Follow Us @soratemplates

Sabtu, 06 November 2021

5 Metode Self Healing untukmu Yang Suka Membandingkan Diri.

November 06, 2021 6 Comments





Self healing adalah penyembuhan diri sendiri dari luka batin. Pada umumnya orang akan pergi ke tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater untuk menyembuhkan luka batin, padahal sebenarnya manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Beberapa kejadian dalam hidup terkadang menjadikan seseorang suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Membanding-bandingkan diri dengan orang lain bukanlah solusi yang tepat untuk memacu semangat untuk bangkit dari situasi terburuk.

Karena dengan membanding-bandingkan diri adalah cara paling ampuh untuk mematikan karakter yang ada pada diri seseorang. Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing, begitu juga kamu.

Bagaimana jika sudah terlanjur membanding- bandingkan diri ?

Jika sudah terlanjur membanding- bandingkan diri , cobalah 5 metode self healing berikut ini:

1. Minta maaf  kepada dirimu sendiri. Secara tidak sadar, kita sering menyakiti diri sendiri dan tidak berlaku adil. Membanding- bandingkan diri dengan orang lain adalah salah satu contoh perilaku yang menyakiti diri sendiri.



2. Tanamkan dalam diri bahwa proses setiap orang itu berbeda, meskipun tujuannya sama akan ada banyak jalan berbeda yang akan di lalui. Tantangan setiap orang itu bisa jadi sama, namun cara menghadapi dan kondisi individual seseorang itulah yang mempengaruhi tindakan lalu hasilnya.

                            Baca juga: Mindfulness;Serba-Serbi Mencari Ketenangan


3. Belajar menikmati hidupmu sendiri, mengamati setiap proses yang terjadi, menyadari kegagalan, kecewa dan kemenangan dengan kesadaran yang penuh.




4. Mengubah pola pikir. Sebenarnya yang terpenting dalam menghadapi masalah adalah pola pikir kita. Pola pikir akan menentukan respons dan tindakan. Pernah sekali kubaca satu kutipan dalam buku referensi skripsiku, katanya untuk menyelesaikan masalah, pertama sekali yang dilakukan  adalah mengubah pola pikir, dan tentunya juga dengan usaha dan doa yang tak pernah putus.




5. Rutin mengajak berbicara diri sendiri di depan cermin setiap mau tidur dan ketika bangun tidur. Tegaskan pada diri sendiri bahwa “aku akan baik-baik saja, aku akan melewati prosesku sendiri dengan baik, aku akan menghargai apa pun yang telah kuusahakan, aku berhenti membandingkan diriku dengan siapa pun di dunia ini. Jika harus kubandingkan diriku, maka akan kubandingkan dengan diriku sendiri”. selipkan kata- kata positif lalu tersenyumlah.



6. Tidak lupa untuk berterima kasih kepada diri sendiri, karena mau bekerja sama untuk mewujudkan kehidupan dan perasaan yang sejahtera.



Setelah melakukan semuanya, tentu akan jauh lebih bisa menghargai diri sendiri dan siap berbagi kebahagiaan kepada orang- orang terdekat. 

Selamat Mencoba!

Rabu, 27 Oktober 2021

Bahagia Menjalani Hobi Sambil Menjaga Bumi

Oktober 27, 2021 10 Comments






Holaaaa!!!!

Selamat hari Sumpah Pemuda. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, di mana saya merayakan sumpah pemuda hanya dengan menjaga semangat untuk terus berkarya di usia muda dan bersenang-senang di usia tua. 

Pada tahun ini saya merayakannya dengan sedikit berbeda. Di dasari rasa takut dengan kondisi bumi dari tahun ke tahun, membuat saya kian berpikir dan memaksa diri saya untuk mengubah gaya hidup demi menjaga bumi. 

Salah satu ketakutan saya dengan keadaan bumi saat ini adalah bencana alamnya. Memang, bencana alam sudah ada dari dahulu kala, tetapi jika kita amati dari tahun ke tahun, bencana alam kian intens terjadi. 

Bencana alam adalah salah satu dampak dari mitigasi perubahan iklim. Dikutip dari jurnal penelitian Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, Indonesia merupakan negara yang rentan mengalami perubahan iklim. 

Hal tersebut disebabkan letak geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia dan di antara Samudera Pasifik dan Hindia. Indonesia dilalui dengan garis khatulistiwa dan terdiri dari begitu banyak pulau dan kepulauan.

Salah satu bencana alam yang kerap terjadi adalah bencana alam terkait peningkatan suhu bumi. Dikutip dari lingkunganhidup.co, suhu rata-rata bumi sudah meningkat 1,5 derajat Fahrenheit jika dibandingkan dengan abad-abad lalu. 

Suhu ini ditaksir akan terus melonjak dan mengalami kenaikan lagi seratus tahun ke depan sebanyak 0,5 sampai 8,6 derajat Fahrenheit. 

Sudah terbayang kan, bagaimana gawatnya kondisi bumi kita. 


Manusia adalah penyebab terbesar perubahan iklim

Manusia adalah penyebab sekaligus spesies yang kepayahan menghadapi perubahan iklim. Aktivitas manusia menjadi penyebab dan pemicu dasar dari perubahan iklim. 

Penebangan hutan liar, pembakaran hutan, kekeringan, banjir dan bencana lainnya sering sekali terjadi karena aktivitas kita. 

Sektor-sektor penting yang berhubungan dengan kelanjutan hidup manusia juga turut terdampak oleh perubahan iklim. 

Sektor pertanian sebagai sumber pangan manusia akan dihadapkan dengan masalah penurunan produksi, terutama beras. 

Jika sektor pertanian mengalami penurunan produksi pangan, artinya ketahanan pangan akan terancam dan seperti yang sudah-sudah, menurunnya produksi bahan pangan akan menyebabkan lonjakan harga pangan di masyarakat. 

Sektor infrastruktur juga mengalami masalah banjir yang disebabkan tingginya curah hujan. Hewan peliharaan bermatian, aktivitas masyarakat terganggu, sulitnya masyarakat untuk mendapatkan air bersih, meningkatnya demam berdarah akibat genangan air. 

Dari beberapa dampak di atas, rasanya sudah cukup kita bersantai dan terus menyalahkan keadaan, alih- alih pemerintah dengan bencana yang ada. 

Sudah saatnya #mudamudibumi bergerak dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi. Kita tidak perlu menuntut orang lain untuk bergerak terlebih dahulu. Kita bisa memulai mitigasi perubahan iklim dari diri kita sendiri. Dari hal-hal yang kita sukai. 

Jalani Hobi Sambil Jaga Bumi

Seperti yang sudah saya paparkan di atas, tidak perlu menuntut orang lain untuk bergerak lebih dulu, kita pun bisa bergerak pelan-pelan menjaga bumi dan berupaya memperbaharui gaya hidup di mulai dari menjalani hobi. 

Saya senang sekali membaca buku, belanja buku, juga jalan-jalan ke toko buku. Untuk mengawali gaya hidup baru, tentulah saya memulai dari hal yang saya senangi. Bertujuan untuk memberikan pengertian pada diri saya tentang adanya kebiasaan baru yang lain dari biasanya. 

Upaya mitigasi perubahan iklim dan #TimeforActionIndonesia saya awali dengan memperhatikan dan menjalankan 7 hal di bawah ini. 

1. Membawa alat makan pribadi


Belum lama ini saya selalu membawa alat makan dan minum sendiri jika harus bepergian ke luar rumah. Kalau sedang jalan-jalan, jajan adalah keharusan bagi saya. 

Saya banyak melihat masih banyak gerai makanan yang masih menggunakan plastik sebagai tempat minum, sendok, dan garpu. 

Sampah plastik adalah salah satu penyebab pencemaran tanah, dikarenakan sampah plastik sulit terurai oleh mikroorganisme. 

Plastik yang tidak terurai akan menjadi racun dan akan membahayakan makhluk hidup di sekelilingnya. Betapa banyak sampah plastik di sekitar kita, dan jika tanah semakin tercemar pasti akan berdampak buruk untuk bumi dan makhluk yang ada di dalamnya. 

Saya juga mengapresiasi restoran dan rumah makan yang sudah tidak menyediakan plastik sebagai alat makan. Mungkin akan menjadi beban dalam pencucian alat makan pelanggan, tetapi itu lebih baik dari pada harus membebani bumi dengan sampah plastik. 




2. Tidak membuang sampah sembarangan


Sedari kecil kita selalu diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Bahkan begitu banyak tulisan-tulisan peringatan untuk aksi ini terpampang di sekolah dan jalan raya. 

Namun masih saja banyak orang yang dengan sembarangan dan perasaan tidak berdosa membuang sampah tidak pada tempatnya. 

Beberapa kali saya ke pantai di kampung halaman saya, dan sayang sekali masih banyak sampah-sampah plastik bersebaran di bibir pantai. 

Jika alam sudah memberikan keindahan untuk kita nikmati, apakah sepadan dengan balasan kita yang dengan seenaknya membuang sampah dan mencemari alam yang sudah memberi kita pemandangan yang indah? 

Saya tidak habis pikir, apa susahnya menyimpan sebentar sampah makanan yang kita konsumsi di dalam tas, lalu membuangnya  jika sudah bertemu dengan tong sampah. 

Sedari dulu saya selalu menyimpan sampah bekas bungkus makanan atau minuman saya di tas, dan akan membuangnya ketika sudah di rumah atau ketika bertemu dengan tong sampah. Saya rasa tidak ada hal yang sulit untuk melakukan itu. 

Di hari sumpah pemuda ini, saya bersumpah tidak akan membuang sampah sembarangan. 


3. Mengurangi belanja online


Belanja online belakangan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita. Pada mulanya semua tampak baik-baik saja, dan bahkan belanja online memberikan dampak baik bagi kehidupan kita. 

Belanja menjadi mudah, kemacetan jalan berkurang dan otomatis polusi dan emisi pun berkurang. 

Siapa yang menyangka bahwa belanja online pada akhirnya memberikan dampak buruk juga bagi lingkungan. 

Bayangkan saja berapa banyak dari kita yang berbelanja online, sehingga setiap tahunnya pembelian barang-barang retail melalui online meningkat. 

Akibatnya transportasi laut darat dan udara kian memadat. Kapal-kapal dan pesawat cargo yang bertugas mengirimkan barang-barang semakin ramai, truk-truk kontainer juga turut meramaikan jalan, banyaknya kurir yang memadati jalanan kota. 

Ditambah lagi pengemasan barang-barang belanjaan online sudah pasti menggunakan plastik yang banyak. 

Menyadari hal itu, saya mulai mengurangi berbelanja online. Saya lebih memilih berbelanja buku atau barang-barang kebutuhan lainnya langsung ke toko di kota saya. 





4. Daur ulang


Di sekitar kita, banyak sekali barang-barang yang bisa di daur ulang dibandingkan harus membuangnya dan kemudian akan menjadi sampah yang sulit untuk diurai.

Kebetulan saya sangat suka melihat inspirasi  barang-barang hasil daur ulang DIY (do it yourself). Menjadikan botol bekas sebagai vas bunga, menjadikan kardus sebagai penyimpanan barang, tentu kardus tersebut sudah dilapisi dengan kertas kado. 

Selagi barang-barang tersebut masih bisa digunakan dengan fungsi yang berbeda, kenapa harus dibuang. 

Dengan ini kita bisa mengurangi sampah dan melatih kreativitas, bukan? Banyak loh, perabot-perabot vintage dan aeshthetic berasal dari bahan daur ulang. 


5. Stop memakai tisu


Tiga bulan terakhir ini saya sudah tidak membeli tisu lagi untuk keperluan di rumah.  Gantinya, saya membeli banyak kain lap dan sapu tangan. Biasanya saya membeli banyak tisu untuk di rumah dan untuk dibawa ketika bepergian. 

Memang pada awalnya berhenti menggunakan tisu akan terasa sedikit lebih repot, karena harus rutin mencuci kain lap dan sapu tangan. Rasanya memang lebih ringkas dengan menggunakan tisu yang tinggal dibuang ketika selesai dipakai.

Tapi....tapi.... tahu kan kita, bahwa sampah tisu bekas menyumbang sekitar 33,5 ton BPA yang dapat mencemari lingkungan. Sampah bekas tisu tersebut dapat mencemari tanah, tanaman dan sumber pangan lain. Seram kannnn. 

Bayangkan saja yang memakai tisu di bumi ini bukan hanya kita seorang, tetapi rata-rata manusia menggunakannya. Terbayang dong, seberapa banyaknya sampah tisu bekas dan seberapa beratnya bumi menanggung BPA dan pencemaran. 





Dengan berusaha tetap menjalankan lima hal di atas saya harap bisa membantu mitigasi perubahan iklim #UntukmuBumiku. 

Di hari sumpah pemuda tahun ini, saya berjanji akan turut serta menjaga bumi dan menjadi bagian dari #MudaMudiBumi.

Semoga ke depannya saya bisa mengembangkan gaya hidup ini di bagian lain dari kehidupan saya, tidak hanya sebatas menjalankannya dari segi hobi semata, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup. 

Saya percaya, sekecil apa pun usaha untuk menjaga bumi, jika dilakukan dengan konsisten dan saling mengingatkan, pasti akan memberikan dampak. 

Jadi, jangan tunggu orang lain untuk memulai. Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal yang disukai dan sudah saatnya #TimeforActionIndonesia. 

IDCH Talk Perayaan Hari Blogger ; Jangan Jadi Blogger yang Segini Aja Cukup

Oktober 27, 2021 0 Comments


Selama kegiatan itu masih menghasilkan, masih bisa digunakan untuk membiayai hidup, bayar domain, dan tidur nyenyak, saya rasa itu menjanjikan.

Kalimat tersebut dipaparkan oleh Koh Deddy Huang ketika mengakhiri IDCH Talk sore ini. Kalimat yang membawa saya kepada perenungan apa sebenarnya yang saya inginkan dari menulis di blog. Niat awal dan tujuan akhir menjadi hal penting untuk dirawat ketika menulis blog. 

Dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional, saya merayakannya dengan mengikuti IDCH Talk dari IDCLOUDHOST. Sesi ini diisi oleh Koh Deddy Huang. Bagi kalian yang suka berselancar di blog, fotografi dan digital marketing, pasti kenal dong dengan beliau. 

IDCH Talk dimulai dari pukul 16.00 wib hingga selesai. IDCH Talk sore ini bertema Jangan Jadi Blogger yang Segini Aja Cukup Kok. 

Menurut saya, tema ini sangat menarik sekaligus menjadi pengingat untuk terus belajar dan tidak mudah berpuas hati. Pasalnya dunia digital dan internet terus berkembang. 



Kita semua adalah pemula

Seorang yang sudah ahli dulunya adalah seorang pemula. Dari sharing session sore ini saya melihat bahwa dalam menekuni satu bidang, kita akan selalu menjadi pemula. Meskipun titik mulanya akan berbeda antara satu dengan lainnya. 

Dalam dunia blogger, akan selalu ada perubahan-perubahan dan perkembangan. Tugas kita adalah membiasakan diri dengan perubahan dan perkembangan itu. 

Nah, peringatan banget nih, untukku yang masih suka malas-malasan belajar dan mengikuti perkembangan teknologi di dunia blogger. 

Mulai dari mana?

Adalah pertanyaan yang sering sekali muncul di benak pada blogger pemula, dan tidak menutup kemungkinan juga muncul di benak blogger yang sudah lebih dulu terjun. 

Terkadang ada satu waktu yang membuatku kehabisan ide dan mulai bertanya ingin memulai dari mana. 

Tapi, sungguh, ada banyak hal yang bisa ditulis dan ada banyak sekali sumber inspirasi, Guys. Salah satunya adalah memulai dengan hal yang sedang kita geluti, dan hal apa yang ingin kita pelajari. 

Tentunya bukan kita seorang kan, yang bergelut di bidang tersebut dan ingin mengetahui hal tersebut. Akan ada banyak orang yang tertolong dengan tulisan-tulisan kita. 

Selain itu, di Google juga sudah banyak tools- tools yang bisa digunakan untuk mencari inspirasi, tinggal mengumpulkan niat saja untuk eksekusinya. 





Rajin bergabung dengan komunitas

Komunitas amatlah penting. Di sana akan banyak sekali pembelajaran yang didapat dan tidak akan didapat kalau berjalan sendirian. 

Dalam komunitas, kita akan bertemu dengan para blogger senior. Tentu mereka memiliki pengalaman yang banyak dari kita, dan kita bisa belajar darinya. 

Biasanya juga komunitas-komunitas memiliki cara dan tujuan untuk meningkatkan kualitas anggotanya, nah kita harus rajin ikutan tuh. 




Agar pembaca setia

Dalam sesi diskusi, ada banyak banget yang bertanya bagaimana caranya mendapatkan pembaca yang setia. 

Dari penjelasan Koh Dedy, aku menangkap bahwa setiap tulisan memiliki penikmatnya sendiri. Terkadang mungkin si penikmat tidak meninggalkan jejak di setiap tulisan kita, tetapi ia benar-benar membacanya. 

Ketika bertemu langsung, si pembaca setia ini akan berkomentar tentang tulisan kita. Pasti pernah dong ya, bertemu pembaca seperti ini.

Jadi tidak ada cara lain untuk menemukan pembaca setia selain terus menulis dan meningkatkan kualitas tulisan.



Seberapa pentingkah Niche blog?

Pertama kali mulai menulis di blog, Niche adalah hal yang sering kupusingkan. Ingin fokus pada satu Niche, tetapi ingin juga menulis tulisan yang beragam. 

Niche dapat membantu menaikkan branding diri. Ketika kita rutin menulis tentang suatu topik dan fokus pada topik tersebut, semakin lama keahlian dan pengetahuan kita tentang topik tersebut semakin kaya.

Dari diskusi hari ini, kita sepakat bahwa penting tidaknya menggunakan Niche tergantung pada tujuan awal membangun blog. Jika memang tidak ingin terfokus pada satu Niche, maka kalian bisa membuat label pada laman blog. 

Tujuannya agar pembaca mudah menemukan tulisan kita dengan topik tertentu. 

Pada akhirnya belajar adalah kewajiban kita jika memang ingin berkembang. Hari ini aku sangat mensyukuri sudah menghadiri acara IDCH Talk. 

Yuk, terus belajar dan meningkatkan kemampuan menulis kita. 

Selasa, 26 Oktober 2021

Perjalanan Menulis Blog dan 4 Hal yang Aku Sukai dari Blogging

Oktober 26, 2021 4 Comments

Selamat hari Blogger, teman-teman Blogger!

Berhubung hari ini adalah hari Blogger, aku ingin merayakannya dengan berkontemplasi, mengingat perjalananku mengawali blog ini, apa saja yang aku suka dari kegiatan blogging, dan tentunya harapan dan cita-citaku ke depannya di dunia blogging

Berangkat dari awal mula menulis blog, pada mulanya aku sangatlah tidak familier dengan blog. Bahkan aku tidak tahu kalau ada platform yang bisa dijadikan tempat menulis sendiri, alih-alih dibaca banyak orang.

Kekudetanku bukan tidak beralasan. Maklum saja, aku besar dan tumbuh di lingkungan pondok pesantren, di mana internet dan gedget adalah hal yang amat jauh dari kami. 

Bahkan, di saat teman-teman sebayaku di luar sana sudah mahir berselancar di internet, aku masih meraba belajar menulis di Word dan belajar menggunakan Excel yang sampai sekarang aku tidak hafal rumusnya. 

Baca juga : Perempuan, Pendidikan, & Stigma Masyarakat


Satu-satunya sosial media yang akrab denganku adalah Facebook. Aku selalu mencuri-curi waktu untuk membukanya di warung internet ketika aku berpeluang untuk keluar dari pesantren. 

Barulah di saat kuliah, di saat sedang bosan-bosannya dengan rutinitas kampus, di saat sedih-sedihnya beradaptasi di tanah rantau, aku mulai sering menghabiskan waktu di warung internet dekat kosku sepulang kuliah. 

Di sana, semua tabir internet tersingkap, dan aku mulai mencari tahu dari mana asalnya semua artikel yang kubaca di internet dan bagaimana membuatnya. 

Pentingnya Memiliki Mentor dan Role Model

Akhirnya setelah membaca-baca tutorial membuat blog, aku pun memberanikan diri membuat blog pribadi. Isinya seperti biasa, curhat, curhat, dan mengeluh. 

Aku semacam memiliki buku diary online. Di tambah lagi aku membaca buku Raditya Dika, Kambing Jantan. Di sana Raditya juga rajin menulis di diari onlinenya, sampai dijadikan buku. 

Seiring berjalannya waktu, aku jadi sering menulis di blog. Aku juga mulai mencari tahu bagaimana agar blogku tidak hanya berisi curahan hati melulu.

Mulai mencari-cari model blogger mana yang bisa dijadikan contoh, mempelajari bagaimana agar blog enak dilihat, karena aku anaknya visual sekali. 

Aku merasa bahwa untuk menjadi blogger yang profesional harus memiliki mentor dan role model dari blogger yang sudah sukses atau menginspirasi. Karena dari sana aku bisa belajar banyak dan mempercepat tujuanku. 

Aku juga sering menyambangi blog Blogger Perempuan untuk membaca tulisan-tulisan teman-teman blogger lain. 

Baca juga : Malas, Sebuah Seni Mempercepat Sukses

4 Hal yang Aku Sukai dari Blogging

Sedari dulu, menulis adalah kegemaranku. Aku suka menuliskan apapun yang sedang kurasakan. Menuliskan keresahan dan pendapatku tentang suatu hal. Blog adalah wadah yang menampung dan mewujudkan sebagian mimpiku. 

Hal pertama yang aku suka dari blogging adalah ketika menulis di blog menjadi waktu me-time untukku. Dulu, saat-saat banyaknya tugas kuliah, pelarianku adalah menulis di blog. Bahkan salah satu cara belajarku adalah menuliskan kembali materi kuliahku di blog. 

Dari menuliskan ulasan materi kuliah itu, aku lebih memahami isinya dan bisa bereksplorasi lebih dalam lagi. Bahkan ketika mengerjakan skripsi, aku lebih sering dipusingkan dengan topik apalagi ya yang bisa kutulis di blogku, ketimbang menulis hasil wawancara dari subjek penelitianku. Kelewat memang, hahaha. 

Kedua, blogging membuka peluang pekerjaan dan skill

Proses menulis di blog terbilang panjang. Mulai menentukan topik apa yang akan dibahas, menentukan sudut pandang, riset dan mengumpulkan data, membuat outline, merangkai kata supaya enak dibaca, dan membuat desain visual yang menarik. 

Tidak hanya itu saja, agar lebih optimal lagi, perlu juga melakukan riset kata kunci. Dari panjangnya proses menulis sebuah artikel di blog, coba deh perhatikan, kita jadi punya banyak skill. 

Peluang pekerjaan pun menjadi banyak. Seorang blogger bisa menjadi penulis SEO, bisa juga menjadi content creator, content writer, copywriter, content planner, dan lain sebagainya. 

Pengalamanku mendapatkan pekerjaan dari blog adalah ketika aku diterima bekerja di penerbit mayor dan penulis konten di website portal berita. 

Dengan modal ilmu ketika menulis di blogku, aku bisa menerapkannya di dunia kerja. Sekaligus bisa belajar hal baru dari pekerjaanku, dan menerapkannya di blogku. 




Ketiga, memiliki jejaring dengan penulis dan blogger sukses

Tergabung dalam komunitas blog adalah keharusan  buatku. Karena di sana akan banyak sekali hal-hal yang bisa didapatkan. 

Melalui komunitas, aku bisa mengikuti pelatihan-pelatihan menulis, berkesempatan belajar dengan blogger yang sudah dahulu sampai di puncak kesuksesan, belajar dari sesama teman blogger, dan teman-teman yang menjadi penguat dan penyemangat ketika kemalasan melanda. 

Dari komunitas blog juga akan banyak mendapatkan informasi seputar lomba blog, tips-tips dan banyak hal lainnya yang mendukung dan menjaga semangat menulis.

Jadi, meskipun notabene belum pernah bertemu secara langsung dengan teman-teman komunitas blog, komunikasi dan silaturahmi tetap berjalan. 

Keempat, aku menyukai menulis di blog karena bisa mengamati perkembangan kepribadian dan juga pola pikirku. 

Kepribadian dan pola pikir adalah dua hal yang harus berkembang menjadi lebih baik dari masa ke masa. Aku sering membaca tulisan lamaku untuk melihat lagi bagaimana pola pikirku saat itu. Apakah masih sama, atau mengalami perubahan. 

Jika berubah, ke arah mana perubahan tersebut. Perubahan tersebut bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya dari referensi bacaan. 

Aku juga bisa memantau perkembangan gaya menulisku dari hari ke hari, apakah masih sama saja seperti awal menulis di blog, atau semakin berkembang setelah melalui pembelajaran yang banyak dari menulis dan pelatihan. 

Harapanku Ke Depannya di Hari Blogger 

Harapanku adalah semoga aku lebih berani lagi mengikuti lomba-lomba blog, lebih sering up to date tentang informasi seputar seminar dan event- event blogger. Ya selama ini aku merasa kurang up to date dengan informasi tersebut. Hasilnya adalah aku sering tertinggal event- event yang bisa memperkaya wawasan. 

Selanjutnya harapanku adalah semoga aku semakin konsisten dan kreatif dalam menulis blog. Lebih tajam lagi risetnya, lebih mengasah rasa ingin tahu dan penasaran, serta mampu mengungkapkan keresahan. 

Semoga para blogger di Indonesia kian maju dan sukses. Aktif memberikan konten- konten yang mengedukasi dan informatif. Panjang umur dunia kepenulisan. 










Selasa, 19 Oktober 2021

[ Review Buku ] #101Laws of Successful Startup

Oktober 19, 2021 16 Comments

Hola!!

Akhirnya setelah lama sekali tidak menulis ulasan buku, kangen juga dengan aktivitas menulis rasa dari buku yang sudah dibaca. Sudah lama menyimpan ulasan buku #101Laws of Successful Startup , dan malam ini memutuskan untuk menayangkannya di blog.  

Buku ini kubeli ketika ada diskon besar-besaran di gudang Gramedia di Jogja. Digerakkan oleh rasa penasaran dan ketakjuban, akhirnya aku membawa buku ini pulang. Beruntung, isi bukunya sangat sesuai dengan informasi yang kubutuhkan. 

Suatu hari, aku merasa takjub dengan sepasang suami istri yang masing-masing mereka memiliki startupnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan pendiri Hijup dan Bukalapak. Diajeng Lestari dan Ahmad Zacky. 

Terinspirasi dari kisah mereka berdua, aku mulai cari-cari buku yang membahas seputar startup. Aku tertarik pada satu buku kecil yang berisikan prinsip yang harus dimiliki ketika ingin mendirikan bisnis ataupun startup, dan bagaimana agar bisa menciptakan unicorn


Pilihanku jatuh kepada buku #101Laws of Successful Startup. Buku ini ditulis oleh Arisatya Yogaswara, seorang alumnus dari Universitas Gadjah Mada. Beliau pernah menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan di Jogja dan akhirnya memilih untuk mengembangkan bisnisnya sendiri. Beliau juga membangun stratup di bidang berita dan informasi. 

Tebal buku ini 258 halaman. Buku ini berisi #101 prinsip dan hukum yang harus dimiliki seseorang yang ingin membangun startupnya sendiri. Berkaca dari pengalaman orang-orang yang sudah sukses membangun kerajaan bisnisnya seperti Jack Ma, Dave McClure, Diajeng Lestari, Ahmad Zaky, Natali Ardianto, dan para founder startup lainnya. 

Karena apa yang tertulis dalam buku ini based on true story dan memang buah perjalanan para founder- founder startup, aku merasakan semangat mereka sampai pada bacaan dalam buku ini. Sangat mengingatkanku sekali tentang keharusan menikmati proses, berpikiran yang luas dan memiliki growth mindset. 

Alasan Kenapa Kamu Harus Bikin Startup Sekarang Juga

Saat ini ada 2,5 Miliar pengguna internet di seluruh dunia (data dari WeAreSocial Singapura). 

Di Indonesia, orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat smartphone daripada menonton TV. 

Banyak startup  yang didirikan anak-anak muda Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Tokobagus, dan lain-lain.

Bermula dari ide yang sederhana, dieksekusi dengan tim yang tepat dan keinginan belajar yang tinggi, menjadikan mereka sukses dengan bisnisnya. Saya terperanjat dengan kesederhanaan ide. Kesederhanaan tempat. 



Betapa banyak alasan sangat tidak dibutuhkan ketika ingin maju dan sukses. 
Dari hal sederhana tersebut, biasanya akan muncul hal-hal yang luar biasa jika ditekuni dengan giat. 

Dalam buku ini dijelaskan dengan gamblang oleh para pendiri-pendiri startup dimulai dari latar belakang berdirinya startup mereka, sumber ide, tantangan dan prinsip-prinsip yang dipegang hingga berkembang pesat. 



Melakukan Kesalahan Adalah Hal yang Wajar Bagi Pembelajar 

Dalam merintis karier dan usaha, kesalahan adalah teman yang akrab dengan manusia. Siapa sih, yang tidak pernah salah dan keliru? 

Semua orang hebat dan para founder pernah melakukan kesalahan. Kesalahan justru dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan dan perbaikan. 

Menurutku, buku ini cocok sekali dibaca oleh siapapun yang ingin memulai sebuah usaha ataupun ingin mengembangkan usahanya. Banyak strategi dan prinsip-prinsip bisnis yang diajarkan oleh para founder.

Jika kamu sudah membaca bukunya, dan sudah mempraktikkan isi dari buku ini, boleh berbagi pengalaman di kolom komentar ya.



Senin, 18 Oktober 2021

Pentingnya Menyambangi Masa Lalu

Oktober 18, 2021 0 Comments



Pagi tadi iseng-iseng buka emailku yang lama dan melihat blog yang terdaftar dengan email tersebut. Blog tersebut  kubuat ketika pertama kali mengenal blog. Isinya tidak jauh dari curahan hati sehari-hari sepulang kuliah. Blog itu kubuat di tahun 2014, waktu masih jadi mahasiswa baru. 

Waktu itu aku yang tidak tahu apa itu blog, bermodalkan tutorial dari blog orang lain aku membuat blogku sendiri. Setiap hari aku mengisinya tanpa tujuan apapun. Sepulang kuliah, aku langsung singgah di warnet terdekat, lalu berkutat dengan blogku. 

Perasaan dan cerita sesepele apapun tetap aku tuliskan, jadilah blog itu seperti buku harian onlineku. Sepanjang tahun 2014 aku rutin menuliskan ceritaku di sana. Sampai pada ketika aku mulai belajar serius tentang blogging dan mulai mengenal niche, akhirnya aku menutup blog tersebut dan  membuat blog dengan email baru. 




Bertahun-tahun aku tidak pernah membukanya lagi, dan hari ini aku kembali menyambangi blog itu. Seperti melihat jauh ke diriku beberapa tahun yang lalu. Melihat bagaimana pola pikirku dulu, kemampuan menulisku, dan kembali merasakan perasaan awal perkuliahan. 

Tiga hal ini yang membuatku suka dengan menulis dan mengabadikan tulisan dalam buku harian ataupun blog. Aku bisa melihat perkembangan pola pikirku, cara menulisku, referensi bacaanku di masa lalu dan memastikan kemampuanku terus berkembang di setiap tahunnya. 

Seperti hari ini, aku sangat bersyukur pernah menjejakkan tulisan di blog itu. Kurasa setiap orang yang menulis di blog pernah mengalami hal ini. Ketika melihat kembali tulisan-tulisan pertama kali kamu belajar menulis di blog. 

Aku percaya pada proses yang ditekuni dan diikuti perlahan akan membawa kita pada tujuan yang kita tetapkan. Secepat atau selambat apapun proses itu, pasti akan sampai jika dijalani. 


Mengabadikan momen bukan hanya dengan mengambil gambar, juga dengan tulisan. Semoga dengan melihat tulisan pertamaku di blog, dan menyadari apa yang sudah kulalui sampai hari ini bisa merawat semangat untuk belajar lebih giat dan menulis lebih rajin lagi. 

Apa kamu pernah mengunjungi kembali blog lamamu? Atau pernah membaca ulang tulisan-tulisanmu beberapa tahun lalu? Kalau belum, yuk dicoba. Aku yakin, pasti kamu mendapatkan pencerahan darinya. 

Selamat berkunjung ke masa lalu :)

7 Kunci Pengasuhan Bahagia Ala Denmark

Oktober 18, 2021 28 Comments
Pengasuhan Bahagia Ala Denmark


Kebahagiaan adalah hal yang sangat dicari-cari dalam hidup ini. Terbukti dengan begitu banyaknya buku-buku self-help yang mengangkat tema bagaimana agar menemukan bahagia

Adalah Denmark, salah satu negara di dunia yang disebutkan menjadi negara dengan penduduk paling bahagia. Berdasarkan dari data OECD (Organisation for Economic Coorperation and Development) 

Denmark adalah negara kecil di bagian utara Eropa. Negara ini terpilih menjadi negara dengan masyarakat paling bahagia di dunia oleh OECD (Organisation for Economic Coorperation and Development) hampir setiap tahun, semenjak tahun 1973.

Denmark adalah negara termakmur di dunia dengan pendapatan per kapitanya yang sangat tinggi negeri yang aman, damai. Dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Tingkat korupsi nyaris nol dan masuk sebagai salah satu dari 10 negara ternyaman untuk ditinggali manusia. 

Tidakkah kita penasaran dengan rahasia konsistensi kesuksesan Denmark? Di dalam buku The Danish Way of Parenting, dua orang penulis membahas hasil penelitian mereka selama 13 tahun tentang apa rahasia masyarakat Denmark sehingga konsisten menjadi negara dengan penduduk paling bahagia selama 40 tahun. 


Mengenali Default Setting

Default setting adalah pembawaan alami kita. Pembawaan alami adalah tindakan dan reaksi yang kita lakukan ketika terlalu lelah, untuk memilih cara yang lebih baik. Biasanya default setting dipengaruhi oleh bagaimana kita dibesarkan. 

Karena itulah, tahap pertama dalam menciptakan pengasuhan ala Denmark adalah melihat kembali default setting kita sebagai orang tua, lalu mempelajarinya dan memahaminya.
Apa yang kita sukai tentang bagaimana kita bertindak dan bereaksi kepada anak? Apa yang tidak kita sukai? Apakah yang kita lakukan dalam mengasuh anak adalah pengulangan dari cara kita dibesarkan? Apa yang ingin kita ubah? Dan beragam telaahan lainnya. 

P Untuk Play

Menjelaskan bagaimana bermain menciptakan orang dewasa yang lebih bahagia, mudah beradaptasi dan tangguh.

Istilah bermain bukan berarti memainkan alat musik tertentu atau bermain dengan aktivitas yang telah ditentukan oleh orang dewasa. Bermain yang dimaksud adalah bermain dengan permainan  anak- anak sendiri. 

Bersama teman ataupun sendirian. Bermain mengajari anak-anak ketangguhan. Seperti yang kita tahu, ketangguhan adalah salah satu faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa.


A untuk Authenticity 

Mengapa kejujuran menciptakan citra diri yang lebih kuat. Bagaimana pujian bisa digunakan untuk membentuk pola pikir yang bertumbuh daripada kaku, yang membuat anak lebih tangguh.

Hans Christian Andersen merupakan salah seorang dari penulis Denmark yang paling terkenal dalam sejarah. Dongeng karya Andersen tidak memiliki akhir tragedi dan tidak seperti yang diharapkan.

Namun di sana terdapat pelajaran bahwa orang-orang Denmark percaya bahwa tragedi dan kejadian menyedihkan adalah hal yang harus dibicarakan. Dengan begitu mereka akan belajar lebih banyak tentang sebuah karakter dari penderitaan daripada kesuksesan.


Refreming 

Refreming adalah memaknai ulang. Orang-orang Denmark mengajarkan kepada anaknya bagaimana cara memaknai ulang. 

Hal ini berguna untuk membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih baik dan menjadi ahli dalam hal memaknai ulang adalah landasan dari ketangguhan.

Empathy 

Mengapa memberi pemahaman, menyatukan, dan mengajarkan empati penting dan menciptakan anak dan orang tua dewasa yang lebih bahagia. 

Karena dengan mengembangkan empati pada anak-anak secara dini bisa membantu mereka menciptakan hubungan yang lebih baik dan peduli pada masa depan.

No Ultimatums

Menghindari penggunaan kekuatan dan menggunakan pendekatan pola pengasuhan yang lebih demokratis mendorong terciptanya kepercayaan, ketangguhan, dan anak-anak yang lebih bahagia.


Togetherness dan Hygge

Hubungan sosial yang kuat menjadi salah satu faktor kebahagiaan secara keseluruhan. Bagaimana menciptakan hygge (kenyamanan) bisa membantu kita memberikan hadiah berharga bagi diri anak.

Dari tujuh prinsip pengasuhan di ataslah masyarakat Denmark dibentuk. Meskipun pengasuhan adalah salah satu faktor yang menjadi penyebab kesuksesan mereka dalam mempertahankan Denmark sebagai negara dengan penduduk paling bahagia.

 Anak-anak yang bahagia tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia. Lalu membesarkan anak-anak yang bahagia pula.






Kamis, 30 September 2021

Perempuan, Pendidikan, dan Stigma Masyarakat

September 30, 2021 11 Comments


"Ngapain sekolah tinggi-tinggi, toh ujung-ujungnya kamu akan bekerja di dapur, kasur dan sumur."

"Jangan sekolah tinggi-tinggi ah, nanti nggak ada cowok yang mau sama kamu, minder mau dekatin, kamunya kepinteran." 

Saya yakin, bukan hanya dua kalimat ini yang sering masuk ke telinga perempuan ketika dirinya hendak meneruskan jenjang pendidikan dan sekolah. Sudah 2021, informasi sudah mudah diakses dari genggaman saja bahkan. Tetapi pemikiran seperti dua kalimat di atas masih saja ada dan terus terngiang di telinga. 

Apakah kalian juga salah satu sasaran yang pernah dilontarkan kalimat tersebut? Kalau iya, yuk kumpul di sini. 

Adalah perempuan yang selalu dibatasi geraknya. Tidak boleh terlalu pintar, juga jangan bodoh-bodoh amat. 

Tidak boleh terlalu cantik, karena sumber fitnah, tapi jangan jelek, karena tidak bisa dibawa ke tengah. Harus merahasiakan cintanya, hanya menunggu dipilih dan tidak bisa memilih laki-laki yang akan dinikahi, diberi label perempuan pemilih dan dikatakan jauh dari jodohnya jika terlalu pilih-pilih laki-laki.

Jangan menggunakan riasan yang tebal, karena terlihat tua, jangan juga tidak menggunakan riasan supaya enak dipandang. 

Beriaslah secara natural, jangan menor. Dan segudang aturan serta jangan lainnya.
 
Ketika laki-laki pencapai puncak kariernya, mereka disanjung dan diidam-idamkan. Ideal katanya.

Terbalik dengan perempuan, dicap tidak memikirkan keluarga, dan keluar dari kodratnya.

Rasanya, yuk sama-sama kita meluruskan pandangan tentang perempuan, pendidikan dan stigma masyarakat.

Baca Juga : Relawan, Makna, Pelajaran, dan Suka Dukanya

Perempuan Belajar Untuk Dirinya Sendiri

Perempuan belajar bukan untuk siapa-siapa, termasuk bukan untuk calon suami yang akan memilihnya menjadi pasangan. Perempuan belajar untuk dirinya sendiri. 

Untuk memudahkan kehidupannya, karena dengan ilmu dan pengetahuan kita bisa cukup sedikit terbantu dalam menyelesaikan permasalahan hidup ini, untuk menjadikannya perempuan yang berdaya dan tentu saja untuk mempertebal dompet. 

Tidak perlu diberi label yang aneh-aneh, karena ingat, perempuan belajar untuk dirinya. 

Toh, jika perempuanmu itu banyak tahunya, tentu akan mudah diajak untuk berdiskusi dan menyelesaikan permasalahan hidup ini. Jadi jangan takut. 
\
Di zaman yang semakin huru -hara ini, perkembangan teknologi dan kehidupan semakin cepat berkembang pesat. Jadi, yuk berkembang juga pandangannya. 


Pekerjaan Pilihan

"Ingin menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga?"

Pertanyaan yang kerap menyapa perempuan terkait pekerjaan pilihannya. Perempuan sering sekali dibimbangkan dengan pilihan-pilihan dalam hidupnya.

 Termasuk ketika perempuan sudah menikah, terlebih sudah memiliki anak. 

Apakah mungkin dan bisa memiliki karier yang bagus sekaligus menjadi ibu rumah tangga yang baik. Jawabannya tentu bisa. 

Multitasking memang sering dilakukan oleh perempuan, karena otak perempuan bisa membagi fokusnya pada beberapa hal. 

Adapun perempuan yang memilih menjadi wanita karier dan ibu rumah tangga sekaligus, tentu memiliki risiko-risiko. 

Misalnya terkadang ia harus memilih antara urusan rumah tangga atau urusan kantor. 

Perempuan dengan segudang mimpinya, ingin memiliki bisnis ini dan ingin bekerja di  perusahaan impian. 

Ingin menjadi ibu rumah tangga saja, atau bekerja dari rumah. 

Perempuan tidak lantas dilabeli macam-macam karena pekerjaan yang ia lakoni dan pilih. 

Baik memilih bekerja ataupun menjadi ibu rumah tangga, tidak mengurangi kualitas dan kehormatan perempuan. 

Semua itu tergantung pilihan, prioritas, dan ruang yang dipilih perempuan. Setiap perempuan tentu berbeda-beda keinginan dan standarnya. 

Jadi, berhentilah membandingkan pekerjaan yang dipilih perempuan. Cukup beri dukungan terhadap pilihannya, tanpa melabelinya dengan stigma yang buruk. 

Perempuan bebas mengekspresikan perannya dalam masyarakat.  


Female Misogyny 

Female misogyny  adalah istilah untuk tindakan di mana perempuan menjatuhkan perempuan lainnya. Female  misogyny kian sering kita dapati, di dunia nyata dan juga di dunia maya. 

Misogini adalah ketidaksukaan terhadap perempuan. Pelaku misogini tidak hanya datang dari kalangan pria, juga dari kalangan perempuan itu sendiri. 

Cukup memprihatinkan, di mana perempuan sering menjadi objek yang disakiti dan dirugikan, bukannya mendapat penguatan dari sesamanya justru mendapatkan makian dan kata-kata menyakitkan.
 
Dewasa ini, biasanya ada tiga perilaku female  misogyny yang menimpa perempuan yaitu ketika perempuan mengkritik keputusan perempuan lain yang tidak sejalan dengannya.

Saya cukup sering menyaksikan hal ini, biasanya pelaku menyerang keputusan korban untuk membenarkan keputusannya. 

Seolah keputusan dan pilihan dia adalah yang terbaik dan memang seharusnya perempuan memilih pilihan yang sama dengannya. 

Sekali lagi, apa pun pilihan orang lain, tentu sudah dipertimbangkan dengan matang dan baik oleh orang tersebut. 

Jika memang pilihannya berbeda dengan pilihanmu, wajar saja. Kamu bukan dia, dan dia bukan kamu. Apa yang terbaik bagi kalian tidak sama. 

Jadi, sudahilah menampar muka sendiri dengan membanggakan pilihanmu dan menjatuhkan pilihan orang lain. Kamu tidak akan menjadi keren karena hal itu. 

Lebih baik dan harmonis lagi untuk saling mendukung dan berempati pada pilihan perempuan di sekitarmu. Kamu tidak akan rugi melakukannya.

Body Shaming dan Bulliying

Kedua hal ini amat sering dilontarkan perempuan kepada perempuan lainnya. Belakangan ini, jika teman-teman mengetahui tentang body shaming yang dilakukan seorang Selebgram kepada seorang Artis. 

Sang Selebgram tampak bingung dengan standar kecantikan yang digunakan di Indonesia, sehingga ia mengatakan kenapa bisa wajah sang Artis disebut-sebut sangat cantik. 

Standar kecantikan amatlah luas dan beragam. Kamu akan pusing dan bingung jika mengikutinya.

Contoh saja bentuk alis zaman dulu dengan alis zaman sekarang, tentu beda bukan? 

Lalu bentuk alis  mana yang cantik? Kamu tidak bisa mengatakan salah satu dari dua bentuk alis itu jelek, karena pada masanya, bentuk tersebut adalah bentuk alis yang paling cantik di zamannya. 

Standar kecantikan di setiap negara pun berbeda-beda, jadi sudahilah kesibukan mengurusi kecantikan perempuan lain dengan standar kecantikan yang kamu imani. 

Setiap perempuan tentu sudah pasti cantik, kalau tidak artinya dia laki-laki

Perilaku body shaming antar- perempuan memang sudah layaknya dihentikan. Pelaku dan korban sesama perempuan, yang tentu memahami perasaan satu sama lain jika mendapatkan perilaku tidak menyenangkan, jadi untuk apa saling merundung?

Women Support Women


Perempuan sudah saatnya saling mendukung dan melindungi. 

Sudah cukup perempuan mendapatkan perilaku dan stigma yang buruk. Saatnya saling merangkul, menghargai setiap keputusan masing-masing dan bergandeng tangan untuk perubahan. 

Yuk, saling mendukung dan menebar kedamaian. 

Senin, 24 Mei 2021

How To Cure Yourself With A Love Letter

Mei 24, 2021 0 Comments




Ketika membaca buku karya Jhon Grey, ada bab yang menarik untuk di gunakan sehari- hari yaitu tentang menulis surat cinta untuk diri sendiri. Menulis tidak hanya sekedar merangkai kata- kata menjadi kalimat yang layak di baca. Menulis juga dapat menjadi media terapi penyembuhan diri. 


Dulu, kita sering sekali menuliskan kejadian setiap hari dalam buku diary, apakah masih ingat bagaimana perasaan setelah menuliskannya?
Lega bukan?.

                   Baca juga:  Hidup Bukan Perlombaan; Akibat Lirik-Lirik Media Sosial


Menulis surat cinta merupakan cara yang aman untuk mengungkapkan perasaan- perasaan yang ada dalam diri seseorang. Perasaan- perasaan yang tidak terselesaikan, penolakan, keinginan- keinginan, perasaan negatif, perubahan, dan lain-lain. Dengan menuliskan perasaan- perasaan tersebut dalam bentuk surat cinta, kita telah mendengarkan perasaan- perasaan dan memperlakukannya secara bijaksana. Menuliskan surat cinta mungkin tidak bisa seketika memperbaiki suasana hati, tapi dengan menuliskannya akan membantu untuk memahami apa yang kita mau dan butuhkan.

Latihan ini berguna untuk membantu menyuarakan apa yang ada di dalam perasaan tanpa takut disalahkan, dihakimi dan tidak di dengarkan, membantu melepaskan marah, mengatasi kecemasan serta dapat memberikan dan menerima ampunan kepada diri sendiri.
Tidak ada ketentuan untuk berapa kali menuliskan surat cinta ini, namun sempatkanlah menulisnya satu kali dalam sepekan, atau jika sudah merasakan sesuatu yang merisaukan , duduklah, lalu tulis surat cinta untuk dirimu sendiri.

Dalam menuliskan surat cinta ini, ada 5 emosi yang harus dikeluarkan, yaitu marah, sedih, rasa takut, penyesalan, dan rasa cinta.

Formatnya seperti ini dibawah ini.:


Versi panjang.

Dear, My Self…
  1. Marah
  • Aku tak suka…
  • Aku merasa putus asa…….
  • Aku marah karena……..
  • Aku kesal…..
  • Aku ingin……
  1. Sedih
  • Aku kecewa…….
  • Aku sedih…..
  • Aku terluka…….
  • Aku ingin…….
  • Aku mau…….
  1. Rasa takut
  • Aku cemas…….
  • Aku khawatir……
  • Aku takut…….
  • Aku tak ingin……….
  • Aku perlu……
  • Aku mau……
  1. Penyesalan
  • Aku malu…..
  • Aku menyesal…….
  • Aku tak ingin…….
  • Aku ingin……..
  1. Cinta
  • Aku cinta……
  • Aku ingin…….
  • Aku mengerti…….
  • Aku memaafkan……….
  • Aku menghargai………..
  • Aku berterima kasih padamu karena….
  • Aku tahu…….
Versi singkat :

Dear, My Self…

Aku menuliskan surat ini untuk menyampaikanperasaan- perasaanku padamu.
Aku sangat marah…..
Aku sedih…….
Aku takut…..
Aku menyesal…..
Aku cinta…….

Marah, sedih, takut, menyesal dan cinta adalah emosi yang didengarkan dan dirasakan dari dalam diri hasil dari refleksi.



P.S : Jawaban  yang ingin aku dengar darimu
(berisi kata- kata positif dan jawaban atas ungkapan diatas, dari diri sendiri untuk diri sendiri)

Selamat Mencoba!!!!!!!




Jumat, 21 Mei 2021

Relawan, Makna, Pelajaran, dan Suka Dukanya.

Mei 21, 2021 2 Comments



Selama masa pandemi ini ruang gerak kita semakin terbatas dan kegiatan yang bisa kita lakukan juga terbatas. meskipun sudah memasuki new normal, tetap saja rasa khawatir akan terpapar virus Corona tetap menghantui. beberapa aktivitas kita juga sudah berjalan kembali seperti sebelum pandemi, selama pandemi ini, kalian paling rindu kegiatan apa sih, Guys?

Kalau aku, kegiatan relawan menjadi salah satu kegiatan yang kurindukan. Biasanya sebelum pandemi, aku rajin mengikuti kegiatan relawan di komunitas-komunitas sosial, mulai dari mengajar, mengantarkan paket buku beasiswa, observasi dan seleksi penerima beasiswa, sampai menemani teman-teman kecil berobat di R.S. Sardjito. 

Meskipun sekarang banyak juga relawan-relawan yang bisa dilakukan secara daring, tapi tetap saja rindu untuk turun langsung ke lapangan tanpa khawatir dan bebas bernafas tanpa masker, hahaha. 

Kenapa menyukai kegiatan relawan?

Aku suka mengikuti kegiatan relawan karena dari kegiatan tersebut aku bisa belajar banyak hal. Misalnya belajar empati, sosialisasi, melatih peduli, dan banyak deh pelajaran-pelajaran yang didapatkan dalam kegiatan relawan. 

Tentunya pelajaran tersebut tidak ada di bangku kuliah. Mengikuti kegiatan relawan bermula dari Muslimah Hijab Day di Gunung Kidul, di sana aku dan teman-teman relawan lainnya mengadakan pengajian dan berakhir dengan membagikan hijab dan kaos kaki kepada sesama Muslimah yang membutuhkan. 

Hmmm, melihat senyum di wajah para Muslimah yang mendapatkan hijab tersebut membuat rasa capek hilang dan ada kepuasan tersendiri bisa membantu orang lain. Dari kegiatan tersebut, aku mulai aktif mencari kelompok-kelompok sosial untuk mendaftar jadi relawan. 

Setelah mendapatkan beberapa akun instagram kelompok sosial tersebut, aku mulai menghubungi adminnya dan menanyakan kapan mereka membuka lowongan relawan dan dibidang apa kelompok mereka bergerak. 

Pernah menjadi relawan di mana saja?

Sejauh ini aku pernah mengikuti kegiatan relawan di 5 lembaga. Kegiatan setiap lembaga bermacam-macam dan memiliki karakteristik juga budaya yang berbeda-beda. Kedua hal ini sempat membuatku terkejut di awal-awal mengikuti kegiatan relawan, dan malah menjadi hal yang paling aku suka dari kegiatan tersebut. 

Jadi ingat, setiap memasuki semester baru, aku mulai berselancar di instagram mencari lembaga mana yang sedang membutuhkan relawan. Tak jarang juga aku mengirim pesan pribadi kepada lembaga-lembaga yang arah perjuangannya sesuai dengan minatku. 

Setiap perjalanan memiliki makna

Kalimat itulah yang sering terlintas di pikiranku ketika sepulang dari kegiatan relawan. Selalu ada rasa senang dan terharu ketika bertemu dengan orang-orang baru yang kujumpai di lokasi penempatan relawan. 

Salah satu momen yang paling berharga adalah ketika aku mengikuti kegiatan Home Visit Relawan dari Lembaga Hoshizora kepada peserta didik yang berprestasi namun dalam keadaan ekonomi sulit. Mengunjungi rumah ke rumah dengan cerita harapan orang tua pada anak-anaknya. 

Perjalanan ini menamparku sepanjang jalan pulang. Melihat bagaimana semangat dan usaha adik-adik bintang dan orang tuanya bekerja sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan akses belajar di tengah keterbatasan ekonomi. 

Pendidikan sendiri adalah salah satu pisau pemutus garis kemiskinan dan modal dasar untuk mencapai pencerahan. 

Kegiatan inilah yang paling kurindukan selama pandemi menyerang, sekarang sudah banyak juga kegiatan relawan yang diadakan secara online, aku juga sudah pernah mencobanya dan terlibat dalam satu campaign kesehatan mental.

Meskipun online, kegiatan relawan tetap memberikan nilai, pelajaran dan dampak positif bagiku. Yuk, rajin bergabung menjadi relawan, dan rasakan perubahannya pada dirimu.