29/06/24

[Review Buku] Milk and Honey By Rupi Kaur

Juni 29, 2024 3 Comments
Sebenarnya sudah lama sekali ingin membaca keseluruhan isi buku ini, selama ini cuma membaca beberapa halaman saja ketika berkunjung ke Gramedia. Nggak tahu juga kenapa rasanya belum ingin membelinya. Pada kesempatan berkunjung ke Rumah Berdikari, buku perempuan asal India ini turut terpajang di rak di antara buku-buku yang lain. 

Perlahan meraih buku ini dan mempersiapkan tempat duduk paling nyaman. karena hari itu adalah hari istirahatku, jadi aku ingin menikmati puisi Rupi Kaur dari buku pertamanya ini dengan khidmat. Iihirr, hahaha. 



Perjalanan menjadi manusia

Milk and Honey berisi prosa-prosa indah tentang perjalanan menjadi manusia. Mengapa? karena sepanjang menjadi manusia kurasa kita pernah melewati luka, cinta, kehancuran dan hari baru. Yaps, buku ini berisi empat bab tersebut. 

Siapa pun pernah mengalami luka. Entah disebabkan oleh apa, entah karena cinta, pengkhianatan, disia siakan, diragukan, bahkan dilecehkan. Luka- luka tersebut menganga lebar dan harus disembuhkan. Proses penyembuhannya pun memakan waktu dan tenaga. Lihat saja ketika putus cinta, berapa lama kita bisa ikhlas melepasnya. 

Puisi- puisi Rupi Kaur sangat dalam dan menohok. Beberapa kali ku menepuk dada karena merasa sungguh tersentuh dan terperanjat. Puisi ini juga dilengkapi ilustrasi yang berani karya Rupi juga. Makanya buku ini diperuntukkan pada usia 17+. Selain lihai merajut kata, Rupi juga lihat melukis.

                                               

Luka

Terluka bagi siapa pun tetap tidak ada nyamannya. Luka tersebut terkadang berasal dari orang-orang terdekat kita, dari orang-orang yang kita sayang, dari mereka yang di pundaknya kita letakkan harapan, bahkan kehidupan. 

Rupi mengemas kejadian yang sering di alami perempuan dalam menerima luka menjadi puisi. Dari sini aku belajar begitu banyak di luar sana kejadian yang berpotensi membuat perempuan terluka. 

Bahkan dirinya sendiri juga bisa membuat luka, ya dengan menggantungkan harapan pada seseorang yang di sebutnya cinta. 

Dengan keegoisan untuk memiliki apa yang sebenarnya tidak sesuai dengan diri. memaksakan cinta harus di rayakan. Ya, jadi lebih waspada ya, Girls.



Cinta

Kemudian cinta. Bab kedua dari buku Milk and Honey adalah bab cinta. Bab ini di awali dengan puisi tentang perempuan.  Ibu. Tempat awal kehidupan bermula. Ibu adalah sumber terkuat dalam memberi cinta dan menjelaskan cinta kepada putrinya. 

Puisi pada bab ini menyuarakan cinta dengan ragam pergolakannya, yang diinginkan manusia dari cinta dan cinta itu sendiri. 

Sering kali kita merasa sakit dalam mencintai, padahal cinta tidaklah menyakitkan. Jika tersakiti, mungkin kita sedang menjalin cinta dengan orang yang salah. Terlalu banyak menuntut dan memanfaatkan lalu pergi meninggalkan. Pedih coyyyy. 

Cinta tak jarang juga membuat kita merasa hancur atau benar-benar hancur. Entah karena salah memilih pilihan, mencintai orang yang salah hingga bagaimana  memperlakukan seorang wanita atas nama cinta. 



Hancur

Kehancuran tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterima apalagi buru-buru bangkit darinya. Perlu menemukan diri sendiri untuk melakukan itu semua. Ya, pada akhirnya cinta bermuara di diri sendiri. Dengan mencintai dan menerima diri, kita bisa memberikan cinta ke luar diri. Kepada orang lain. 

Puisi pada buku yang sangat laris di dunia ini memberikan kesadaran, kekuatan, dan bisa memulihkan luka yang mungkin sedang dialami pembacanya. 

Setelah membaca buku ini aku jadi yakin untuk mempertahankan apa yang membuat diri ini berkembang dan melepaskan segala hal termasuk manusia yang membuat tersakiti dan menghambat.


 

Hari baru

Bab terakhir dari buku ini adalah hari baru. Setelah diajak mengingat dan merasakan kejadian di masa lalu, pembaca diajak untuk membuka lembaran hari baru. Pada bab ini aku merasakan kekuatan yang penuh ketika membacanya. 

Pasalnya Rupi menuliskan puisi yang mengisyaratkan harapan bagi siapa pun yang sudah berhasil merengkuh masa lalu dan membasuh lukanya. Pada akhirnya yang bisa menyembuhkan luka kita, adalah diri kita sendiri. 

Dengan mengakui, menyadari apa yang sudah kita lakukan di masa lalu dan mau memaafkan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki sisi tergelapnya dalam menjalani hidup, tak mengapa, kita manusia, sempurna karena ketidaksempurnaannya. 

Mungkin di antara kalian sudah ada yang membaca buku ini? Boleh dong berbagi di kolom komentar gimana pengalaman kalian. Menurutku, Rupi sangat jago ya menjadikan puisi dari fenomena sehari-hari, kejadian yang sangat dekat dengan kita. Puisi juga bisa menjadi healing dan rilis emosi, seperti buku ini. 

28/06/24

Tentang Jogja dan Perjalanan Menggapai Sarjana

Juni 28, 2024 2 Comments
Tentang Jogja dan Perjalanan Menggapai Sarjana


Belakangan aku suka mengingat momen ketika kuliah dulu. Masih ingat pertama kali menginjakkan kaki di Jogja untuk kuliah. Berkenalan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Awalnya aku sempat tidak mau berbicara dan menjadi pendiam. Tau nggak kenapa?.... Karena ada yang sakit hati dengan cara bicaraku. 

Maklum saja, namanya juga baru keluar dari tanah Sumatera dan logat Medan yang masih kental. Kejadian tersebut membuatku pilih-pilih teman. Aku memang berteman dengan siapa saja, namun dengan teman yang kedekatan dan intensitas komunikasinya sering kulakukan tidak jauh-jauh dari orang Medan, Makassar, Kalimantan dan Timur Indonesia. 

Selain bahasa dan logat biara, makanan adalah salah satu culture shock yang amat terasa. Aku tidak pernah memakan soto yang kuah dan nasinya dicampurkan. Tetapi aku harus terbiasa akan hal tersebut. Awal-awal beradaptasi, aku selalu memakan nasi padang. 

Cuma nasi padang yang mengerti kegalauan lidahku saat itu. Perlahan tapi pasti, aku mulai belajar memakan makanan selain nasi padang. Meski memakan waktu yang tidak sebentar, akhirnya lidahku mulai bisa memakan makanan khas Jogja. Mungkin lidahku juga bosan setiap hari selalu mencecap kuah gulai dan ayam sambal. 

Tentang Jogja dan Perjalanan Menggapai Sarjana


Serba Serbi Anak Kos dan Ibu Kos yang Galak

Karena tidak memiliki saudara yang rumahnya bisa dijadikan tempat tinggal, jadilah aku menghuni satu kamar kos di daerah kampusku. Kos yang kuhuni merupakan kos yang terbilang paling bagus di jamannya. 

Awal mula kos di sana tidak ada masalah yang berarti. Penjaga kos yang baik hati dan tidak terlalu mencampuri urusan anak kosnya, terlebih urusan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kos. Namun keadaan yang serba enak tersebut tidak berlangsung lama. Sang penjaga kos harus pindah. 

Karena kos tidak ada yang menjaga, jadilah pemilik kos yang kutempati rajin berkunjung memantau kosnya. Ibu kosku itu sudah lumayan berumur namun sisa sisa jiwa guru dan mahasiswanya masih melekat dalam dirinya. 

Peraturan mulai banyak. Kami tidak lagi boleh membawa teman ke kos. Bahkan berkunjung pun tidak boleh. Kamarku yang tadinya diisi oleh banyak teman, mendadak sepi. Pernah juga aku dan teman-temanku menyembunyikan tamu kami di dalam tumpukan kasur karena ibu kos sedang datang memeriksa ruangan kamar. 

Hampir saja tamu tersebut pingsan, karena ternyata si ibu kos tidak hanya berkunjung dan memeriksa ruangan, ia juga bercerita panjang tentang dirinya, masa lalunya dan tidak lupa memberikan kami wejangan. Selama cerita tersebut disampaikan ibu kos, yang aku pikirkan adalah keadaan tamu kami di tumpukan kasur. Untung saja dia baik-baik saja. 

Kegalakan ibu kos semakin menjadi jadi dan akhirnya kami semua pindah dari kos tersebut. Agak sedih sih meninggalkan kamar pertama. Tempat pertama membangun mimpi dan menenangkan diri. 

Tentang Jogja dan Perjalanan Menggapai Sarjana



Kegiatan Relawan yang Melembutkan Hati

Kegiatan belajarku diselingi dengan kegiatan relawan. Aku lupa kenapa tergerak untuk mencari kumpulan relawan yang ada di Jogja. Yang jelas, setiap tahun ajaran baru, aku selalu memasuki satu klub relawan. 

Pernah menjadi relawan kepada anak-anak di pinggir kali, anak anak jalanan, hingga relawan bagi anak-anak yang mengalami penyakit serius namun terbatas untuk berobat. Banyak hal yang kupelajari dari kegiatan tersebut. Terutama tentang rasa syukur akan segala nikmat yang sudah kurasakan.

Rumah Sakit Sardjito menjadi kunjungan rutinku setiap hari Selasa. Di sana aku akan mendampingi orang tua binaan komunitas yang ingin mengobatkan anaknya. Terkadang ada datang dari daerah-daerah di pulau Jawa, tapi tidak jarang juga mereka datang dari seberang pulau.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana anak-anak itu menghabiskan masa kecilnya, masa bermain  dan sekolahnya di atas tempat tidur rumah sakit sambil menunggu suntikan demi suntikan. 

Drama Skripsi dan Benci Acara Wisuda

Aku menghabiskan masa kuliah cukup lama, mentok sampai 13 semester. Itu sebabnya jika ada yang berani menanyaku dengan pertanyaan "Sudah semester berapa sekarang," maka aku akan menjawab. "Aku lagi semester pendalaman."

Kendala skripsi bermula dari nilai ujian salah satu mata kuliah yang kuambil tidak kunjung keluar. Entah lulus, atau mengulang aku tidak pernah tahu. Sudah berulang kali kuurus kepada pihak Program Studi, hasilnya tetap nihil. 

Akhirnya aku mengulang kembali mata kuliah tersebut dan bisa dipastikan semua jadwal seminar dan sidangku menunggak karena kelas tersebut. Masa-masa menunggu seminar proposal kuhabiskan dengan mengulang mata kuliah yang tersebut sambil mencari ilmu dan pengalaman di luar. 

Aku mulai rajin mengikuti seminar dan pelatihan pengembangan diri. Perlahan lingkar pertemananku berubah dan aku selalu membenci acara wisuda di kampusku. Kalau kalian tanya kenapa, sudah jelas karena aku bukan salah satu wisudawan yang akan diwisuda, hahahah. 

Perlahan kebencian itu hilang, aku sudah menikmati semua proses skripsi dan pengembangan diriku. Baik di bagian senangnya, maupun di bagian getir susahnya. Toh semua sudah terjadi, jadi ya nikmati saja. 

Akhirnya aku menyelesaikan drama per-skripsi-an itu pada tahun 2021, tepat dua minggu sebelum aku menikah. 

Tentang Jogja dan Perjalanan Menggapai Sarjana


Menjadi Kenangan

Perjalanan membangun mimpi di tanah rantau selalu menjadi cerita menarik. Nostalgia dengan kenangan dan tempat-tempat yang pernah dikunjungi bersama teman-teman, bahkan ruas-ruas jalan yang menyaksikan kesedihan atau perjuangan. 

Hambatan dan kesulitan yang kuhadapi selama merantau terkadang berguna menjadi pengingat, kalau sebelum kesulitan saat ini, aku pernah menghadapi kesulitan yang serupa dan berhasil lolos darinya. 

Terima kasih sudah membaca, silakan berbagi cerita perantauan kalian di kolom komentar ya. See You. 

26/06/24

Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening

Juni 26, 2024 4 Comments
Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening- Sukses dengan produk bodycare- nya, Scarlett Whitening melebarkan sayap untuk memproduksi rangkaian facecare atau perawatan wajah. Puas dengan hasil penggunaan produk perawatan tubuh dari Scarlett, aku lantas penasaran dengan produk perawatan wajah dari brand skincare milik Felicya Angelista ini. 

Scarlett Whitening mengeluarkan dua jenis perawatan wajah, yaitu Brightly Series dan Acne Series. Dikarenakan kebutuhan kulitku yang kering dan agak kusam, cocok dengan klaim Brightly Series, maka aku mencoba semua rangkaian perawatan wajahnya seperti Brightening Facial Wash, Brightly Ever After Serum, Night dan Day Cream, juga Brightly Essence Tonernya. 

Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening



Tentunya produk di atas akan kubuatkan ulasan terpisah dengan produk Brightening Facial Wash ini. Memilih sabun wajah tidak kalah penting dengan memilih rangkaian perawatan wajah lainnya. Pasalnya, jika salah menggunakan, bisa bisa kulit wajah menjadi kering sekali dan berjerawat.

Jadi, seperti apa pengalaman menggunakan Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening di kulitku? Simak ulasan ini sampai habis, ya Gengsss....

      Scarlett Brightening Facial Wash


Dikemas dengan sangat cantik dan apik, Brightening Facial Wash hadir dalam botol berbahan plastik yang dilengkapi dengan tutup flip top. Ukuran kemasan yang slim, handy dan travel friendly ini cukup kuat dan tidak gampang tumpah. 

Bahkan jika dimasukkan ke dalam kantong peralatan mandi, facial wash ini masih aman dan tidak tumpah. Butiran kelopak bunga mawar atau Rose Petal turut menambah kesan manis dan estetik produk ini. Tidak hanya hadir sebagai penghias, Rose Petal juga turut memberikan manfaat saat mencuci wajah dengan Brightening Facial Wash. 


Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening



Ingredients

Aqua, Demineralisata, Coconut Fatty Acid Diethanolamide, Glycerin, Rosa Canina Flower, Cocamidopropyl, Betaine Ammonium Salt, Niacinamide, Glutathione, Tocopheryl Acetate (Vitamin E), Acryltes Copolymer, Aloe Vera Leaf Extract, Triisopropanolamine, Dmdm Hydantoin, Edta, Glass Beads.



Key Ingredients

Produk Brightening Facial Wash memiliki 4 kandungan utama yaitu Vitamin E, Gluthation, Aloe Vera dan Rose Petal. 

Setiap kandungan memiliki khasiatnya masing-masing dan saling melengkapi dalam membersihkan, melembapkan kulit wajah, dan membantu menyejukkan kulit yang teriritasi ringan. 

Vitamin E berfungsi untuk mengurangi peradangan, membantu pembentukan kolagen, hingga meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit. Manfaat ini didapat karena vitamin E yang dikonsumsi akan diserap oleh lapisan epidermis kulit dan digunakan untuk memperbaiki kulit yang mengalami kerusakan.

Gluthation hampir menjadi kandungan utama di produk besutan Scarett Whitening. Gluthation berfungsi untuk membantu mencerahkan wajah. 

Selain untuk mencerahkan wajah, Gluthation juga berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan sangat dibutuhkan untuk melawan hiperpigmentasi akibat paparan sinar UV. 

Di mana jika kulit kita sudah terpapar sinar UV secara langsung dan terus-terusan, maka noda bekas jerawat akan semakin menghitam. 

Aloe Vera turut membantu mencerahkan wajah, mengurangi peradangan jerawat, membantu menghilangkan bintik hitam di wajah, melembapkan kulit, dan mengurangi risiko penuaan dini. 

Rose Petal si cantik yang membuat facial wash ini nampak estetik dan mewah. Tidak hanya sebagai pemanis, kelopak mawar juga menambah kesegaran seusai mencuci wajah. Jadi, ketika mencuci wajah dengan  Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening, kulit terasa segar, lembap dan tidak ada sensasi ketat hingga tertarik. 


                         Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening


Klaim

Scarlett Whitening mengklaim produk facial wash mereka ini dapat membantu membersihkan kulit wajah, membantu menjaga kelembapan kulit dan elastisitas kulit wajah, juga mampu menyejukkan kulit yang teriritasi ringan. 

Apakah hasil penggunaan Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening, sesuai dengan klaimnya? Baca artikelnya sampai habis ya Gengs....

Pengalaman Menggunakan Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening

Seperti yang sudah kujelaskan di atas, kondisi kulitku sebelum menggunakan sabun wajah ini kering sekali. Saat ini sudah berjalan hampir dua minggu pemakaian Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening, aku merasa kulitku semakin lembap dan kenyal. 

Tentu perubahan tersebut juga dibantu dengan rangkaian skincare lainnya. Namun,  Aku pernah mencoba beberapa sabun cuci wajah, dan kurang nyaman dengan efek kesatnya. Karena kulitku akan kering sekali. Selama memakai  Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening aku suka dan kulit keringku perlahan menjadi lembap. 

Tidak kesat bukan berarti tidak bersih ya Gengs.... 

Review Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening

Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) sehingga aman digunakan untuk kalian yang memiliki kulit wajah yang sensitif. Aku juga suka aroma dari Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening. 

Karena mengandung kelopak bunga mawar, maka aroma sabun cuci muka ini juga lembut, semerbak mawar yang menenangkan dan memberi kesegaran. 

Jadi, selama aku menggunakan Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening, hasil dan khasiatnya sesuai dengan klaim yang mereka berikan, ya. 

Jika kalian memiliki masalah kulit yang sama denganku, bisa mencoba series sabun cuci wajah Brightening Facial Wash ini. Jika kalian memiliki masalah jerawat di wajah, bisa menggunakan yang series Acne, ya. 

Produk skincare Brightening Facial Wash dari Scarlett Whitening ini bisa kalian dapatkan di official store mereka di e-commerce kesayangan kalian, atau di Instagram mereka. Hati-hati ketika membeli dan jangan lupa perhatikan keaslian produknya ya, selamat mencoba.....

Baca Juga






25/06/24

Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dilewatkan

Juni 25, 2024 5 Comments
Setelah sekian lama tidak pernah camping lagi, akhirnya aku kembali merasakan dinginnya udara malam di alam terbuka, dan hangatnya tidur di dalam tenda. Kalau semasa menjadi mahasiswa, tidak usah ditanya lagi. Setiap hari Sabtu dan Minggu sudah pasti sedang camping.

Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan


Serunya camping kali ini karena aku sudah tidak perlu membuat orang tuaku khawatir lagi karena anaknya pergi terus ke alam terbuka. Menginap, di tenda pula. Sekarang mereka tidak perlu khawatir lagi, karena ada menantunya yang menjagaku, ditambah cucunya juga. 

Kami berangkat dari rumah, selepas shalat Isya. Lalu sampai ddi Waduk Sermo dua jam kemudian. Sebenarnya itu waktu tempuh yang lama, sebab seharusnya kami bisa sampai dalam waktu satu setengah jam saja. Lalu, kenapa bisa sampai dua jam? Apalagi kalau bukan tersasar karena ngikutin Google Maps. Ampun.

Akhirnya kami minta jemput dengan teman- teman yang sudah di lokasi sejak tadi. Jadi kami sampai lebih cepat. Sesmapainya di Waduk Sermo, kami langsung disambut dengan nyanyian dan alunan gitar. Karena kami datang membawa daging qurban, yang rencananya akan dijadikan sate. Sudah terbayang bagaimana serunya membakar sate dan menyantapnya di bawah gemerlapan bintang dan berbincang bersama teman-teman. Sungguh rindu sekali rasanya.

Bercerita Hingga Pagi, Nostalgia Masa Kuliah


Kalau sudah bertemu dengan teman-teman, terlebih menginap di suatu tempat, sudah pasti seketika mata tidak akan mengantuk. Kami menghabiskan malam itu dengan bertukar menyantap rawon, bermain gitar dan tentunya bertukar cerita. 

Bersyukur Shanum sudah tertidur pulas di dalam tenda, jadi kami berdua bisa bebas bercerita sampai pagi. Namanya juga cerita, banyak sekali yang di bahas. Mulai dari masalah di organisasi, masalah pribadi, sampai cerita tentang demit atau hantu.

Rasanya cerita tentang demit ini tidak ada habisnya kalau dibahas, ada-ada saja pengalaman orang yang mengaku pernah bersinggungan dengan demit. Entah diganggu atau merasa memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain. 

Salah satu temanku bercerita, kalau mereka pernah menghuni sebuah kontrakan di daerah dekat salah satu  kampus di Jogja. Di kontrakan tersebut mereka kerap diganggu makhluk tak kasat mata. Namun, demit nya ini cukup humoris. Ketika memasuki tubuh seorang dari anggota kontrakan tersebut yang disinyalir memiliki kepekaan terhadap hal mistis, sang demit selalu meminta es jeruk. Apa dia juga merasakan hawa panas Jogja, ya hahaa. 

Di lain kesempatan, teman yang berbeda bercerita kalau dia memiliki firasat yang cukup kuat tentang sesuatu yang akan terjadi. Cerita demi cerita tentang firasatnya dia ceritakan. Sampai di satu kesempatan, aku ingin buang air besar. Memang dasar perut yang tidak bisa diajak kompromi. Bisa-bisanya di tengah cerita seram begini dia ingin mengeluarkan sesuatu.

Panggilan alam tidak bisa ditolak, akhirnya aku berdiri dan ingin bergegas ke kamar mandi. Aku lantas mengajak suamiku. Belum sempat suamiku menanggapi ajakanku, temanku yang tadi bercerita memiliki firasat yang sensitif itu langsung berdiri dan mengajakku ke kamar mandi. Dia ingin buang air kecil katanya. 

Akhirnya kami berdua pergi ke kamar mandi. Aku sengaja tidak memakai sendal karena takut terjatuh akibat licin. Nah,  ketika melihatku bertelanjang kaki, temanku ini langsung nyeletuk.

Kak, nggak pakai sendal? Nanti kena duri lo.

Aku langsung menepis kata-katanya. 

Heisssh, jangan ngomong gitu dong. Ntar kejadian lagi.

Kami berdua berjalan ke kamar mandi yang tidak begitu jauh dari lokasi. Kegiatan buang air itu berjalan lancar. Kamar mandi di Waduk Sermo ini cukup bersih dan banyak. Jadi tidak sampai antre meski ramai yang ingin buang air. Setelah selesai dari kemar mandi, kami bergegas kembali ke tenda. 

Di jalan kembalinya ke tenda, barulah aku menyadari sesuatu. Yaps, kakiku kena duri. Untungnya tidak terlalu dalam dan tidak berbahaya.

Sesampainya di tenda, kami melanjutkan cerita tentang perkuliahan. Ada yang merasa pusing karena menghadapi dosen yang tidak kooperatif dalam proses mengerjakan tugas akhir, ada pula yang bercerita tentang betapa terkejutnya dia ketika memasuki hari-hari pertama kuliah. Karena bayangannya kuliah itu seindah cerita di novel teenlit dan FTV. 

Sebagai senior yang baik dan sudah kenyang dengan asam garam drama skripsi, aku lantas memberikan masukan dan semangat ke adik-adikku itu. Skripsi itu sangatlah mudah, sangat mudah. Kalau kita sudah berhasil melewatinya. Namun, kalau masih dalam tahap mengerjakannya, ya memang menantang sekali. Terlebih harus berhubungan dengan dosen yang tidak kooperatif dan seenaknya sendiri. Tambah sulit lah skripsi tersebut.

Apapun itu kendalanya, bagi teman-teman yang mungkin masih menjadi mahasiswa dan tengah bergelut dengan tugas akhir. Pesanku, kerjakan dengan baik apa yang menjadi tugasmu dan apa apa yang ada dalam kendalimu. Selebihnya, berdoalah agar kamu ditemukan dengan orang-orang yang memudahkan jalanmu dalam menyusun tugas akhir.

Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan


Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan


Menikmati Sunrise dan Suasana Waduk Sermo di Pagi Hari


Momen sunrise selalu menjadi momen yang kutunggu ketika camping. Entah di gunung ketika muncak, atau di pantai. Cahaya matahari pagi yang masih mengintip malu-malu itu selalu indah jika dipandang dan dipotret. Pun jika cahayanya sudah muncul sempurna, sekeliling menjadi hangat dan pantulan sinarnya nampak di permukaan air waduk. 

Setiap pagi akan ada dua sampan yang keliling Waduk Sermo. Sampan tersebut mencari penumpang, barangkali ada di antara para orang yang berkemah ingin berkeliling waduk. Untuk satu kali perjalanan cukup membayar Rp10.000 per orang dan akan dibawa jalan-jalan keliling Waduk Sermo yang luas. 

Suasana alam khas pedesaan lekat terasa di Waduk Sermo. Jejeran pohon kelapa yang tumbuh di pinggir jalan, jalan aspal yang mulus dan berkelok membuat pemandangan Waduk Sermo seperti tidak nyata, seperti lukisan. Lokasi camping di Waduk Sermo memang banyak, karena waduknya juga cukup luas. Jadi, ada sekitar 4 sampai 7 tempat yang bisa dijadikan tempat camping. 

Enaknya, di Waduk Sermo ini mobil bisa masuk. Pendatang yang membawa campervan seperti Volkswagen pun ada. Jadi suasana camping bisa di atur sendiri senyamannya, tidak cuma bisa memakai tenda saja. Pagi hari itu kami habiskan dengan menyanyi bersama, foto-foto dan memasak lalu sarapan bersama. Momen yang entah kapan lagi bisa diulang.

Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan

Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan


Ternyata Membawa Balita untuk Camping Tidak Repot-repot Amat


Saat suamiku mengajak kami camping, yang pertama kali terpikir adalah apakah Shanum akan baik-baik saja ketika tidur di alam terbuka, bukan di atas kasur dan udaranya yang dingin. Namun, itulah anak kecil, mudah sekali mengerti. Aku hanya sounding tentang lokasi tujuan kami seperti apa, siapa saja yang akan dia temui di sana dan kegiatan apa saja yang mungkin bisa Shanum lakukan di tempat camping. 

Selama perjalanan dan di lokasi camping, Shanum tampak menikmati suasana. Tidak menunggu lama ia lantas langsung tertidur di dalam tenda dan tidak terbangun sampai pagi. Pulas sekali. Pun ketika bangun di pagi harinya, Shanum tampak ceria, tidak menangis dan sarapan dengan porsi yang cukup banyak. 

Hmmm dasar ya anak kecil. Kalau di rumah aja susah sekali menghabiskan porsi makanannya, kalau di sedang jalan-jalan aja, lahap sekali. Setelah sarapan, Shanum langsung berlarian di sekitar waduk dan bermain ayunan. Di sini tidak ada permainan untuk anak-anak, namun area camping nya cukup luas. Jadi anak-anak tetap bisa berkegiatan dan lari-lari di sekitar waduk. 

Aku berencana akan rutin membawa Shanum camping. Karena bagus sekali untuk kegiatan selingannya. Di saat berkemah atau camping, anak-anak akan mendapatkan langsung cahaya matahari pagi yang kaya vitamin D itu. Kalau di rumah kan terbatas ya, karena di pagi hari tentu ayah dan ibunya ini berkegiatan persiapan untu sarapan dan kerja. 

Ketika camping anak juga bisa bersosialisasi dengan pengunjung lain atau teman ayah dan ibunya. Bisa bermain dan berkegiatan di alam bebas dengan puas. Camping bersama anak dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Jangan lupa persiapan dan perencanaan yang matang, kita dapat memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan manfaat yang maksimal dari kegiatan camping.


Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan


Keseruan Camping di Waduk Sermo, Sunrise Indah yang Sayang Jika Dikewatkan

Lokasi Camping Di Waduk Sermo, Jam Buka, dan Fasilitas


Di Waduk Sermo, pengunjung sudah disediakan listrik dan colokan, jadi tidak usah takut kehabisan daya. Jika ingin memasak nasi, juga bisa pakai rice cooker. Tenda dan perlengkapan camping lainnya seperti kompor dan nesting  juga sudah tersedia, namun tetap dikenakan biaya. Amannya sih membawa tenda dan perlengkapan dari rumah, jadi ketika di Waduk Sermo tinggal gelar tenda saja. Pengunjung dikenai biaya Rp50,000 per orangnya. 

Kami mendirikan tenda di kawasan camping Taman Nggudhang. Masih ada sekitar 7 area camping lainnya. Setiap area pasti menyuguhkan pemandangan Waduk Sermo dari sisi yang berbeda. Tergantung, kalian ingin menikmati Waduk Sermo dari sisi yang mana. Untuk selengkapnya detail lokasi camping, bisa lihat informasi di website Waduk Sermo. 

Semua tempat camping buka 24 jam kok. Jadi ya aman saja ingin datang kapan kalian mau. Semua lokasi sudah difasilitasi listrik, kamar mandi, dan air bersih. Lokasi camping akan kita dapati dalam keadaan bersih. Maka, sewajarnya bila ingin meninggalkan lokasi camping harus dalam keadaan bersih pula. 

Berjalanlah di alam dengan kaki telanjang. Rasakan bumi di bawah kakimu dan biarkan energi alam mengalir melalui tubuhmu


15/06/24

Satu Hari di Libur Nataru

Juni 15, 2024 3 Comments
Satu Hari di Libur Nataru- Libur sudah tiba lagi. Jogja menjadi salah satu kota sasaran wisatawan untuk menghabiskan libur bersama keluarga. 

Di tengah teriknya kota Jogja, macet di mana-mana, tetapi banyak hati yang riang gembira. 

Tulisan ini bercerita tentang libur nataru yang lalu. Namun, masih berada di draft dan sangat sayang sekali kalau tidak diunggah.

Siapa tahu, teman-teman mau mengikuti kegiatan liburan saya yang antimacet di Jogja ini. 

Libur Nataru tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami sekeluarga hanya menghabiskan hari demi hari di rumah. Jika bosan, barulah pergi keluar dan itu pun hanya di tempat wisata sekitar rumah saja. 

Satu Hari di Libur Nataru


Seperti hari ini, kami pergi ke Buku Akik, dan menghabiskan waktu makan siang di Sabin by Seken Living. Meski ada di Jalan Kaliurang, dua tempat ini termasuk di pelosok. Sehingga tidak perlu bermacet-macetan di jalan utama untuk sampai ke dua lokasi ini. 

Yuk, ikuti satu hari di libur nataru kami tahun ini. Siapa tahu, kalian sedang ada di Jogja, dan ingin pergi ke tempat-tempat seru, namun malas terjebak macet. Baca artikelnya sampai habis, ya. 

Buku Akik, Kedai Buku Ala Shakespeare & Co Paris di Jogja


Tujuan utama kami adalah toko Buku Akik. Jika teman-teman suka membeli buku di marketplace, mungkin akan familier dengan toko Buku Akik. Nah, toko Buku Akik juga membuka kedai offline-nya di Jogja. Tepatnya di Jalan Kaliurang KM 12. 

Meski lokasi toko Buku Akik ini tidak di pinggiran jalan, alias masuk ke gang kecil, toko Buku Akik ramai peminatnya. Terlebih saat liburan begini. Ketika kami ke sana, toko Buku Akik lebih ramai dari biasanya. 

Banyak anak-anak belia yang pergi ke toko Buku Akik bersama orang tuanya. Tidak hanya yang muda yang bersemangat melihat-lihat buku, orang tua pun semangat mencari dan membaca buku koleksi toko Buku Akik. 


Satu Hari di Libur Nataru

Satu Hari di Libur Nataru


Aku jadi membayangkan, akankah hingga tua nanti aku akan suka berkunjung ke toko buku. Seru juga ya, ke toko buku bersama cucu dan membelikan buku yang mungkin kelak akan menjadi buku kesayangan mereka. 

Di toko Buku Akik aku tidak menghabiskan waktu lama-lama, karena ruangan terasa penuh. Aku hanya berkeliling mencari buku yang kuminati, berfoto-foto dan juga melirik ke koper yang berisi buku-buku yang sudah dibungkus rapat. Tertera tulisan Blind Date With a Book. Kencan buta dengan buku. 

Aku mengambil satu buku yang bertuliskan cerita antologi dari negeri ginseng yang merekam berbagai kondisi masyarakat. Dan isinya adalah buku yang berjudul Potongan Tubuh karya Pyun Hye-young dan Park Min Gyu dan rekan-rekannya. Setelah selesai dari toko Buku Akik, kami melanjutkan perjalanan ke Sabin by Seken Living. 

Satu Hari di Libur Nataru

Satu Hari di Libur Nataru



Sabin by Seken Living, Restoran Bergaya Minimalis yang Mengusung Konsep Sustainbility


Tentang Sabin by Seken Living sudah pernah kutulis di blog ini, pada tulisan yang berjudul Sabin by Seken Living, Kafe Berkonsep Sustainable dan Garden di Jogja. Biasanya, Sabin tidak begitu ramai. Tetapi hari ini, Sabin cukup ramai. Pramusaji berlalu lalang dengan sergap melayani pembeli. 

Aku memesan Black Lemonade untuk mengusir dahaga dan cuaca panasnya Jogja. Ini kali pertama aku meminum Black Lemonade, dan aku suka sekali. Kopi dicampur dengan air soda dan sedikit perasan lemon dan juga es batu, cukup segar membanjur tenggorokan yang kering kepanasan.

Di Sabin juga kami tidak berlama-lama. Niat awalnya cuma ingin mencari Cromboloni di Palmy Bakery House yang ada di lantai dasar Sabin. Namun, Cromboloni baru tersedia di sana pukul 3 sore. Mungkin lain waktu, kami akan kembali lagi ke sini dan mencicipi Cromboloni-nya. 

Satu Hari di Libur Nataru

Satu Hari di Libur Nataru

Satu Hari di Libur Nataru



Membaca Buku Roman, Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma


Apalah arti duduk ditemani kopi jika tidak disambi dengan baca buku. Kali ini, aku membaca buku roman Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma. Buku ini cocok sekali dibaca di masa-masa menjelang pemilu, di mana kita harus bijak dalam memilih pemimpin. 

Sedikit bercerita tentang buku Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma. Cerita ini tentang senja dan cahaya keemasan yang dimilikinya. Bagaimana jika senja terus menjadi senja, maksudnya bagaimana jika matahari tidak pernah tenggelam, hanya tersangkut mengambang di cakrawala? Tidak naik maupun turun. Tidakkah setiap hari dan setiap waktu adalah waktu senja?

Demikianlah hal yang terjadi di Negeri Senja. Sebuah negeri terpencil, tidak terkenal bahkan tidak ada di peta dunia mana pun. Sebuah negeri yang hanya diketahui oleh pengembara yang pernah singgah di sana, atau rombongan kafilah-kafilah yang lewat dan tersesat. 

Cerita bermula dari seorang pengembara yang tersesat di negeri di mana matahari selalu menggantung di cakrawala ini. Negeri yang aneh dan dengan bahasa yang aneh pula. Penduduk negeri juga tidak kalah aneh dan penuh misteri. 

Penduduknya tidak pernah menampakkan wajah mereka, selalu tertutup dalam balutan jubah hitam dan berjalan di bawah remang-remang cahaya, alih- alih berjalan di bawah cahaya jingga senja. Konon pemimpin negeri ini seorang pemimpin yang kejam dan buta bernama Tirana. 

Membingungkan sekaligus membuat penasaran. Meski begitu, novel ini cukup seru. Lalu bagaimana kah Negeri Senja itu? Baca artikel review bukunya di artikel yang sudah kutulis di blog ini, ya.


Negeri Senja Karya Seno Gumira


Penutup


Selepas dari Sabin by Seken Living, kami bergegas pulang dan melanjutkan liburan di rumah. Meski di rumah saja, banyak aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga. Bermain bersama, menonton film, sama-sama memasak makanan yang enak, dan kegiatan yang dapat melekatkan kasih sayang sekeluarga. 

Kalau kalian, liburan akhir tahun ke mana? Ceritakan keseruan kegiatan liburan kalian di kolom komentar, ya Gengssss....

Selamat berlibur......

31/05/24

5 Cara Realistis untuk Meromantisasi Kehidupan Seorang Ibu

Mei 31, 2024 0 Comments
5 Cara Realistis untuk Meromantisasi Kehidupan Seorang Ibu  - Peran ibu sering dihiasi dengan narasi romantis ideal tentang sosok sempurna yang selalu bahagia dan berenergi dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak. Namun, di balik layar, banyak ibu yang kewalahan dengan tugas-tugasnya, terutama bagi ibu rumah tangga. 

5 Cara Realistis untuk Meromantisasi Kehidupan Seorang Ibu

Beban mental dan fisik yang mereka tanggung sering kali membuat mereka merasa stres, cemas, bahkan depresi.
Belum lagi tuntutan-tuntutan tidak masuk akal yang hanya diterima oleh ibu saja. Seperti orang lain yang berusaha mengatur tubuh ibu untuk hamil tanpa peduli apakah ibu sudah siap atau belum, atau bahkan orang-orang yang mengkritik habis-habisan tentang pola asuh ibu kepada anaknya, tanpa memikirkan bahwa setiap orang tua berhak menentukan pola asuh seperti apa yang akan diterapkan kepada anak tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. 

Tidak hanya itu, ibu juga sering sekali seolah berjalan sendirian di medan pengasuhan, minimnya dukungan dan ruang aman sehingga menuntut ibu harus tetap sempurna, apapun keadaannya. 

Tulisan ini bukan bertujuan untuk menyangkal kenyataan pahit yang dihadapi para ibu. Justru, tulisan ini ingin mengajak para ibu untuk merefleksikan peran mereka, menemukan tips agar mereka bisa bahagia meski harus melalui hal yang sama setiap harinya, dan bagaimana cara realistis untuk meromantisasi kehidupan seorang ibu.

Menelusuri Akar Perasaan Kewalahan

Pertama, penting untuk memahami bahwa setiap ibu memiliki pengalaman dan perjalanannya sendiri. Tidak ada satu cara yang benar untuk menjadi ibu.

Namun, beberapa faktor umum yang sering berkontribusi pada perasaan kewalahan pada ibu antara lain:

  • Beban kerja yang tak berkesudahan: Mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga adalah pekerjaan tanpa henti yang membutuhkan energi dan waktu yang besar.
  • Kurangnya dukungan: Ibu sering kali merasa sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan. Kurangnya dukungan dari suami, keluarga, atau komunitas dapat memperberat beban mereka.
  • Ekspektasi yang tidak realistis: Masyarakat sering kali memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap seorang ibu. Hal ini dapat membuat ibu merasa tertekan untuk menjadi ibu yang sempurna, yang pada akhirnya dapat memicu rasa frustrasi dan kecewa.
  • Perubahan hormon: Perubahan hormon pasca melahirkan dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan emosional yang dapat memperburuk perasaan stres dan kecemasan.
  • Kurangnya waktu untuk diri sendiri: Ibu sering kali mengutamakan kebutuhan anak dan keluarga di atas kebutuhan mereka sendiri. Hal ini dapat membuat mereka merasa lelah dan kehilangan jati diri.

Menemukan Cahaya di Tengah Kegelapan

Meskipun peran ibu penuh dengan tantangan, bukan berarti ibu tidak bisa menemukan kebahagiaan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri: Lakukan hal-hal yang ibu sukai, entah itu membaca buku, menonton film, atau pergi spa.
  • Bergabung dengan komunitas: Bergabunglah dengan komunitas ibu-ibu lain untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan dukungan.
  • Mintalah bantuan: Jangan ragu untuk meminta bantuan suami, keluarga, atau teman saat ibu membutuhkannya.
  • Bersyukur: Luangkan waktu untuk mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup.
  • Tetapkan ekspektasi yang realistis: Jangan bandingkan diri dengan ibu lain. Setiap ibu memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri.
  • Percaya diri: Yakinlah bahwa kita adalah ibu yang terbaik untuk anak-anak kita.

                             
                                                                    via GIPHY

Meromantisasi Kehidupan Ibu secara Realistis


Meromantisasi kehidupan ibu tidak berarti menutupi kenyataan. Ini tentang melihat keindahan dalam hal-hal kecil dan menghargai momen-momen spesial bersama anak-anak kita.
Berikut beberapa cara untuk meromantisasi kehidupan ibu secara realistis:

  • Luangkan waktu berkualitas bersama anak : Luangkan waktu untuk bermain, bercanda, dan berbicara dengan anak. Jangan hiraukan pendapat tentang anak yang belum mengingat momen bersama kita di usia tertentu, waktu berkualitas bersama mereka sering kali akan mengukir memori untuk kita sebagai orang tuanya. Meski anak-anak tidak mengingat momennya, namun anak akan mengingat emosi yang dirasakannya ketika bermain bersama kita.
  • Buatlah tradisi keluarga: Lakukan hal-hal menyenangkan bersama keluarga secara rutin.
  • Dokumentasikan momen spesial: Ambil foto dan video momen-momen spesial bersama anak. Mereka dengan sangat cepat tumbuh besar, berhentikan sejenak waktunya untuk mengambil foto-foto lucu mereka,
  • Buatlah scrapbook: Buatlah scrapbook untuk menyimpan kenangan indah bersama anak-anak.
  • Bersyukurlah atas setiap momen: Nikmati setiap momen bersama anak, baik momen bahagia maupun momen sulit.

5 Cara Realistis untuk Meromantisasi Kehidupan Seorang Ibu

Mencari Bantuan dan Dukungan


Menjadi ibu adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan pasang surut. Jika ibu merasa kewalahan atau depresi, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Berikut beberapa sumber bantuan yang bisa ibu hubungi:
  • Psikolog: Psikolog dapat membantu kita untuk memahami dan mengatasi perasaan stres, kecemasan, atau depresi.
  • Konselor: Konselor dapat membantu kita untuk meningkatkan keterampilan parenting dan mengatasi masalah-masalah dalam keluarga.
  • Komunitas ibu: Bergabung dengan komunitas ibu dapat memberikan ibu dukungan dan semangat dari ibu-ibu lain yang memahami apa yang ibu alami.

Meromantisasi hidup sebagai seorang ibu bukan berarti hidup tanpa tantangan. Namun, dengan memahami peran kita, menerapkan tips-tips di atas, dan meromantisasi kehidupan  kita sebagai ibu secara realistis, kita dapat menemukan kebahagiaan dan menjalani peran ibu dengan penuh cinta dan sukacita.

Ingatlah bahwa ibu tidak sendirian dalam perjalanan ini. Banyak ibu lain yang merasakan hal yang sama. Dengan saling mendukung dan berbagi pengalaman, ibu dapat menemukan kekuatan dan inspirasi untuk menjalani peran ibu dengan penuh kebahagiaan, cinta dan sukacita.

Silakan bagikan kegiatan me time apa yang paling ibu sukai di kolom komentar ya. Selamat berbahagia dalam perjalanan pengasuhan ini.