Follow Us @soratemplates

Jumat, 20 September 2019

(Review Buku ) Calm; Rileks, Fokus dan Ubahlah Duniamu


Sinopsis
****

Kehidupan modern itu sangat melelahkan. mari mencoba revolusi calm. kereta datang terlambat, notifikasi email tanpa henti, daftar pekerjaan yang tidak berujung, tidak ada yang  lebih penting daripada berhenti, mengisi ulang daya, dan menemukan kembali momen tenang.
Termasuk saja semua orang dapat mencapai ketenangan termasuk anda. dan didalam buku ini anda akan belajar bagaimana mengambil waktu untuk merasakan ketenangan, jarak, dan semua hal yang penting untuk dirimu sendiri. Dengan kombinasi kreativitas yang menggugah, aktivitas, intruksi, dan inspirasi, calm akan membuka mata kita untuk menemukan kesenangan dan kekayaan dalam hidup sehari-hari.

Buku ini sudah lama nangkring di rak buku. Tertutup dengan buku-buku baru dan list-list bacaan yang menumpuk juga untuk segera dituntaskan. Akhir- akhir, ini aku memang sedikit mengalami kebosanan, ketidaksiapan akan banyak hal dan sepertinya membutuhkan jeda untuk memperbaiki dan memperbaharui pola pikir dan gaya hidup. Teringatlah kalau pernah beli buku Calm, lalu membacanya. Setelah menghabiskan lima halaman barulah terasa kenapa tidak membukanya dari pertama kali dia di beli.

Buku Calm ditulis oleh Michael Acton Smith. Terinspirasi dari kebosanan dan kepenatan penulis dengan rutinitas yang dijalaninya. Kemudian ia mengambil jeda untuk bepergian ke berbagai tempat, negara dan bermeditasi, lalu kembali lagi ke negaranya dan mengagas sebuah gerakan Calm yang bertujuan untuk membantu orang-orang dalam menemukan ketenagan dalam gejolak tuntutan dan permasalahan kehidupan.

Buku ini berisi panduan dan tips-tips untuk mempraktikkan meditasi dan mindfulness untuk mecapai ketenangan dan meningkatkan kualitas hidup. Buku ini terdiri dari 7 bagian, yaitu:

1. Alam

Menghabiskan waktu di alam adalah jalan pintas menuju ketenangan. Begitu salah satu kutipan yang ada didalam buku ini. Menghabiskan waktu untuk berjalan- jalan diantara pepohonan, merasakan bertelanjang kaki di tanah dan rumput, menikmati setiap deburan air terjun, membiarkan kaki di basahi ombak pantai, dan kegiatan yang bersinggungan dengan alam lainnya bisa menjadi jalan untuk menemukan ketenangan. Setelah hari- hari kerja yang penat, cara menenangkan diri seperti ini memang tepat. refreshing kata orang, hehe..





2. Tidur

Bab ini menjelaskan bagaimana cara tidur yang efektif secara kualitas dan kuantitas. Ada juga panduan- panduan untuk tidur yang akan  benar- benar membuat segar kembali. Jadi, tidur tidak hanya sebagai pelepas kantuk, tapi menyadari betul manfaatnya pada tubuh dan mental.




                Baca juga: Belajar Meditasi Mindfulness; Belajar Hidup yang "Here and Now."

3. Perjalanan

Sebelum notifikasi dan peranti elektronik  menjadi musik latar kehidupan seperti saat ini, perjalanan telah memberi ruang tersendiri untuk manusia. Seperti para pelancong berkesempatan untuk melamun, memperhatikan orang, membaca novel, dan menyapa orang lain. Sekarang mudah sekali memecah itu semua. hanya dengan keinginan update dan suara notifikasi, perjalanan menjadi minim makna.


4. Hubungan

Setiap orang selalu mendambakan seseorang yang dijadikan tempat pulang. Melepas penat, menyampaikan perasaaan. Tetapi dengan kisruhnya suasana hati, terkadang membuat kesulitan untuk menyampaikan perasaan dengan baik. Ada solusinya?. Ada. Meditasi. Kalah satu manfaat dari meditasi adalah mampu terampil menyampaikan isi pikiran dan perasaan. Karena otak dalam kondisi tenang.






5. Pekerjaan

Dalam bab ini, ada panduan meditasi body scan yang berguna untuk membantu menghadapi hari-hari. Disamping hal materi, ada hal- hal non materi yang harus tetap terjaga. Seperti fokus, kesederhanaan, relativitas dan istirahat.



6. Anak-anak

Dari dulu yang paling aku kagumi dari anak-anak selain pantang menyerah, adalah kemampuan imajinasi mereka. Anak-anak mampu mengimajinasikan kursi kosong menjadi sebuah gerbong, atau truk. Anak- anak juga menikmati dan menyadari betul permainannya, menghidupi betul momen-momen yang mereka alami sepenuhnya. Sewaktu kecil dulu, kita  (khususnya saya,hehe)  juga begitu. Tetapi semakin dewasa, rasanya mudah sekali lupa dengan hal-hal sederhana yang bermakna.




7. Makanan

Bab ini menjelaskan bagaimana makanan mempengaruhi kondisi psikis kita. Mulai dari pemilihan bahan, cara memakan, tempat makan, tataan meja makan, dan ritual nge-teh yang mungkin sudah sering dilakukan banyak orang.




Oyaa.. buku ini juga penuh warna-warna yang memanjakan mata ,ada juga tips-tips, dan kolom untuk jurnal harian. jadi kita benar-benar menikmati kejadian- kejadian hari ini.


Kolom ini bisa jadi jurnal harian. Sangat membantu sekali untuk lebih peduli pada setiap momen yang terjadi sehari-hari.




Sekaian dulu, selamat membaca.


1 komentar: