Follow Us @soratemplates

Rabu, 27 Oktober 2021

Bahagia Menjalani Hobi Sambil Menjaga Bumi

Oktober 27, 2021 10 Comments






Holaaaa!!!!

Selamat hari Sumpah Pemuda. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, di mana saya merayakan sumpah pemuda hanya dengan menjaga semangat untuk terus berkarya di usia muda dan bersenang-senang di usia tua. 

Pada tahun ini saya merayakannya dengan sedikit berbeda. Di dasari rasa takut dengan kondisi bumi dari tahun ke tahun, membuat saya kian berpikir dan memaksa diri saya untuk mengubah gaya hidup demi menjaga bumi. 

Salah satu ketakutan saya dengan keadaan bumi saat ini adalah bencana alamnya. Memang, bencana alam sudah ada dari dahulu kala, tetapi jika kita amati dari tahun ke tahun, bencana alam kian intens terjadi. 

Bencana alam adalah salah satu dampak dari mitigasi perubahan iklim. Dikutip dari jurnal penelitian Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, Indonesia merupakan negara yang rentan mengalami perubahan iklim. 

Hal tersebut disebabkan letak geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia dan di antara Samudera Pasifik dan Hindia. Indonesia dilalui dengan garis khatulistiwa dan terdiri dari begitu banyak pulau dan kepulauan.

Salah satu bencana alam yang kerap terjadi adalah bencana alam terkait peningkatan suhu bumi. Dikutip dari lingkunganhidup.co, suhu rata-rata bumi sudah meningkat 1,5 derajat Fahrenheit jika dibandingkan dengan abad-abad lalu. 

Suhu ini ditaksir akan terus melonjak dan mengalami kenaikan lagi seratus tahun ke depan sebanyak 0,5 sampai 8,6 derajat Fahrenheit. 

Sudah terbayang kan, bagaimana gawatnya kondisi bumi kita. 


Manusia adalah penyebab terbesar perubahan iklim

Manusia adalah penyebab sekaligus spesies yang kepayahan menghadapi perubahan iklim. Aktivitas manusia menjadi penyebab dan pemicu dasar dari perubahan iklim. 

Penebangan hutan liar, pembakaran hutan, kekeringan, banjir dan bencana lainnya sering sekali terjadi karena aktivitas kita. 

Sektor-sektor penting yang berhubungan dengan kelanjutan hidup manusia juga turut terdampak oleh perubahan iklim. 

Sektor pertanian sebagai sumber pangan manusia akan dihadapkan dengan masalah penurunan produksi, terutama beras. 

Jika sektor pertanian mengalami penurunan produksi pangan, artinya ketahanan pangan akan terancam dan seperti yang sudah-sudah, menurunnya produksi bahan pangan akan menyebabkan lonjakan harga pangan di masyarakat. 

Sektor infrastruktur juga mengalami masalah banjir yang disebabkan tingginya curah hujan. Hewan peliharaan bermatian, aktivitas masyarakat terganggu, sulitnya masyarakat untuk mendapatkan air bersih, meningkatnya demam berdarah akibat genangan air. 

Dari beberapa dampak di atas, rasanya sudah cukup kita bersantai dan terus menyalahkan keadaan, alih- alih pemerintah dengan bencana yang ada. 

Sudah saatnya #mudamudibumi bergerak dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi. Kita tidak perlu menuntut orang lain untuk bergerak terlebih dahulu. Kita bisa memulai mitigasi perubahan iklim dari diri kita sendiri. Dari hal-hal yang kita sukai. 

Jalani Hobi Sambil Jaga Bumi

Seperti yang sudah saya paparkan di atas, tidak perlu menuntut orang lain untuk bergerak lebih dulu, kita pun bisa bergerak pelan-pelan menjaga bumi dan berupaya memperbaharui gaya hidup di mulai dari menjalani hobi. 

Saya senang sekali membaca buku, belanja buku, juga jalan-jalan ke toko buku. Untuk mengawali gaya hidup baru, tentulah saya memulai dari hal yang saya senangi. Bertujuan untuk memberikan pengertian pada diri saya tentang adanya kebiasaan baru yang lain dari biasanya. 

Upaya mitigasi perubahan iklim dan #TimeforActionIndonesia saya awali dengan memperhatikan dan menjalankan 7 hal di bawah ini. 

1. Membawa alat makan pribadi


Belum lama ini saya selalu membawa alat makan dan minum sendiri jika harus bepergian ke luar rumah. Kalau sedang jalan-jalan, jajan adalah keharusan bagi saya. 

Saya banyak melihat masih banyak gerai makanan yang masih menggunakan plastik sebagai tempat minum, sendok, dan garpu. 

Sampah plastik adalah salah satu penyebab pencemaran tanah, dikarenakan sampah plastik sulit terurai oleh mikroorganisme. 

Plastik yang tidak terurai akan menjadi racun dan akan membahayakan makhluk hidup di sekelilingnya. Betapa banyak sampah plastik di sekitar kita, dan jika tanah semakin tercemar pasti akan berdampak buruk untuk bumi dan makhluk yang ada di dalamnya. 

Saya juga mengapresiasi restoran dan rumah makan yang sudah tidak menyediakan plastik sebagai alat makan. Mungkin akan menjadi beban dalam pencucian alat makan pelanggan, tetapi itu lebih baik dari pada harus membebani bumi dengan sampah plastik. 




2. Tidak membuang sampah sembarangan


Sedari kecil kita selalu diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Bahkan begitu banyak tulisan-tulisan peringatan untuk aksi ini terpampang di sekolah dan jalan raya. 

Namun masih saja banyak orang yang dengan sembarangan dan perasaan tidak berdosa membuang sampah tidak pada tempatnya. 

Beberapa kali saya ke pantai di kampung halaman saya, dan sayang sekali masih banyak sampah-sampah plastik bersebaran di bibir pantai. 

Jika alam sudah memberikan keindahan untuk kita nikmati, apakah sepadan dengan balasan kita yang dengan seenaknya membuang sampah dan mencemari alam yang sudah memberi kita pemandangan yang indah? 

Saya tidak habis pikir, apa susahnya menyimpan sebentar sampah makanan yang kita konsumsi di dalam tas, lalu membuangnya  jika sudah bertemu dengan tong sampah. 

Sedari dulu saya selalu menyimpan sampah bekas bungkus makanan atau minuman saya di tas, dan akan membuangnya ketika sudah di rumah atau ketika bertemu dengan tong sampah. Saya rasa tidak ada hal yang sulit untuk melakukan itu. 

Di hari sumpah pemuda ini, saya bersumpah tidak akan membuang sampah sembarangan. 


3. Mengurangi belanja online


Belanja online belakangan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita. Pada mulanya semua tampak baik-baik saja, dan bahkan belanja online memberikan dampak baik bagi kehidupan kita. 

Belanja menjadi mudah, kemacetan jalan berkurang dan otomatis polusi dan emisi pun berkurang. 

Siapa yang menyangka bahwa belanja online pada akhirnya memberikan dampak buruk juga bagi lingkungan. 

Bayangkan saja berapa banyak dari kita yang berbelanja online, sehingga setiap tahunnya pembelian barang-barang retail melalui online meningkat. 

Akibatnya transportasi laut darat dan udara kian memadat. Kapal-kapal dan pesawat cargo yang bertugas mengirimkan barang-barang semakin ramai, truk-truk kontainer juga turut meramaikan jalan, banyaknya kurir yang memadati jalanan kota. 

Ditambah lagi pengemasan barang-barang belanjaan online sudah pasti menggunakan plastik yang banyak. 

Menyadari hal itu, saya mulai mengurangi berbelanja online. Saya lebih memilih berbelanja buku atau barang-barang kebutuhan lainnya langsung ke toko di kota saya. 





4. Daur ulang


Di sekitar kita, banyak sekali barang-barang yang bisa di daur ulang dibandingkan harus membuangnya dan kemudian akan menjadi sampah yang sulit untuk diurai.

Kebetulan saya sangat suka melihat inspirasi  barang-barang hasil daur ulang DIY (do it yourself). Menjadikan botol bekas sebagai vas bunga, menjadikan kardus sebagai penyimpanan barang, tentu kardus tersebut sudah dilapisi dengan kertas kado. 

Selagi barang-barang tersebut masih bisa digunakan dengan fungsi yang berbeda, kenapa harus dibuang. 

Dengan ini kita bisa mengurangi sampah dan melatih kreativitas, bukan? Banyak loh, perabot-perabot vintage dan aeshthetic berasal dari bahan daur ulang. 


5. Stop memakai tisu


Tiga bulan terakhir ini saya sudah tidak membeli tisu lagi untuk keperluan di rumah.  Gantinya, saya membeli banyak kain lap dan sapu tangan. Biasanya saya membeli banyak tisu untuk di rumah dan untuk dibawa ketika bepergian. 

Memang pada awalnya berhenti menggunakan tisu akan terasa sedikit lebih repot, karena harus rutin mencuci kain lap dan sapu tangan. Rasanya memang lebih ringkas dengan menggunakan tisu yang tinggal dibuang ketika selesai dipakai.

Tapi....tapi.... tahu kan kita, bahwa sampah tisu bekas menyumbang sekitar 33,5 ton BPA yang dapat mencemari lingkungan. Sampah bekas tisu tersebut dapat mencemari tanah, tanaman dan sumber pangan lain. Seram kannnn. 

Bayangkan saja yang memakai tisu di bumi ini bukan hanya kita seorang, tetapi rata-rata manusia menggunakannya. Terbayang dong, seberapa banyaknya sampah tisu bekas dan seberapa beratnya bumi menanggung BPA dan pencemaran. 





Dengan berusaha tetap menjalankan lima hal di atas saya harap bisa membantu mitigasi perubahan iklim #UntukmuBumiku. 

Di hari sumpah pemuda tahun ini, saya berjanji akan turut serta menjaga bumi dan menjadi bagian dari #MudaMudiBumi.

Semoga ke depannya saya bisa mengembangkan gaya hidup ini di bagian lain dari kehidupan saya, tidak hanya sebatas menjalankannya dari segi hobi semata, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup. 

Saya percaya, sekecil apa pun usaha untuk menjaga bumi, jika dilakukan dengan konsisten dan saling mengingatkan, pasti akan memberikan dampak. 

Jadi, jangan tunggu orang lain untuk memulai. Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal yang disukai dan sudah saatnya #TimeforActionIndonesia. 

IDCH Talk Perayaan Hari Blogger ; Jangan Jadi Blogger yang Segini Aja Cukup

Oktober 27, 2021 0 Comments


Selama kegiatan itu masih menghasilkan, masih bisa digunakan untuk membiayai hidup, bayar domain, dan tidur nyenyak, saya rasa itu menjanjikan.

Kalimat tersebut dipaparkan oleh Koh Deddy Huang ketika mengakhiri IDCH Talk sore ini. Kalimat yang membawa saya kepada perenungan apa sebenarnya yang saya inginkan dari menulis di blog. Niat awal dan tujuan akhir menjadi hal penting untuk dirawat ketika menulis blog. 

Dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional, saya merayakannya dengan mengikuti IDCH Talk dari IDCLOUDHOST. Sesi ini diisi oleh Koh Deddy Huang. Bagi kalian yang suka berselancar di blog, fotografi dan digital marketing, pasti kenal dong dengan beliau. 

IDCH Talk dimulai dari pukul 16.00 wib hingga selesai. IDCH Talk sore ini bertema Jangan Jadi Blogger yang Segini Aja Cukup Kok. 

Menurut saya, tema ini sangat menarik sekaligus menjadi pengingat untuk terus belajar dan tidak mudah berpuas hati. Pasalnya dunia digital dan internet terus berkembang. 



Kita semua adalah pemula

Seorang yang sudah ahli dulunya adalah seorang pemula. Dari sharing session sore ini saya melihat bahwa dalam menekuni satu bidang, kita akan selalu menjadi pemula. Meskipun titik mulanya akan berbeda antara satu dengan lainnya. 

Dalam dunia blogger, akan selalu ada perubahan-perubahan dan perkembangan. Tugas kita adalah membiasakan diri dengan perubahan dan perkembangan itu. 

Nah, peringatan banget nih, untukku yang masih suka malas-malasan belajar dan mengikuti perkembangan teknologi di dunia blogger. 

Mulai dari mana?

Adalah pertanyaan yang sering sekali muncul di benak pada blogger pemula, dan tidak menutup kemungkinan juga muncul di benak blogger yang sudah lebih dulu terjun. 

Terkadang ada satu waktu yang membuatku kehabisan ide dan mulai bertanya ingin memulai dari mana. 

Tapi, sungguh, ada banyak hal yang bisa ditulis dan ada banyak sekali sumber inspirasi, Guys. Salah satunya adalah memulai dengan hal yang sedang kita geluti, dan hal apa yang ingin kita pelajari. 

Tentunya bukan kita seorang kan, yang bergelut di bidang tersebut dan ingin mengetahui hal tersebut. Akan ada banyak orang yang tertolong dengan tulisan-tulisan kita. 

Selain itu, di Google juga sudah banyak tools- tools yang bisa digunakan untuk mencari inspirasi, tinggal mengumpulkan niat saja untuk eksekusinya. 





Rajin bergabung dengan komunitas

Komunitas amatlah penting. Di sana akan banyak sekali pembelajaran yang didapat dan tidak akan didapat kalau berjalan sendirian. 

Dalam komunitas, kita akan bertemu dengan para blogger senior. Tentu mereka memiliki pengalaman yang banyak dari kita, dan kita bisa belajar darinya. 

Biasanya juga komunitas-komunitas memiliki cara dan tujuan untuk meningkatkan kualitas anggotanya, nah kita harus rajin ikutan tuh. 




Agar pembaca setia

Dalam sesi diskusi, ada banyak banget yang bertanya bagaimana caranya mendapatkan pembaca yang setia. 

Dari penjelasan Koh Dedy, aku menangkap bahwa setiap tulisan memiliki penikmatnya sendiri. Terkadang mungkin si penikmat tidak meninggalkan jejak di setiap tulisan kita, tetapi ia benar-benar membacanya. 

Ketika bertemu langsung, si pembaca setia ini akan berkomentar tentang tulisan kita. Pasti pernah dong ya, bertemu pembaca seperti ini.

Jadi tidak ada cara lain untuk menemukan pembaca setia selain terus menulis dan meningkatkan kualitas tulisan.



Seberapa pentingkah Niche blog?

Pertama kali mulai menulis di blog, Niche adalah hal yang sering kupusingkan. Ingin fokus pada satu Niche, tetapi ingin juga menulis tulisan yang beragam. 

Niche dapat membantu menaikkan branding diri. Ketika kita rutin menulis tentang suatu topik dan fokus pada topik tersebut, semakin lama keahlian dan pengetahuan kita tentang topik tersebut semakin kaya.

Dari diskusi hari ini, kita sepakat bahwa penting tidaknya menggunakan Niche tergantung pada tujuan awal membangun blog. Jika memang tidak ingin terfokus pada satu Niche, maka kalian bisa membuat label pada laman blog. 

Tujuannya agar pembaca mudah menemukan tulisan kita dengan topik tertentu. 

Pada akhirnya belajar adalah kewajiban kita jika memang ingin berkembang. Hari ini aku sangat mensyukuri sudah menghadiri acara IDCH Talk. 

Yuk, terus belajar dan meningkatkan kemampuan menulis kita. 

Selasa, 26 Oktober 2021

Perjalanan Menulis Blog dan 4 Hal yang Aku Sukai dari Blogging

Oktober 26, 2021 4 Comments

Selamat hari Blogger, teman-teman Blogger!

Berhubung hari ini adalah hari Blogger, aku ingin merayakannya dengan berkontemplasi, mengingat perjalananku mengawali blog ini, apa saja yang aku suka dari kegiatan blogging, dan tentunya harapan dan cita-citaku ke depannya di dunia blogging

Berangkat dari awal mula menulis blog, pada mulanya aku sangatlah tidak familier dengan blog. Bahkan aku tidak tahu kalau ada platform yang bisa dijadikan tempat menulis sendiri, alih-alih dibaca banyak orang.

Kekudetanku bukan tidak beralasan. Maklum saja, aku besar dan tumbuh di lingkungan pondok pesantren, di mana internet dan gedget adalah hal yang amat jauh dari kami. 

Bahkan, di saat teman-teman sebayaku di luar sana sudah mahir berselancar di internet, aku masih meraba belajar menulis di Word dan belajar menggunakan Excel yang sampai sekarang aku tidak hafal rumusnya. 

Baca juga : Perempuan, Pendidikan, & Stigma Masyarakat


Satu-satunya sosial media yang akrab denganku adalah Facebook. Aku selalu mencuri-curi waktu untuk membukanya di warung internet ketika aku berpeluang untuk keluar dari pesantren. 

Barulah di saat kuliah, di saat sedang bosan-bosannya dengan rutinitas kampus, di saat sedih-sedihnya beradaptasi di tanah rantau, aku mulai sering menghabiskan waktu di warung internet dekat kosku sepulang kuliah. 

Di sana, semua tabir internet tersingkap, dan aku mulai mencari tahu dari mana asalnya semua artikel yang kubaca di internet dan bagaimana membuatnya. 

Pentingnya Memiliki Mentor dan Role Model

Akhirnya setelah membaca-baca tutorial membuat blog, aku pun memberanikan diri membuat blog pribadi. Isinya seperti biasa, curhat, curhat, dan mengeluh. 

Aku semacam memiliki buku diary online. Di tambah lagi aku membaca buku Raditya Dika, Kambing Jantan. Di sana Raditya juga rajin menulis di diari onlinenya, sampai dijadikan buku. 

Seiring berjalannya waktu, aku jadi sering menulis di blog. Aku juga mulai mencari tahu bagaimana agar blogku tidak hanya berisi curahan hati melulu.

Mulai mencari-cari model blogger mana yang bisa dijadikan contoh, mempelajari bagaimana agar blog enak dilihat, karena aku anaknya visual sekali. 

Aku merasa bahwa untuk menjadi blogger yang profesional harus memiliki mentor dan role model dari blogger yang sudah sukses atau menginspirasi. Karena dari sana aku bisa belajar banyak dan mempercepat tujuanku. 

Aku juga sering menyambangi blog Blogger Perempuan untuk membaca tulisan-tulisan teman-teman blogger lain. 

Baca juga : Malas, Sebuah Seni Mempercepat Sukses

4 Hal yang Aku Sukai dari Blogging

Sedari dulu, menulis adalah kegemaranku. Aku suka menuliskan apapun yang sedang kurasakan. Menuliskan keresahan dan pendapatku tentang suatu hal. Blog adalah wadah yang menampung dan mewujudkan sebagian mimpiku. 

Hal pertama yang aku suka dari blogging adalah ketika menulis di blog menjadi waktu me-time untukku. Dulu, saat-saat banyaknya tugas kuliah, pelarianku adalah menulis di blog. Bahkan salah satu cara belajarku adalah menuliskan kembali materi kuliahku di blog. 

Dari menuliskan ulasan materi kuliah itu, aku lebih memahami isinya dan bisa bereksplorasi lebih dalam lagi. Bahkan ketika mengerjakan skripsi, aku lebih sering dipusingkan dengan topik apalagi ya yang bisa kutulis di blogku, ketimbang menulis hasil wawancara dari subjek penelitianku. Kelewat memang, hahaha. 

Kedua, blogging membuka peluang pekerjaan dan skill

Proses menulis di blog terbilang panjang. Mulai menentukan topik apa yang akan dibahas, menentukan sudut pandang, riset dan mengumpulkan data, membuat outline, merangkai kata supaya enak dibaca, dan membuat desain visual yang menarik. 

Tidak hanya itu saja, agar lebih optimal lagi, perlu juga melakukan riset kata kunci. Dari panjangnya proses menulis sebuah artikel di blog, coba deh perhatikan, kita jadi punya banyak skill. 

Peluang pekerjaan pun menjadi banyak. Seorang blogger bisa menjadi penulis SEO, bisa juga menjadi content creator, content writer, copywriter, content planner, dan lain sebagainya. 

Pengalamanku mendapatkan pekerjaan dari blog adalah ketika aku diterima bekerja di penerbit mayor dan penulis konten di website portal berita. 

Dengan modal ilmu ketika menulis di blogku, aku bisa menerapkannya di dunia kerja. Sekaligus bisa belajar hal baru dari pekerjaanku, dan menerapkannya di blogku. 




Ketiga, memiliki jejaring dengan penulis dan blogger sukses

Tergabung dalam komunitas blog adalah keharusan  buatku. Karena di sana akan banyak sekali hal-hal yang bisa didapatkan. 

Melalui komunitas, aku bisa mengikuti pelatihan-pelatihan menulis, berkesempatan belajar dengan blogger yang sudah dahulu sampai di puncak kesuksesan, belajar dari sesama teman blogger, dan teman-teman yang menjadi penguat dan penyemangat ketika kemalasan melanda. 

Dari komunitas blog juga akan banyak mendapatkan informasi seputar lomba blog, tips-tips dan banyak hal lainnya yang mendukung dan menjaga semangat menulis.

Jadi, meskipun notabene belum pernah bertemu secara langsung dengan teman-teman komunitas blog, komunikasi dan silaturahmi tetap berjalan. 

Keempat, aku menyukai menulis di blog karena bisa mengamati perkembangan kepribadian dan juga pola pikirku. 

Kepribadian dan pola pikir adalah dua hal yang harus berkembang menjadi lebih baik dari masa ke masa. Aku sering membaca tulisan lamaku untuk melihat lagi bagaimana pola pikirku saat itu. Apakah masih sama, atau mengalami perubahan. 

Jika berubah, ke arah mana perubahan tersebut. Perubahan tersebut bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya dari referensi bacaan. 

Aku juga bisa memantau perkembangan gaya menulisku dari hari ke hari, apakah masih sama saja seperti awal menulis di blog, atau semakin berkembang setelah melalui pembelajaran yang banyak dari menulis dan pelatihan. 

Harapanku Ke Depannya di Hari Blogger 

Harapanku adalah semoga aku lebih berani lagi mengikuti lomba-lomba blog, lebih sering up to date tentang informasi seputar seminar dan event- event blogger. Ya selama ini aku merasa kurang up to date dengan informasi tersebut. Hasilnya adalah aku sering tertinggal event- event yang bisa memperkaya wawasan. 

Selanjutnya harapanku adalah semoga aku semakin konsisten dan kreatif dalam menulis blog. Lebih tajam lagi risetnya, lebih mengasah rasa ingin tahu dan penasaran, serta mampu mengungkapkan keresahan. 

Semoga para blogger di Indonesia kian maju dan sukses. Aktif memberikan konten- konten yang mengedukasi dan informatif. Panjang umur dunia kepenulisan. 










Selasa, 19 Oktober 2021

[ Review Buku ] #101Laws of Successful Startup

Oktober 19, 2021 16 Comments

Hola!!

Akhirnya setelah lama sekali tidak menulis ulasan buku, kangen juga dengan aktivitas menulis rasa dari buku yang sudah dibaca. Sudah lama menyimpan ulasan buku #101Laws of Successful Startup , dan malam ini memutuskan untuk menayangkannya di blog.  

Buku ini kubeli ketika ada diskon besar-besaran di gudang Gramedia di Jogja. Digerakkan oleh rasa penasaran dan ketakjuban, akhirnya aku membawa buku ini pulang. Beruntung, isi bukunya sangat sesuai dengan informasi yang kubutuhkan. 

Suatu hari, aku merasa takjub dengan sepasang suami istri yang masing-masing mereka memiliki startupnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan pendiri Hijup dan Bukalapak. Diajeng Lestari dan Ahmad Zacky. 

Terinspirasi dari kisah mereka berdua, aku mulai cari-cari buku yang membahas seputar startup. Aku tertarik pada satu buku kecil yang berisikan prinsip yang harus dimiliki ketika ingin mendirikan bisnis ataupun startup, dan bagaimana agar bisa menciptakan unicorn


Pilihanku jatuh kepada buku #101Laws of Successful Startup. Buku ini ditulis oleh Arisatya Yogaswara, seorang alumnus dari Universitas Gadjah Mada. Beliau pernah menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan di Jogja dan akhirnya memilih untuk mengembangkan bisnisnya sendiri. Beliau juga membangun stratup di bidang berita dan informasi. 

Tebal buku ini 258 halaman. Buku ini berisi #101 prinsip dan hukum yang harus dimiliki seseorang yang ingin membangun startupnya sendiri. Berkaca dari pengalaman orang-orang yang sudah sukses membangun kerajaan bisnisnya seperti Jack Ma, Dave McClure, Diajeng Lestari, Ahmad Zaky, Natali Ardianto, dan para founder startup lainnya. 

Karena apa yang tertulis dalam buku ini based on true story dan memang buah perjalanan para founder- founder startup, aku merasakan semangat mereka sampai pada bacaan dalam buku ini. Sangat mengingatkanku sekali tentang keharusan menikmati proses, berpikiran yang luas dan memiliki growth mindset. 

Alasan Kenapa Kamu Harus Bikin Startup Sekarang Juga

Saat ini ada 2,5 Miliar pengguna internet di seluruh dunia (data dari WeAreSocial Singapura). 

Di Indonesia, orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat smartphone daripada menonton TV. 

Banyak startup  yang didirikan anak-anak muda Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Tokobagus, dan lain-lain.

Bermula dari ide yang sederhana, dieksekusi dengan tim yang tepat dan keinginan belajar yang tinggi, menjadikan mereka sukses dengan bisnisnya. Saya terperanjat dengan kesederhanaan ide. Kesederhanaan tempat. 



Betapa banyak alasan sangat tidak dibutuhkan ketika ingin maju dan sukses. 
Dari hal sederhana tersebut, biasanya akan muncul hal-hal yang luar biasa jika ditekuni dengan giat. 

Dalam buku ini dijelaskan dengan gamblang oleh para pendiri-pendiri startup dimulai dari latar belakang berdirinya startup mereka, sumber ide, tantangan dan prinsip-prinsip yang dipegang hingga berkembang pesat. 



Melakukan Kesalahan Adalah Hal yang Wajar Bagi Pembelajar 

Dalam merintis karier dan usaha, kesalahan adalah teman yang akrab dengan manusia. Siapa sih, yang tidak pernah salah dan keliru? 

Semua orang hebat dan para founder pernah melakukan kesalahan. Kesalahan justru dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan dan perbaikan. 

Menurutku, buku ini cocok sekali dibaca oleh siapapun yang ingin memulai sebuah usaha ataupun ingin mengembangkan usahanya. Banyak strategi dan prinsip-prinsip bisnis yang diajarkan oleh para founder.

Jika kamu sudah membaca bukunya, dan sudah mempraktikkan isi dari buku ini, boleh berbagi pengalaman di kolom komentar ya.



Senin, 18 Oktober 2021

Pentingnya Menyambangi Masa Lalu

Oktober 18, 2021 0 Comments



Pagi tadi iseng-iseng buka emailku yang lama dan melihat blog yang terdaftar dengan email tersebut. Blog tersebut  kubuat ketika pertama kali mengenal blog. Isinya tidak jauh dari curahan hati sehari-hari sepulang kuliah. Blog itu kubuat di tahun 2014, waktu masih jadi mahasiswa baru. 

Waktu itu aku yang tidak tahu apa itu blog, bermodalkan tutorial dari blog orang lain aku membuat blogku sendiri. Setiap hari aku mengisinya tanpa tujuan apapun. Sepulang kuliah, aku langsung singgah di warnet terdekat, lalu berkutat dengan blogku. 

Perasaan dan cerita sesepele apapun tetap aku tuliskan, jadilah blog itu seperti buku harian onlineku. Sepanjang tahun 2014 aku rutin menuliskan ceritaku di sana. Sampai pada ketika aku mulai belajar serius tentang blogging dan mulai mengenal niche, akhirnya aku menutup blog tersebut dan  membuat blog dengan email baru. 




Bertahun-tahun aku tidak pernah membukanya lagi, dan hari ini aku kembali menyambangi blog itu. Seperti melihat jauh ke diriku beberapa tahun yang lalu. Melihat bagaimana pola pikirku dulu, kemampuan menulisku, dan kembali merasakan perasaan awal perkuliahan. 

Tiga hal ini yang membuatku suka dengan menulis dan mengabadikan tulisan dalam buku harian ataupun blog. Aku bisa melihat perkembangan pola pikirku, cara menulisku, referensi bacaanku di masa lalu dan memastikan kemampuanku terus berkembang di setiap tahunnya. 

Seperti hari ini, aku sangat bersyukur pernah menjejakkan tulisan di blog itu. Kurasa setiap orang yang menulis di blog pernah mengalami hal ini. Ketika melihat kembali tulisan-tulisan pertama kali kamu belajar menulis di blog. 

Aku percaya pada proses yang ditekuni dan diikuti perlahan akan membawa kita pada tujuan yang kita tetapkan. Secepat atau selambat apapun proses itu, pasti akan sampai jika dijalani. 


Mengabadikan momen bukan hanya dengan mengambil gambar, juga dengan tulisan. Semoga dengan melihat tulisan pertamaku di blog, dan menyadari apa yang sudah kulalui sampai hari ini bisa merawat semangat untuk belajar lebih giat dan menulis lebih rajin lagi. 

Apa kamu pernah mengunjungi kembali blog lamamu? Atau pernah membaca ulang tulisan-tulisanmu beberapa tahun lalu? Kalau belum, yuk dicoba. Aku yakin, pasti kamu mendapatkan pencerahan darinya. 

Selamat berkunjung ke masa lalu :)

7 Kunci Pengasuhan Bahagia Ala Denmark

Oktober 18, 2021 28 Comments
Pengasuhan Bahagia Ala Denmark


Kebahagiaan adalah hal yang sangat dicari-cari dalam hidup ini. Terbukti dengan begitu banyaknya buku-buku self-help yang mengangkat tema bagaimana agar menemukan bahagia

Adalah Denmark, salah satu negara di dunia yang disebutkan menjadi negara dengan penduduk paling bahagia. Berdasarkan dari data OECD (Organisation for Economic Coorperation and Development) 

Denmark adalah negara kecil di bagian utara Eropa. Negara ini terpilih menjadi negara dengan masyarakat paling bahagia di dunia oleh OECD (Organisation for Economic Coorperation and Development) hampir setiap tahun, semenjak tahun 1973.

Denmark adalah negara termakmur di dunia dengan pendapatan per kapitanya yang sangat tinggi negeri yang aman, damai. Dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Tingkat korupsi nyaris nol dan masuk sebagai salah satu dari 10 negara ternyaman untuk ditinggali manusia. 

Tidakkah kita penasaran dengan rahasia konsistensi kesuksesan Denmark? Di dalam buku The Danish Way of Parenting, dua orang penulis membahas hasil penelitian mereka selama 13 tahun tentang apa rahasia masyarakat Denmark sehingga konsisten menjadi negara dengan penduduk paling bahagia selama 40 tahun. 


Mengenali Default Setting

Default setting adalah pembawaan alami kita. Pembawaan alami adalah tindakan dan reaksi yang kita lakukan ketika terlalu lelah, untuk memilih cara yang lebih baik. Biasanya default setting dipengaruhi oleh bagaimana kita dibesarkan. 

Karena itulah, tahap pertama dalam menciptakan pengasuhan ala Denmark adalah melihat kembali default setting kita sebagai orang tua, lalu mempelajarinya dan memahaminya.
Apa yang kita sukai tentang bagaimana kita bertindak dan bereaksi kepada anak? Apa yang tidak kita sukai? Apakah yang kita lakukan dalam mengasuh anak adalah pengulangan dari cara kita dibesarkan? Apa yang ingin kita ubah? Dan beragam telaahan lainnya. 

P Untuk Play

Menjelaskan bagaimana bermain menciptakan orang dewasa yang lebih bahagia, mudah beradaptasi dan tangguh.

Istilah bermain bukan berarti memainkan alat musik tertentu atau bermain dengan aktivitas yang telah ditentukan oleh orang dewasa. Bermain yang dimaksud adalah bermain dengan permainan  anak- anak sendiri. 

Bersama teman ataupun sendirian. Bermain mengajari anak-anak ketangguhan. Seperti yang kita tahu, ketangguhan adalah salah satu faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa.


A untuk Authenticity 

Mengapa kejujuran menciptakan citra diri yang lebih kuat. Bagaimana pujian bisa digunakan untuk membentuk pola pikir yang bertumbuh daripada kaku, yang membuat anak lebih tangguh.

Hans Christian Andersen merupakan salah seorang dari penulis Denmark yang paling terkenal dalam sejarah. Dongeng karya Andersen tidak memiliki akhir tragedi dan tidak seperti yang diharapkan.

Namun di sana terdapat pelajaran bahwa orang-orang Denmark percaya bahwa tragedi dan kejadian menyedihkan adalah hal yang harus dibicarakan. Dengan begitu mereka akan belajar lebih banyak tentang sebuah karakter dari penderitaan daripada kesuksesan.


Refreming 

Refreming adalah memaknai ulang. Orang-orang Denmark mengajarkan kepada anaknya bagaimana cara memaknai ulang. 

Hal ini berguna untuk membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih baik dan menjadi ahli dalam hal memaknai ulang adalah landasan dari ketangguhan.

Empathy 

Mengapa memberi pemahaman, menyatukan, dan mengajarkan empati penting dan menciptakan anak dan orang tua dewasa yang lebih bahagia. 

Karena dengan mengembangkan empati pada anak-anak secara dini bisa membantu mereka menciptakan hubungan yang lebih baik dan peduli pada masa depan.

No Ultimatums

Menghindari penggunaan kekuatan dan menggunakan pendekatan pola pengasuhan yang lebih demokratis mendorong terciptanya kepercayaan, ketangguhan, dan anak-anak yang lebih bahagia.


Togetherness dan Hygge

Hubungan sosial yang kuat menjadi salah satu faktor kebahagiaan secara keseluruhan. Bagaimana menciptakan hygge (kenyamanan) bisa membantu kita memberikan hadiah berharga bagi diri anak.

Dari tujuh prinsip pengasuhan di ataslah masyarakat Denmark dibentuk. Meskipun pengasuhan adalah salah satu faktor yang menjadi penyebab kesuksesan mereka dalam mempertahankan Denmark sebagai negara dengan penduduk paling bahagia.

 Anak-anak yang bahagia tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia. Lalu membesarkan anak-anak yang bahagia pula.