Ledok Sambi, Hidden Place di Kaliurang Yogyakarta



Jogja kalau bicara tempat wisata memang tidak ada habisnya. Di masa pandemi begini, orang-orang mulai mencari hidden place untuk berlibur ataupun sekadar berkunjung melepas penat. Nah, di Kaliurang banyak sekali tempat-tempat tersembunyi yang ciamik dan belum terjamah publik. 

Salah satunya adalah Ledok Sambi, sebuah lokasi wisata yang berada di Desa Wisata Sambi, Pakem, Kaliurang. Suasana di Ledok Sambi itu syahdu sekali, gimana tidak, kamu duduk berbincang-bincang sembari menikmati makanan di pinggir sungai, dengan angin sepoi-sepoi dan hawa sejuk khas Kaliurang. 

Ledok Sambi juga ramah anak, aliran sungai yang  tidak terlalu deras dan banyak berbatuannya membuat anak-anak bebas bermain air dan naik ban menyusuri sungai. Banyak ibu-ibu yang senang hati melepas anak mereka bermain di sungai sambil mewanti-wanti agar anaknya tetap hati-hati. 

Pertama kali masuk, kalian akan menemukan tempat parkir dan akan turun ke bawah untuk menemukan sungai. Di atas, sebelum menuruni anak tangga, banyak ibu-ibu yang berjualan makanan, dan di pinggir sungai juga ada warung. 

Anak tangganya lumayan banyak, tetapi begitu sampai di bawah kalian capeknya akan terbayar dengan pemandangan dan suasana yang nyaman dan tenang. Disambut dengan hamparan rumput, anak sungai yang mengalir di sepanjang lokasi, tenda-tenda dan jembatan. 



Berawal dari sebuah warung.

Ledok Sambi bermula dari sebuah warung kecil yang dikelola oleh penyedia jasa outbond. Ledok Sambi dahulu sering dipakai untuk kegiatan outbond sejak tahun 2004. Lokasinya pun sudah dipindahkan, mulanya berada di atas lembah dan dipindahkan ke bawah lembah yang ada aliran sungainya. 

Sekarang Ledok Sambi juga ada warungnya kok, jadi tidak perlu khawatir. Kalian bisa memesan ragam makanan dan minuman untuk dinikmati sembari berbincang, menikmati suasana dan melihat anak-anak bermain air. 

Menu yang tersedia beragam, ada pisang goreng, aneka sayur dan lauk, aneka nasi, ubi goreng, kentang goreng dan lainnya. Untuk minuman juga beragam, mulai dari aneka kopi, dan teh. Ada kopi Vietnam juga. Untuk kisaran harga makanan mulai Rp 4.000 sampai Rp 18.000. Sedangkan minuman berkisar Rp 5.000 sampai Rp 15.000



Arena flying Fox dan paint ball

Dikarenakan bekas tempat outbond, Ledok Sambi juga menyediakan arena flying fox dan paint ball. Kalian bisa terbang dengan flying fox membelah sungai dan melihat sungai dari ketinggian. Untuk bermain flying fox dikenakan biaya Rp 25.000 untuk per orangnya. Sedangkan paint ball dikenakan Rp 50.000 per orangnya. 

Ketika berkunjung ke sana, banyak anak-anak yang bermain flying fox, dan bermain paint ball. Ya kalau tidak berani atau takut ketinggian, bisa bermain di sungai juga, lo. Lebih hemat dan tidak kalah seru, airnya juga jernih khas pegunungan, mantap pooll

Menyediakan tenda camping

Selain sungai, Ledok Sambi juga menyediakan arena camping. Banyak tenda-tenda berjejer di sepanjang sungai. Terkadang tenda tersebut dipakai oleh pengunjung dan juga disewakan untuk camping. Untuk satu tenda berkisar 35.000 per orang dan untuk tenda yang memuat kapasitas banyak, maksimal 4 orang, berkisar 120.000 per malam.

Oh ya, camping tidak lengkap tanpa api unggun bukan? Nah, Ledok Sambi juga menyediakan perlengkapan api unggun. Kalian cukup membayar 100.000 per tenda, maka pihak Ledok Sambi akan memberikan perlengkapan lengkap api unggun. 


Bekerja sama dengan warga desa

Karena terletak di kawasan desa wisata, Ledok Sambi bekerja sama dengan warga desa untuk pengelolaan lokasi wisata dan penyediaan makanan. Ibu- ibu di desa Sambi memasak untuk dijual kembali di warung. Tradisi seperti ini sangat menguntungkan perekonomian warga desa, dan memang seharusnya kan menyejahterakan warga desa yang dekat dengan lokasi wisata. 


Ledok Sambi berada di Desa Sambi, Jalan Kaliurang, KM 19,  Pakem, Sleman. Sekitar 40 menit dari pusat kota Jogja. buka mulai pukul 08.00 WIB, sampai pukul 17.00 Wib. Saat ini tiket masuk ke Ledok Sambi masih seikhlasnya dan dengan parkir Rp 2.000. 

Gimana? Tertarik menikmati akhir pekan atau penghujung hari di Ledok Sambi? 




Posting Komentar

0 Komentar