Coaching dan Manfaatnya bagi Pengembangan Diri



Kerap kali saya mendapatkan pertanyaan tentang apa itu coaching dan bagaimana cara kerja serta sistemnya. Pertanyaan ini adalah pertanyaan pertama kali diajukan para coachee ketika mereka mendaftarkan diri untuk mengikuti sesi coaching.

Coaching sendiri bukanlah hal yang baru, mungkin biasanya mendengar coaching ada dalam kegiatan olah raga, tetapi coaching tidak hanya bisa diterapkan kepada para atlet olah raga saja. Lebih dari itu coaching bisa diterapkan untuk pengembangan diri bahkan pengembangan sebuah perusahaan. 

Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu coaching, manfaat, serta bagaimana sesi coaching berjalan. Tujuannya adalah agar pemahaman tentang coaching semakin meluas dan setiap orang bisa merasakan manfaat dari sesi coaching. 

Penjelasan selalu dimulai dengan definisi, dan definisi coaching adalah proses membuka kunci potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Seorang coach akan membantu coachee (seseorang yang sedang di coaching) untuk mengetahui potensi dan sumber daya yang dimilikinya, sehingga bisa menemukan cara yang paling tepat dan sesuai dengannya dalam mewujudkan target ataupun goals.

Baca jugaHipnoterapi dalam Mengubah Perilaku.

Seorang coach tidak serta merta memberi tahu cara-cara dan jalan apa yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, namun seorang coach akan menggali sumber daya coacheenya untuk menemukan jalannya sendiri. Dimana sumber daya tersebut biasanya sudah ada pada diri coachee, hanya saja coachee belum menyadari dan belum mengetahuinya.

Kemudian muncul juga pertanyaan apa perbedaan antara training, coaching, dan mentoring. Ketiganya adalah cara-cara yang digunakan untuk pembelajaran dan memaksimalkan potensi namun ada perbedaan diantara ketiganya. 

Training adalah usaha pengenalan untuk mengembangkan pengetahuan atau kinerja. Mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menunjang karir atau pengembangan pribadi.

Mentoring adalah proses pembelajaran dimana seorang mentor langsung memberi tahu cara dan langkah apa saja yang harus ditempuh untuk mencapai suatu target. Bagi sebagian orang yang sudah memiliki potensi yang memadai dan menyadari sumber daya yang dimilikinya, maka dengan bantuan mentor seseorang tersebut akan bisa mendapatkan apa yang menjadi goalnya. 

Bagi sebagian orang lagi, mentoring justru akan membuat proses belajar kurang efektif. Dikarenakan seseorang tersebut belum menyadari dan mengetahui betul apa alasannya dalam mencapai target dan belum menyadari sumber daya apa yang dimilikinya untuk mencapai goal. Seseorang tersebut hanya memiliki keterampilan dan niat yang kuat saja, dan itu tidaklah cukup dalam mencapai sebuah tujuan.

Kenapa kurang efektif? Karena dengan cara dan langkah yang ditentukan mentor bisa jadi tidak sesuai dengan keadaan sang mentee (orang yang di mentoring), sehingga hanya menjalani saja tanpa mengerti betul alasannya dalam mencapai tujuan tersebut. 

Coaching digunakan dalam ruang lingkup yang luas. mulai dari mengatasi stres kerja, peningkatan potensi akademik, pengembangan diri, hubungan, memperbaiki kualitas pencapaian dan perencanaan hingga pengembangan kepemimpinan. 


Proses dalam sesi coaching meliputi:

1. Penentuan Goal.

Coachee dibimbing untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin ia capai. dengan alasan yang kuat seseorang akan lebih terpacu untuk mencapai targetnya. alasan akan menjadi tonggak yang kokoh untuk proses selanjutnya. 

2. Merencanakan Strategi.

Membantu untuk menemukan strategi paling cocok dan cepat yang sesuai untuknya. Dengan pertanyaan yang diajukan, seorang coach membimbing dan membantu coacheenya untuk menggali jawaban yang ada dalam dirinya.

3. Monitoring. 

Selanjutnya tugas seorang coach adalah memantau perkembangan coachee dalam melaksanakan proses yang sudah ditetapkan. Keberhasilan sepenuhnya ada di tangan coachee, karena sebagus apapun strategi dirancang, jika tidak dieksekusi maka tidak akan sampai pada goal yang sudah ditetapkan. 

Selain bingung dengan proses coaching, saya juga membaca kebingungan pada coachee terkait pertanyaan yang kerap kali diajukan seorang coach. Mengapa banyak sekali pertanyaan dalam sesi coaching? Karena kembali pada tujuan awal sesi coaching yaitu menemukan alasan sebenarnya dibalik alasan mengapa ia ingin mencapai goals tersebut, menggali potensi, sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai targetnya dan agar coachee bertumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, berkompeten, dan menemukan proses yang paling tepat bagi coachee untuk mencapai tujuannya. 

I absolutely believe that people, unless choached, never reach their maximum capabilities - Bob Nardelli


Saya sangat yakin bahwa orang, kecuali dilatih, tidak pernah mencapai kemampuan maksimal mereka. 


Raih mimpi dan maksimalkan potensi Anda dengan bantuan life coach kami. 

4 Komentar

  1. Saya dulu mengira kalau coaching dan mentoring ini sama. Karena anggapan saya, dua hal ini juga berisikan kegiatan semacam pelatihan
    Ternyata beda ya

    BalasHapus