Follow Us @soratemplates

Rabu, 18 September 2019

Hidup Bukan Perlombaan; Akibat Lirik-Lirik Media Sosial




Percaya nggak percaya, semenjak ada media sosial, kita terbiasa memperhatikan kehidupan orang lain. Biasanya, karena sering melihat, kita  akan mulai membandingkan proses pencapaian dan hidup dengan orang lain. Entah teman, saudara, tetangga, mantan, gebetannya mantan, atau bahkan dengan seseorang yang sama sekali nggak pernah bertemu langsung di dunia nyata. Kehadiran media sosial yang sebenarnya seperti dua belah mata pisau ini pun berperan banyak terhadap hidup. Kita jadi sering scroll- scroll lalu berhenti di satu akun yang feednya cakep dengan fotonya lagi liburan disini dan disana. Lanjut scroll lagi, dan berhenti di akun yang feednya penuh dengan prestasi.

Kalau terinspirasi lalu mengikuti jejak dan belajar dari langkah-langkah sang idola, ya nggak masalah. Bagus. Kita jadi tahu, untuk menjadi seorang dia, jalannya bagaimana, yang dilakukannya apa saja. Nah, kalau udah mulai terngiang "Dia umur segini udah begini". "Ya ampunn, umur 19 tahun udah nikah, aku ma apa", dan pikiran yang sejenisnya, harus hati- hati. Jangan dinikmati dan di pelihara.

Karena lama- lama, pikiran yang begini kalau tidak disikapi dengan baik akan jadi boomerang ke diri sendiri. Cepat atau lambat, sadar atau tidak. Kita mulai membanding- bandingkan, mulai merasa nggak berguna, dan lain-lain.

                                   Baca juga: How To Cure Yourself With A Love Letter

Dear, hidup bukan perlombaan, meskipun dalam hidup banyak sekali kompetisi. Setiap kita punya waktunya masing- masing, untuk menikmati sesuatu yang kita inginkan pun, kita harus dididik dan dilatih agar pantas untuk mendapatkan posisi tersebut. Terpenting adalah kita tahu tujuan kita apa, nikmati segala prosesnya.

Jangan lupa bersyukur, siapa tahu disaat kita sibuk memperhatikan dan iri dengan kehidupan orang lain, ada juga seseorang yang memperhatikan dan diam-diam ingin berada di posisi kita. Who knows?

Kalau udah terlanjur gimanaaaaa??????

Kalau udah terlanjur, ya apa boleh di kata. mungkin hal- hal dibawah ini bermanfaat kalau di coba.

1. Hiatus dari media sosial.

Ini akan membuat kita kembali terkoneksi ke dunia nyata. Bertemu dengan orang di dunia nyata sangat berbeda dengan di dunia maya. di dunia nyata, kita lihat realnya, kalau di dunia maya, terlalu banyak menerka- nerka, menunjukkan sebagian sisi dan pura-pura.

pinterest


2. Buat akun baru yang tidak memfollow teman- teman, saudara, atau siapapun yang membuatmu membandingkan dirimu.

Kalau belum mampu sepenuhnya istirahat dari media sosial, coba buat akun yang hanya memfollow orang-orang yang memberikan energi positif padamu. Misalnya, ikuti akun- akun yang menunjang hobbimu, akun yang berisi informasi yang kamu butuhkan. Butuhkan lohh ya, bukan yang ingin kamu tahu.

pinterest


3. Me- time. Pergi sendirian ke tempat favorit atau coffee shop andalan untuk merenungkan kembali apa sih tujuan hidup mu, life design mu seperti apa sih?.

pinterest

4. Memang gak ada cara lain dalam mengahadapi, menjalani dan melakukan peran dalam hidup ini selain menghadapi, menghayati, dan menikmati.

pinterest

Sekian, terima kasih sudah mampir dan membaca. See You!!!!!!




4 komentar:

  1. dibawa enjoy aja ..
    resiko kalau udah main sosmed ya gitu,, stalker udah biasa ..
    .
    ditunggu kunjungannya ..
    .
    ..

    BalasHapus
  2. namanya media sosial, ya ajang show off mba hehe
    jujur aku orang yang suka dikit2 upload, awalnya ga suka scroll2 gitu lama2 kok asik ya liat orang2
    akhirnya kecanduan dan malah bikin waktu produktif ku berkurang

    BalasHapus
  3. Kalau posting hal yang menyenangkan dibilang pamer. Kalau posting keluhan dibilang cari perhatian. Membandingkan diri dengan orang lain wajar, lho. Yang penting tidak lupa introspeksi dan mengenali kelebihan serta kekurangan diri.

    BalasHapus
  4. Saya termasuk yang justru memanfaatkan social media untuk kehidupan nyata. Bisnis dunia nyata ditunjang aktif di dunia maya bisa melejit tak terduga. Tahu sendiri kan, sekarang orang dikit-dikit apload, bahkan sampai ke kampung-kampung pun sama.

    Kita manfaatkan saja uforia selfi dan aplud foto itu untuk mencari rizki, ya ngga.

    BalasHapus