasih ini sukses membuat saya terbahak tak terkontrol di sebuah kedai kopi, untung saja ruangannya sepi. Beberapa cerita dengan setting tempat dan kemiripan ceritanya mengingatkan pada momen-momen bersama spesial person di hatiku yang kebetulan kami sering berkeliling di daerah Kaliurang. 

Beberapa cerita yang hampir serupa, saya  kirimkan lewat Whatsapp dan ya jadi membaca buku dengan sesekali bernostalgia daring dengan dia yang sedang berada nun jauh di seberang pulau Jawa.

Kembali tentang buku Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih, buku ini juga dilengkapi ilustrasi nan lucu dan saya mengambil hikmah untuk perlu memastikan seseorang yang di samping saya bisa menerima segenap kelebihan dan kekonyolan diri ini, dan begitu juga sebaliknya. 

Selera humor, saling toleransi dan kesamaan pemahaman terhadap hal-hal prinsipil juga menyumbang kerekatan sebuah hubungan percintaan yang kalau dijalani dengan orang yang tepat bisa tambah bahagia, kalau dengan orang yang salah, tak jarang membuat mati muda dan nelangsa. 



-------------------

Judul Buku : Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih
Penulis        : Agus Mulyadi
Penerbit      : Shira Media
Harga          : Rp 50.000


Dikutip dari perkataan fenomenal Lao Tzu “Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah.” Teman-teman mungkin sudah familier ya dengan quotes dari Laoes Tzu ini.

Bahkan kutipan perkataan ini banyak sekali disisipkan di buku-buku pengembangan diri. Well, setiap ingin meraih sesuatu, langkah pertama adalah hal fundamental yang harus kita ketahui.


Banyak orang yang menginginkan perubahan dalam hidupnya, mencapai titik tertentu yang membuat hidup berkualitas dan lebih baik dari sebelumnya.

Namun banyak yang bertanya-tanya tentang langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Pengembangan diri adalah hal yang wajib dilakukan untuk terus hidup menjadi manusia seutuhnya, untuk mencapai hal tersebut ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Pengembangan diri perlu dilakukan agar bisa menjadi pribadi yang mampu bertahan dalam berbagai persoalan hidup.

Dengan mengembangakan diri, sesungguhnya manusia sedang berinvestasi untuk dirinya agar mampu memiliki kualitas diri yang baik. 

Semakin baik kualitas diri seseorang maka semakin baik pula ia bisa bertahan dan mampu menghadapi segala musim dalam hidup. Untuk itu perlu diketahui langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencapai pengembangan diri.

Setidaknya ada 5 langkah awal yang bisa dilakukan ketika ingin memulai mengembangkan diri Anda. 



Mengenali Diri Sendiri 


Mengenali diri sendiri merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai pengembangan diri. Dengan mengenali diri sendiri, kita jadi lebih mengetahui aspek kehidupan mana saja yang ingin dikembangkan, apa tujuan mengembangkan aspek tersebut, dan bagaimana cara yang ditempuh untuk mencapai kualitas terbaik dari aspek tersebut. 

Dengan mengenali diri, kita menjadi lebih peduli dan peka terhadap diri sendiri, mengetahui apa saja yang cocok dengan diri kita dan tidak memaksakan diri kita harus sama dengan orang lain. Sehingga ketika dalam proses pengembangan diri, kita hanya berfokus pada tujuan dan diri sendiri bukan fokus pada orang lain yang terkadang akan menggagalkan proses pengembangan diri kita. 

Dengan mengenali diri kita, kita juga bisa menerima kekurangan dan kelebihan kita lalu membawa keduanya menjadi versi terbaik dari diri kita.



Baca juga : Coaching dan Manfaatnya Bagi Pengembangan Diri

Menentukan Tujuan Hidup


Setelah berkenalan dengan diri sendiri langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan hidup. Hal ini penting sekali dilakukan karena dengan memiliki tujuan hidup yang jelas maka akan jelas juga langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. 

Jika tidak memiliki tujuan hidup, seseorang cenderung akan hidup apa adanya, tidak tertantang dan tidak berkembang.

Menentukan tujuan hidup juga tidak sembarang menentukan saja, banyak hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tujuan hidup.

Ketiga hal ini yang harus diperhatikan dalam menyusun tujuan hidup yaitu menyusun tujuan hidup dengan menggunakan metode SMART, menemukan core value kamu apa dalam hidup dan menentukan langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk tetap memastikan kamu berjalan sesuai tujuan hidup kamu. 

Beberapa pertanyaan ini akan membantu kamu untuk menemukan tujuan dalam hidupmu. kamu hanya memerlukan kertas kosong, pulpen dan waktu kontemplasi untuk menjawab pertanyaan ini. 

  • Hal apa yang membuat kamu bahagia?



Setiap orang memiliki hal yang membuatnya bahagia, dan kemungkinan akan berbeda dengan orang yang lainnya. Manusia adalah pribadi yang unik, untuk itu penting sekali mengetahui hal apa yang bisa membuat kita bahagia.

Dengan mengetahui apa yang membuat kita bahagia, kita akan fokus pada hal-hal tersebut dan tidak mudah iri dengan orang lain. karena kita tahu, apa yang membuat dia bahagia, belum tentu bisa membuat kita bahagia.

  • Apa kelebihan dan kekurangan kamu ?


Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, kan. untuk itu perlu sekali mengetahui kedua hal ini dalam diri kita.

Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan kita harapannya kita bisa bijak dalam menentukan langkah yang efektif untuk meningkatkan potensi diri. Jika ingin berubah menjadi lebih baik lagi, kita pun dengan mudah bisa mengetahui apa saja yang perlu kita tingkatkan dan kurangi dari diri kita.

  • Apa nilai atau prinsip yang kamu anut?


Nilai dan prinsip yang kita anut juga menyumbangkan pengaruh yang besar dalam hidup kita. perilaku, pemikiran, cara menghadapi situasi tertentu bergantung pada nilai dan prinsip yang kita anut. Untuk itu perlu sekali untuk mengetahui dan menetapkan nilai dan prinsip tersebut.

Dengan memiliki nilai dan prinsip dalam hidup, seseorang tidak mudah terikut arus pergaulan, arus politik, pertemanan dan sebagainya. Karena memiliki prinsip dan nilai yang pakem, seseorang bisa dengan bijak menyikapi dan menjalani hidupnya.


  • Hal apa yang benar-benar ingin kamu capai dalam hidup?


Dalam hidup tentunya kita memiliki hal-hal yang ingin dicapai, kan? Dengan mengetahui dan menuliskan hal tersebut dengan detail kita akan bisa mencari cara untuk mewujudkannya.

Apakah hal tersebut sudah sesuai dengan tujuan hidup kita? Apakah hal tersebut membuat kita bahagia? Akan sangat berbahaya jika kita tidak mengetahu hal-hal apa yang ingin kita capai, dan membiarkan hidup mengalir saja.

  • Bagaimana kamu memperlakukan fisik kamu?


Untuk mencapai pengembangan diri, fisik adalah faktor penting yang tidak bisa kita lupakan. fisik adalah kendaraan kita dalam menjalani hidup. Fisik yang sehat dan kuat akan memudahkan kita mencapai tujuan kita.

Jadi, mulai perhatikan asupan yang diberikan kepada tubuh, menjaga kebugaran, dan bersikap baik dengan diri sendiri.

Memiliki Pikiran yang Terbuka


Belakangan ini kita sering sekali mendengar kata open minded atau pikiran yang terbuka. Apa sebenarnya arti dari pikiran terbuka itu? Apakah dengan berbicara menggunakan kata-kata asing yang membuat terlihat keren, atau orang yang memiliki pemikiran yang bebas, ataukah pemikiran yang kebarat-baratan? 

Pemikiran terbuka adalah ketika seseorang bisa menerima, memahami, pemikiran atau pendapat dari orang lain yang berbeda dengannya. Lawan dari pemikiran yang terbuka adalah pemikiran yang tertutup, yang mana orang-orang yang berpikiran tertutup tidak menerima pendapat yang berbeda dengan pendapatnya. 

Pemikiran yang tertutup berbahaya untuk proses pengembangan diri, karena tidak mudah untuk menerima pendapat orang lain maka pemikiran seseorang yang tertutup tidak berkembang dan sulit untuk maju.

Sedangkan orang yang memiliki pemikiran terbuka mereka akan menerima terlebih dahulu pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut berbeda dengan pendapatnya lalu mencerna dan mengambil sikap. 

Hal ini sangat penting karena terkadang kita bisa menemukan ide terbaik dengan terbuka terhadap ide-ide yang berbeda dengan kita dan terlihat mustahil.

Mencoba Hal Baru


Dalam buku Seneca yang berjudul Tentang Hidup yang Singkat, terdapat kutipan dari sang Filsuf bahwa didunia ini tidak ada hal yang benar-benar baru. Semua sudah pernah ada dari zaman dahulu, hanya saja dilakukan improvisasi oleh orang-orang di masa depan. 

Kita dibentuk oleh lingkungan yang menjaga kita dari pengambilan risiko tinggi, hidup dalam kenyamanan rutinitas dan lingkungan yang tidak percaya kemampuan kita.Terkadang juga kita sendirilah yang menghambat diri untuk mengambil risiko. 

Tidak jarang banyak penyesalan bermunculan di hari tua. Menyesal karena tidak mencoba skill tertentu, menyesal tidak bekerja lebih giat, menyesal tidak belajar investasi, dan penyesalan lain yang hanya membawa pada angan-angan. 

Sebelum usia menua, cobalah hal-hal yang ingin sekali kamu coba, jika gagal maka kamu akan belajar, dan jika berhasil kamu akan melanjutkannya dengan berani dan dengan pengetahuan yang baru. 



Membentuk Kebiasaan Baru

Membentuk kebiasaan baru adalah tujuan dari pengembangan diri. Setiap orang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang tidak produktif dan menghambat pencapaiannya, untuk itu perlu sekali memaksa diri untuk beranjak membentuk kebiasaan baru.

Kebiasaan baru tidak serta merta akan terbentuk tanpa adanya pengulangan dan niat yang kuat. 

Ada tiga hal yang menjadi alasan kuat kenapa kamu harus membentuk kebiasaan baru. Pertama, karena kebiasaan adalah kunci dari ekspertis.

Orang-orang yang ahli di satu bidang, orang yang sudah sampai pada puncak kejayaan, pasti memiliki kebiasaan yang sedari lama sudah mereka lakukan. Dan kebiasaan itu menghantarkannya pada posisinya saat ini. 

Kedua, kebiasaan membentuk identitas. Kita dikenali dengan orang sekitar salah satunya dengan kebiasaan yang kita lakukan, bayangkan saja jika kamu memiliki kebiasaan yang buruk dan kamu akan dikenali dengan kebiasaan tersebut.

Tentu kita ingin memiliki citra baik dimata lingkungan, untuk  itu mulailah membentuk kebiasaan baru agar tercipta citra positif tentang kamu di lingkunganmu. 

Ketiga, memiliki hidup yang teratur. Dengan memiliki kebiasaan yang positif, kita akan memiliki hidup yang teratur. Otak manusia suka sekali dengan hal yang otomatis, termasuk kebiasaan.

Tidak perlu berlama-lama dalam menentukan kegiatan harian, dan mengambil keputusan. Dengan adanya rutinitas maka akan semakin mudah untuk memiliki kehidupan yang teratur. 

Kelima hal ini berkaitan dari satu dengan yang lainnya. untuk mencapai pengembangan diri, kamu perlu untuk memulai langkah dan mengikuti langkah-langkah selanjutnya.

Selain itu kamu juga membutuhkan konsistensi dan harus bisa berkomitmen dengan dirimu sendiri. Selamat mencoba!


Tidak terasa ya kita sudah ada di penghujung 2020. Hmmm aku ingin flashback sepanjang tahun 2020 di tulisan ini, ya untuk refleksi dan pelajaran di tahun-tahun yang akan datang. Pertama kali kembang api tahun 2020 kemarin meledak, aku nggak pernah akan menyangka akan banyak sekali kejadian-kejadian di luar ekspektasi sepanjang tahun ini. 

Mungkin kalian juga, kan. Banyak cerita-cerita yang kubaca dari instagram, twitter, quora, tentang perjuangan selama satu tahun ini, dan ya ini tahun yang nggak mudah untuk kita semua. Meskipun banyak tantangan, kesulitan, dan jatuh bangunnya, di tahun ini juga banyak sekali hal yang bisa disyukuri. 

Pandemi

2020 disambut dengan pandemi, rasa takut, kehilangan dan gaya hidup baru. Nggak pernah menyangka kalau sekolah bakal dilakukan secara daring, pun begitu dengan kerja, ekonomi carut-marut, semua berjuang bertahan hidup di kondisi yang nggak mudah ini. 

Awal pandemi datang aku juga merasakan kerja di rumah, seminggu pertama masih bisa menikmati dan mulai masuk minggu ke dua aku mulai resah. 

Aku bukan orang yang bisa berlama-lama dalam kamar (aku ngekost guys) untuk mengerjakan tugas, karena di kamar itu pasti godaan rebahannya kuat sekali, wkwkw. Biasanya aku akan membawa tugas dan kerjaan ke kedai kopi, disana aku bisa fokus dan menuntaskan semua kerjaan. 

Tapi hal tersebut tidak mudah dilakukan di masa pandemi, banyang-banyang berita tentang virus ini begitu kuat dan menjadi ketakutan. 

Dari sini aku belajar mendidik diri sendiri agar bisa cepat beradaptasi dalam berbagai kondisi. Ya misalnya biasanya mengerjakan tugas di kedai kopi, aku harus memaksakan diriku untuk mengerjakannya di rumah ataupun di kamar. 

Belum lagi banyak rencana yang mundur karena adanya pandemi, Lagi-lagi aku merasa harus fleksibel untuk membuat rencana lain yang bisa dilakukan walaupun pandemi. 

Yups dari masa pandemi ini aku belajar untuk fleksibel, memanfaatkan hambatan menjadi peluang, cerdas dalam mengolah informasi yang didapat dan gaya hidup bersih serta sehat.

Di masa pandemi ini juga aku memiliki kualitas waktu yang baik dengan keluarga, pertama kalinya sahur pertama bersama setelah sekian lama merantau, dan full bulan Ramadhan bersama. Alhamdulillah.

Baca juga : Apa Yang Salah Dengan Cinta?. Nasib Cinta Pasca Menikah



Upgrade Diri

Tahun ini juga tahun yang penting bagi pertumbuhan pribadiku. Setelah tahun-tahun sebelumnya yang berjalan sangat tidak jelas bagiku, dihantui banyak sekali ketakutan, kecacatan berpikir, perilaku yang buruk dan angan-angan untuk berubah. Tahun ini aku memberanikan diri untuk meninggalkan kebiasaan lama dan menantang diriku untuk bertumbuh. 

Beruntung aku dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa sekali dan mengalami perubahan drastis. Aku nggak pernah menyangka bahwa tahun ini menjadi tahun yang mengubah banyak hidupku dari segala sisi. 

Melepaskan ketakutan dan berhenti mengkritik kejam diriku memang dua hal yang amat sangat ingin kutinggalkan namun selalu belum berhasil, dan tahun ini aku mengalami perubahan yang signifikan untuk keduanya. 

Mulai mencintai dan menerima diri, mulai berani menantang diri dan mengambil kesempatan, ahhh 2020 membuat jiwaku glow up, hahaha. Seperti yang pernah kutuliskan disini, aku begitu bersyukur menjadi bagian dari 20 orang ini. 


Selesai Study

Salah satu hal yang amat sangat paling aku syukuri tahun ini wkwkwk, ya bayangin aja harusnya sih sudah selesai dari 2018,  tapi malah nambah semester sampai 2020. Hmmmm menulis skripsi bagiku bukan sekadar syarat menjadi sarjana saja, tapi juga perjalanan menuju dewasa. Selama penulisan skripsi banyak hal yang terjadi di hidupku. 

Banyaknya pertanyaan dari orang lain, meragukan diri sendiri, menarik diri, mulai nyaman dengan diri sendiri, dan jadi orang yang bisa mengapresiasi orang lain. Dari proses mengerjakan skripsi juga yang membuat bangkit dari keadaan-keadaan tersebut dan alhamdulillah sudah jauh lebih baik.

Stress mengerjakan skripsi yang kukira akan membuatku mati wkwk, ternyata malah menjadi gerbang ke pintu-pintu rezeki lain. Malu rasanya pernah mengeluh berada di posisi ini, setelah melewatinya dengan utuh baru tersadar apa maksud Tuhan memberi jalan ini padaku, thanks God!



Tiga hal tersebut kejadian-kejadian yang jadi highlight di 2020 ini, adapun kejadian lain turut memberikan sumbangan pengalaman bagi diri ini. Semoga tahun depan dan selanjutnya dikuatkan pundak dan langkah dalam menjalaninya. 

Baik buruk dan keadaan tergantung bagaimana kita memberinya nilai, dan mengupayakan sesuatu di dalamnya. 

Bahkan, kita bisa mengubah keadaan sulit menjadi menguntungkan. Yuk, upgrade mindset, upgrade ilmu, biar lihai menghadapi berbagai cuaca dalam kehidupan. Selamat Berlibur dan Selamat Tahun Baru Teman-teman! I am Ready for 2021. 

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Annisa Khairiyyah Rahmi. A self development & Lifestyle Blogger .

SUBSCRIBE & FOLLOW

Categories

  • Beauty 2
  • Blog 9
  • Book 18
  • BPN Ramadan 2022 12
  • Competition 1
  • Guest Post 1
  • Lifestyle 8
  • Mom Life 2
  • Parenting 2
  • Personal 11
  • Relationship 2
  • Self Development 12
  • Travel 12
  • Women Empowerment 2
Diberdayakan oleh Blogger.

Komunitas

Komunitas

Komunitas

 


Komunitas


 

Komunitas

BloggerHub Indonesia

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates