Pengalaman Bergabung di Bentang Pustaka.



Bagi seorang yang suka membaca buku, keinginan untuk bekerja di penerbit buku pasti pernah terlintas dong. Begitu juga aku, ingin sekali merasakan bagaimana atmosfer kerja di balik terbit nya sebuah buku. Kesempatan itu datang ketika di akhir-akhir masa kuliah, setelah berkali-kali melamar di beberapa penerbit. Akhirnya bisa juga mewujudkan mimpi yang satu ini, aku diterima bekerja di salah satu penerbit mayor di Jogja. Rasanya bagaimana? Senang sekali pastinya.

Berawal dari lowongan kerja di instagram, kebetulan aku salah satu followers akun penerbit Bentang Pustaka yang sedang mencari Publisis untuk bergabung dengan mereka dan tidak menunggu waktu lama aku langsung mengirimkan surat lamaran. Selang dua hari, aku dihubungi pihak penerbit dan menentukan jadwal wawancara. Aku ingat banget hari itu hari Kamis, setelah selesai seminar proposal skripsi aku langsung menuju kantor penerbit dan melakukan wawancara. pada sesi wawancara ini aku banyak ditanya soal seberapa dekat dan tahu soal buku, buku apa saja yang sudah berhasil dibaca dalam bulan ini, genre buku yang paling aku suka dan yang aku tidak suka, apa yang aku tahu tentang profil penerbit, job desc apa saja kira-kira yang menjadi tanggung jawab seorang Publisis dan tentu saja aku ditanyakan apakah aku sering membaca buku terbitan penerbit tersebut. Setelah ku ingat-ingat, banyak juga buku-buku yang berbaris di rak merupakan terbitan mereka. 

Setelah ditanya-tanya soal buku, aku diperintahkan untuk menulis ulasan buku anak di instagram. Kebetulan nih, aku suka sekali mengulas buku-buku yang sudah ku baca. Seperti di blog ini, kalian akan mendapatkan ulasan dari beberapa buku yang sudah ku baca dan baru sempat aku tulis ulasannya. Karena itu, mengulas buku bukanlah hal asing bagiku. Setelah mengulas buku, aku diperintahkan untuk mengisi form yang sebenarnya adalah jawabanku ketika wawancara tadi. Tahapan wawancara tersebut berakhir disini.

Esok harinya bertepatan dengan hari Jum'at, aku dihubungi pihak penerbit untuk datang ke kantor penerbit. Aku bahagia bukan kepalang, tapi deg degan juga sih, apa aku ke ge-er an ya, hahaha. Akhirnya setelah shalat Ashar, aku berangkat ke kantor penerbit dan menjumpai HRD. Kemudian aku dijelaskan bahwa aku diterima untuk bergabung bersama mereka dan diajak jalan-jalan keliling kantor sekaligus berkenalan dengan teman-teman dan dijelaskan tentang pekerjaan yang akan aku tanggungjawabi. Aku bergabung di lini anak dan Parenting. Sebuah topik yang amat sangat aku sukai.

1 Oktober 2019, menjadi hari pertama aku bekerja di Bentang Pustaka dan aku menikmati setiap pekerjaan yang diberikan. Apa aja sih,  kerjaan seorang publisis? Kuy, ku jabarkan seberapa menantangnya, heheheheu. 

1. Membuat konten instagram.

Yups, konten instagram. Karena pekerjaan seorang Publisis adalah menjadi admin media sosial, jadi otomatis harus membuat konten. Biasanya konten nya seputar buku-buku yang akan terbit dan sesekali mempromosikan buku yang sudah lama terbitnya. Ini kerjaan yang seru seru menantang bagiku. Menantang nya adalah aku dituntut untuk membuat konten tentang Parenting sekaligus dengan captionnya. Bukan, masalahnya bukan di isi konten nya karena aku bisa mendapatkan materi dari buku-buku, yang menantang adalah membuat caption dari materi tersebut. Aku merasa lucu ketika harus menyapa ibu-ibu yang mayoritas menjadi followers kami, setiap hari menanyakan perkembangan anaknya dan memberi informasi tentang pengasuhan yang sebenarnya aku sendiri pun tidak pernah mengasuh anak, wkwkwkk. Beruntung karena diberkati Tuhan dengan kemampuan menulis dan memainkan peran dalam tulisan, aku jadi sedikit terbantu memberi informasi tanpa menggurui dan membuat buku tersebut laku di pasaran, tentunya dengan bantuan dan koreksi teman-teman juga. Dari sini aku belajar bahwa menjadi seorang Selebgram itu memusingkan dan wajar saja kalau Selebgram dengan followers beribu- ribu tersebut mematok tarif endorse yang mahal. Apalagi yang sudah bercentang biru ya, ulalaa. 

2. Mengulas buku.

Namanya juga jualan buku, sebagai seorang Publisis ya berusaha memberikan informasi terkait buku-buku yang dijual. Apa saja keunggulan nya, sedikit bocoran tentang isinya dan kenapa sih kalian harus banget punya buku ini. Ya intinya untuk meracuni kalian agar mau membaca buku dan membeli buku-buku original, karena beli buku bajakan itu jahat. Selain meracuni kalian untuk membeli buku, sungguh aku pun sudah meracuni diri sendiri, hehehehu. Ada banyak sekali buku-buku bagus yang ingin ku baca sementara tumpukan bacaan kian meninggi. Biasanya untuk menuntaskan hasrat membaca dan tidak mengganggu bacaan yang lainnya, aku mengerjakan tugas kantor setepat waktu mungkin, supaya aku bisa membaca buku lebih banyak, dan tentunya bisa bercerita lebih banyak tentang buku-buku tersebut melalui konten atau pun artikel yang akan ku tulis. 

3. Menulis di website.

Selain mengelola Instagram, seorang Publisis juga dituntut untuk menulis di website penerbit. Gunanya ya untuk berbagi informasi tentang buku-buku yang diterbitkan, informasi tentang penulis, laporan acara bersama penulis, dan artikel-artikel yang bersumber dari buku terbitan Bentang Pustaka. Menulis di website ini jadi kerjaan favoritku. Aku menikmati proses pembuatan sebuah artikel, hingga membagikannya di kanal website. 

4. Dan Lain-lain. 

Selain tiga tugas pokok diatas, biasanya suka ada tambahan kerjaan sesuai dengan kebutuhan promosi buku, seperti membuat obrolan online dengan penulis, membuat video promosi tentang produk atau buku yang akan rilis, mengadakan diskusi online bareng penulis, atau sekadar bincang-bincang tentang buku. Pokoknya, seru. 

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pertama untukku, jadi banyak sekali hal yang aku dapatkan dari pekerjaan ini. Rasanya ingin selalu meng-upgrade diri dan pengetahuan terus karena bekerja di industri kreatif ya memang harus kreatif ya, hahaha. Hal ini didorong oleh teman-teman satu kantor yang hebat-hebat dan tulisannya bagus-bagus banget, wah makin menjadi jadi lah keinginan untuk belajar lebih. Ternyata, nggak selamanya membandingkan diri dengan orang lain itu buruk. Kita juga harus punya benchmark untuk mengukur kemampuan kita. Tujuan nya adalah untuk meningkatkan apa-apa yang kurang dalam diri, terkadang tidak tahu akan sesuatu bukan karena kita tidak bisa, tetapi karena kita tidak mau. Kalau katanya Ibu Kartini, jadikan "Aku Mau", sebagai mantra untuk membuka jalan menuju mimpi dan kebebasan. 

Bulan April kemarin, masa kontrak ku habis, dan sudah tidak melanjutkan untuk bekerja disana. Rasanya seperti kehilangan kegiatan yang sangat ku suka, dan aku semakin rajin untuk belajar tentang hal-hal yang ku rasa aku kurang oke ketika bekerja disana. Menjadi seorang Publisis di kantor penerbit buku adalah pengalaman kerja yang sangat sangat seru dan berarti bagiku. Dari proses belajar disana aku jadi terbuka dengan kritikan, saran, dan bahkan aku harus rajin melihat-lihat kualitas tulisan teman-teman satu lini, melihat tulisan-tulisan penulis dan harus rajin belajar untuk meningkatkan kemampuan diri. Selain menyelesaikan tantangan upgrade diri, aku juga bekerja sambil skripsi- an waktu itu, jadi terbayang lah bagaimana ribet dan hecticnya hari-hari ku. dikejar-kejar deadline. tetapi hal tersebut tidak membuatku menjadi stres dan sejenisnya, sempat sih waktu awal-awal kerja aku kewalahan, akhirnya aku coba-coba rutinkan olahraga, alhamdulillah selain badan terasa lebih bugar, pikiran juga segar, ide lebih lancar. 

Ya itu adalah sepenggal pengalaman ketika kerja menjadi seorang Publisis salah satu penerbit mayor di Yogyakarta, semoga bermanfaat dan mereka lagi ada oprec lohhhhh, yok dik adik yang mau nyoba keseruan menjadi seorang Publisis, keseruan bekerja dengan buku-buku, dan berbagai kenikmatan lainnya, sila segera mendaftar. 






0 Komentar